Lewati navigasi utama
Tracking iklan ke WhatsApp sampai closing

Chat WhatsApp dari Iklan Mana? Empat Cara Mengetahui Sumbernya

Untuk mengetahui chat WhatsApp dari iklan mana, ada empat cara: melihat konteks iklan yang ikut di chat dari iklan Click to WhatsApp, memakai pesan awal yang berbeda per iklan, memasang UTM dan kode tracking di link landing page, atau menyimpan informasi iklan yang datang bersama pesan ke catatan lead. Hanya dua cara terakhir yang bisa dihitung per iklan sampai closing.

Chat WhatsApp dari Iklan Mana? Empat Cara Mengetahui Sumbernya

01Mulai dari jalurnya: iklan langsung ke WhatsApp atau lewat landing page

Sebuah chat baru masuk ke nomor bisnis. Sekilas, pesan dari iklan dan pesan dari kenalan terlihat sama, padahal Anda sedang menjalankan beberapa iklan sekaligus. Cara mengetahui sumber chat WhatsApp bergantung pada satu hal lebih dulu: lewat jalur mana orang itu sampai ke chat.

Ada dua jalur dari iklan. Iklan Click to WhatsApp (CTWA) membuka chat langsung dari tombol iklan. Iklan landing page membawa orang ke halaman web lebih dulu, lalu ia menekan tombol WhatsApp di halaman itu. Informasi iklannya berada di tempat yang berbeda.

JalurCara orang sampai ke chatDi mana informasi iklannya
Iklan Click to WhatsAppMengetuk tombol iklan, lalu chat terbuka.Ikut bersama pesan yang lahir dari klik itu: judul, teks, dan ID iklan.
Iklan ke landing pageMembuka halaman, lalu menekan tombol WhatsApp.Di URL halaman, sebagai UTM dan click ID. Tidak ikut ke WhatsApp kecuali disambungkan lewat kode di pesan.
Tanpa iklanMenyimpan nomor, melihat bio, atau diberi tahu kenalan.Tidak ada.

Empat cara di bawah diurutkan dari yang paling sederhana sampai yang paling bisa diandalkan. Gambaran besarnya ada di panduan tracking closing WhatsApp dari iklan.

02Cara 1: lihat konteks iklan di chat itu sendiri

Cara ini hanya berlaku untuk iklan Click to WhatsApp dan tidak butuh alat apa pun. Saat seseorang mengetuk iklan lalu mengirim pesan, pesan itu sampai ke bisnis bersama informasi tentang iklannya. Meta mendokumentasikan isinya untuk bisnis yang menerima pesan lewat WhatsApp Cloud API: judul iklan, teks utama, ID iklan, URL iklan, dan jenis medianya, di dalam objek bernama referral.

Di aplikasi WhatsApp Business, buka chat itu dan lihat pesan pertamanya. Halaman bantuan WhatsApp tentang chat yang dimulai dari iklan menjelaskan sisi customer, yaitu ikon yang menandai bahwa Meta dapat menerima informasi terbatas. Halaman bantuan yang kami periksa tidak merinci apa yang tampil di layar bisnis. Jadi pastikan sendiri: ketuk iklan Anda yang sedang tayang dari akun lain, kirim pesan, lalu lihat apa yang muncul di chat tersebut.

Kelemahannya: chat dibaca satu per satu, yang terlihat adalah iklannya dan bukan nama campaign atau ad set, dan informasi itu tidak mengikuti kontak sampai closing.

03Cara 2: pesan awal yang berbeda untuk tiap iklan

Cara kedua memakai teks pesan sebagai penanda. Menurut halaman bantuan WhatsApp tentang click to chat, link WhatsApp bisa membawa pesan terisi dengan format https://wa.me/nomor?text=teks, dan teks itu otomatis muncul di kolom ketik. Buat teks yang berbeda untuk tiap iklan atau tiap landing page, lalu kenali asal chat dari kalimat pembukanya.

text
Iklan paket A
https://wa.me/628xxxxxxxxxx?text=Halo%2C%20saya%20mau%20tanya%20paket%20A

Iklan paket B
https://wa.me/628xxxxxxxxxx?text=Halo%2C%20saya%20mau%20tanya%20paket%20B

Untuk iklan Click to WhatsApp, penandanya diatur di iklan. Menurut Pusat Bantuan Bisnis Meta, template Start conversation di bagian Message template memungkinkan Anda mengatur sapaan dan menyarankan pertanyaan atau pesan yang bisa dikirim orang. Saran pesan yang berbeda per iklan memberi petunjuk yang sama.

Kelemahannya ada di teks itu sendiri. Pesan terisi hanya muncul di kolom ketik, jadi customer bisa mengubah atau menghapusnya sebelum mengirim, dan seseorang di tim harus menghitung chat per kalimat.

04Cara 3: UTM dan kode tracking di link landing page

Pada iklan ke landing page, parameter seperti utm_campaign dan fbclid tidak ikut saat orang pindah ke WhatsApp, karena link WhatsApp hanya membawa nomor dan teks. Jembatannya adalah kode pendek di pesan pertama. Tracking script menyimpan parameter iklan saat halaman dibuka. Link rotator mencatat klik tombol WhatsApp, lalu menyisipkan kode seperti [D-7K2QM] ke pesan. Saat chat masuk, kode itu menyambungkan chat ke catatan klik yang sudah memuat campaign.

  1. Pasang parameter URL di tiap iklan, di level Ad. Templatenya ada di URL Parameter Meta Ads.
  2. Pasang tracking script di landing page tempat tombol WhatsApp berada. Langkahnya ada di Tracking Ads.
  3. Ganti tombol WhatsApp dengan link rotator, dan biarkan kode tracking tetap ada di template pesan awal. Lihat WhatsApp Rotator.
  4. Kirim chat uji dari URL berparameter, lalu cari kodenya di halaman Leads.

Hasilnya, tiap chat berkode punya campaign, ad set, dan iklan yang bisa dihitung. Kelemahannya: butuh landing page dan pemasangan yang rapi, kode bisa terhapus oleh customer, dan parameter bisa hilang di redirect. Rinciannya dibahas di UTM tracking WhatsApp.

05Cara 4: simpan informasi iklan yang datang bersama pesan

Cara keempat memakai informasi yang sama dengan cara pertama, tetapi dibaca oleh sistem yang terhubung ke nomor WhatsApp Anda. Sistem itu membaca informasi iklan saat pesan tiba, lalu menyimpannya di catatan kontak. Dengan begitu asal chat WhatsApp dari iklan bisa dihitung per iklan dan diikuti sampai closing.

Batasnya mengikuti apa yang diteruskan WhatsApp. Menurut referensi webhook Meta, yang datang adalah ID iklan, judul, teks utama, jenis media, URL iklan, dan click ID bernama ctwa_clid. Nama campaign dan nama ad set tidak termasuk, jadi Anda mencocokkannya sendiri lewat ID iklan di Ads Manager. Meta juga menyatakan ctwa_clid tidak disertakan untuk iklan yang tayang di WhatsApp Status. Alur lengkap jalur ini ada di CTWA tracking.

06Perbandingan: cara, yang terlihat, dan kelemahannya

CaraBerlaku untukYang terlihatKelemahannya
1. Konteks iklan di chatIklan Click to WhatsAppIklan yang diketuk, pada chat yang sedang dibuka.Dibaca satu per satu, tidak bisa dihitung, dan tidak mengikuti kontak sampai closing.
2. Pesan awal berbeda per iklanLink wa.me dan iklan Click to WhatsAppKalimat pembuka yang Anda siapkan.Bisa diubah atau dihapus customer, dihitung manual, dan hanya sehalus jumlah variasi teks.
3. UTM dan kode trackingIklan ke landing pageCampaign, ad set, iklan, dan click ID pada tiap chat berkode.Butuh landing page, script, dan rotator. Kode bisa terhapus, parameter bisa hilang di redirect.
4. Informasi iklan dari pesanIklan Click to WhatsAppID iklan, judul, dan teks iklan yang tersimpan di catatan kontak.Tanpa nama campaign dan ad set. Bergantung pada apa yang diteruskan WhatsApp.

Selama chat masih bisa dibaca satu per satu, cara pertama dan kedua sudah cukup. Begitu Anda perlu membandingkan iklan dari jumlah closing, pakai cara ketiga dan keempat, karena hanya keduanya yang menyimpan asal chat di catatan yang bisa dihitung.

Ads Manager punya metrik Messaging conversations started. Menurut definisi Meta, metrik itu menghitung berapa kali percakapan dimulai dengan bisnis Anda setelah setidaknya 7 hari tanpa aktivitas, yang diatribusikan ke iklan. Itu angka, bukan daftar chat, jadi tidak menjawab chat yang mana.

07Bagaimana Dalekta mencatat sumber chat di lead

Dalekta menjalankan cara ketiga dan keempat sekaligus, lalu menyimpan hasilnya di lead, yaitu satu catatan per kontak. Asal chat menempel di lead itu sampai statusnya berubah menjadi Closing, sehingga atribusi tidak berhenti di chat pertama.

JalurKode leadSumber yang tersimpanTempat melihatnya
Landing page dan rotatorD-XXXXX, kode yang ikut di pesan awalSumber, campaign, ad set, iklan, rotator, medium, dan click ID.Detail lead, bagian Sumber lead.
Iklan Click to WhatsAppCTWA-XXXXX, dibuat DalektaAplikasi sumber, ID iklan, judul dan isi iklan, URL sumber, serta CTWA click ID.Detail lead, bagian Atribusi CTWA.
Chat baru tanpa kode dan tanpa informasi iklanTidak dibuatkan leadHanya pesannya.Inbox, pada pilihan Non-lead. Panel Detail kontak menulis Belum terhubung ke lead.

Untuk memeriksa satu chat:

  1. Buka Inbox dan pilih percakapannya.
  2. Klik ikon titik tiga di kanan atas percakapan untuk membuka panel Detail kontak. Bagian Sumber menampilkan platform asal lead, beserta nama campaign bila tercatat.
  3. Klik Lihat lead untuk membuka lead itu di halaman Leads.
  4. Di detail lead, baca bagian Sumber lead. Untuk lead berkode CTWA-, baca juga bagian Atribusi CTWA.
  5. Untuk lead Click to WhatsApp, nama campaign dan ad set tampil di bagian Sumber lead bila Meta Ads terhubung dan akun iklannya dipilih. Bila belum, cocokkan ID iklannya di Ads Manager.

Panel di Inbox hanya menampilkan platform dan nama campaign. Parameter UTM, click ID, dan data kunjungan dibaca di detail lead. Rincian tiap bagian ada di dokumentasi Inbox dan dokumentasi Leads, dan isi lengkap satu lead dibahas di tracking lead WhatsApp dari iklan.

Batas lead Click to WhatsApp di DalektaLead Click to WhatsApp memuat ID iklan, judul, dan isi iklan bila WhatsApp meneruskannya. UTM dan fbclid tidak tersedia untuk jalur ini, dan nama campaign serta ad set tidak ikut di pesan. Jika Meta Ads terhubung di Ad Connections dan akun iklannya dipilih, Dalekta membaca nama campaign, ad set, dan iklan dari Meta lewat ID iklan, lalu Campaign Report menampilkan lead ini per campaign. Tanpa itu report mengelompokkannya menurut judul iklan. Spend, CPL, serta ROAS tampil di baris campaign bila nama campaign-nya terbaca dari Meta, dan tidak tersedia untuk baris yang masih memakai judul iklan. Lokasi dan perangkat juga kosong, karena tidak ada kunjungan web yang bisa dibaca. Cara membaca report dijelaskan di Dashboard dan Report.

08Yang tidak bisa diketahui dari sebuah chat

Tidak semua chat bisa dipasangkan ke iklan, dengan alat apa pun. Kenali kasusnya supaya chat seperti ini dicatat sebagai tidak diketahui, bukan ditebak.

  • Chat organik. Orang yang menyimpan nomor Anda, melihatnya di bio, atau mendapatnya dari kenalan mengirim pesan tanpa kode dan tanpa informasi iklan.
  • Nomor yang diteruskan. Seseorang melihat iklan, lalu membagikan nomor atau kontak Anda ke temannya. Chat dari teman itu tidak membawa jejak iklan.
  • Kode yang dihapus. Pada jalur landing page, customer bisa menghapus atau mengubah kode di pesan awal. Tanpa kode, chat baru itu tidak bisa disambungkan ke klik.
  • Chat lewat profil setelah melihat iklan. Halaman bantuan WhatsApp menyebut orang bisa memulai chat dari profil bisnis setelah berinteraksi dengan iklan, tanpa menyatakan apakah informasi iklan ikut sampai ke bisnis pada jalur ini.
  • Kontak lama yang chat lagi. Di Dalekta, chat ulang tanpa kode baru masuk ke lead yang sudah ada di session itu, dan kode lead serta campaign-nya tetap mengikuti chat pertama. Bila chat ulang itu datang dari iklan Click to WhatsApp, informasi iklan di lead berganti ke iklan terbaru, dan barisnya di Campaign Report bisa ikut berpindah.
  • Chat ke nomor yang belum terhubung. Dalekta hanya membaca pesan yang masuk ke session WhatsApp yang terhubung, dan riwayat sebelum session aktif tidak terbaca mundur.

Di Dalekta, chat baru tanpa kode dan tanpa informasi iklan tersimpan dan tampil di Inbox, tetapi tidak menjadi lead dan tidak masuk hitungan campaign mana pun. Porsi yang tidak diketahui itu wajar ada. Yang perlu dijaga adalah porsinya tidak membesar karena tombol WhatsApp yang belum memakai rotator.

09Bacaan lanjutan

10Pertanyaan umum

Bagaimana cara mengetahui chat WhatsApp dari iklan mana?

Tergantung jalurnya. Untuk iklan Click to WhatsApp, informasi iklan ikut bersama pesan yang dikirim dari iklan itu dan bisa disimpan oleh sistem yang terhubung ke nomor Anda. Untuk iklan ke landing page, pasang UTM di iklan, tracking script di halaman, dan link rotator yang menyisipkan kode ke pesan awal. Kode itu menyambungkan chat ke campaign asalnya.

Apakah WhatsApp Business menunjukkan chat berasal dari iklan?

Chat yang dimulai dari iklan Click to WhatsApp datang bersama informasi iklannya, dan Meta mendokumentasikan isinya untuk penerima lewat WhatsApp Cloud API. Halaman bantuan WhatsApp yang kami periksa tidak merinci tampilan di aplikasi WhatsApp Business. Cara paling pasti adalah mengetuk iklan Anda sendiri dari akun lain, mengirim pesan, lalu melihat chat itu di aplikasi.

Bisakah tahu asal chat WhatsApp dari iklan tanpa landing page?

Bisa, bila iklannya berjenis Click to WhatsApp. Pesan dari iklan itu membawa ID iklan, judul, dan teks iklan, tanpa perlu halaman web. Yang tidak ikut adalah nama campaign dan nama ad set, jadi Anda mencocokkan ID iklannya di Ads Manager, kecuali sistem yang Anda pakai membaca nama itu dari Meta. Dalekta membacanya bila Meta Ads terhubung dan akun iklannya dipilih. Link wa.me biasa di bio atau materi lain tidak membawa informasi iklan.

Kenapa ada chat WhatsApp yang sumbernya tidak diketahui?

Karena chat itu tidak membawa penanda apa pun. Contohnya chat dari orang yang menyimpan nomor Anda, nomor yang diteruskan kenalan, kode tracking yang dihapus customer, atau tombol WhatsApp yang masih memakai link biasa. Di Dalekta chat seperti ini tersimpan sebagai percakapan non-lead dan tidak dihitung ke campaign mana pun.

Apakah pesan otomatis yang berbeda per iklan cukup untuk melacak sumber chat?

Cukup untuk volume kecil. Pesan terisi muncul di kolom ketik, jadi customer bisa mengubah atau menghapusnya, dan seseorang harus menghitung chat per kalimat. Untuk membandingkan iklan dari jumlah closing, pakai kode tracking atau informasi iklan yang disimpan di lead.

Di mana melihat sumber iklan sebuah chat di Dalekta?

Buka percakapannya di Inbox, klik ikon titik tiga, lalu lihat bagian Sumber di panel Detail kontak. Untuk rincian, klik Lihat lead. Detail lead menampilkan bagian Sumber lead berisi campaign, ad set, iklan, dan click ID. Lead dari iklan Click to WhatsApp punya bagian Atribusi CTWA berisi ID, judul, dan isi iklan.

Coba Dalekta

Lihat campaign mana yang benar-benar closing di WhatsApp.

Masuk dengan Google untuk mencoba Signal Lite 7 hari tanpa kartu kredit. Trial Lite tidak mencakup AI Agent.