Lewati navigasi utama

Kalkulator gratis

Kalkulator budget iklan dari target closing di WhatsApp

Isi target closing atau target omzet, closing rate, dan biaya per chat untuk melihat berapa lead dan chat yang dibutuhkan serta budget iklan per bulan dan per hari. Tambahkan nilai order untuk melihat omzet dan ROAS dari target itu.

Target dihitung dari
Jumlah transaksi yang ingin dicapai dari iklan dalam sebulan.
Rata-rata nilai satu closing. Dipakai untuk omzet dan ROAS.
Persen lead yang menjadi closing, dari data Anda sendiri.
Persen chat yang Anda hitung sebagai lead. Kosongkan bila setiap chat adalah lead (100%).
Biaya iklan dibagi jumlah chat dari iklan pada periode sebelumnya.

Angka di atas adalah contoh, bukan patokan. Ganti dengan angka Anda, hasilnya langsung dihitung.

Hasil contoh

Budget iklan per bulan

Rp 5.000.000Perkiraan biaya iklan sebulan, bila closing rate dan biaya per chat sama dengan yang diisi.
Budget iklan per hari
Rp 166.667
Target closing
4
Lead yang dibutuhkan
100
Chat yang dibutuhkan
125
Biaya per closing
Rp 1.250.000
Omzet dari target
Rp 20.000.000
ROAS
4,00x

Kebocoran terbesar ada di lead ke closing: dari setiap 100 lead, 96 tidak closing. Bila closing rate naik menjadi 5%, budget per bulan menjadi Rp 4.000.000.

Cara memakai kalkulator budget iklan

  1. Pilih cara menulis target: jumlah closing per bulan, atau target omzet per bulan bila Anda lebih mudah berpikir dalam rupiah.
  2. Isi targetnya. Target omzet dibagi nilai order menjadi target closing, dibulatkan ke atas.
  3. Isi nilai order rata-rata, yaitu rata-rata nilai satu closing. Wajib untuk target omzet dan opsional untuk target closing. Dengan angka ini kalkulator menampilkan omzet dan ROAS.
  4. Isi closing rate, yaitu persen lead yang menjadi closing, dari data Anda sendiri.
  5. Isi rasio chat ke lead bila tidak semua chat Anda hitung sebagai lead. Kosongkan bila setiap chat dihitung sebagai lead, maka kalkulator memakai 100%.
  6. Isi biaya per chat, yaitu biaya iklan dibagi jumlah chat dari iklan pada periode sebelumnya.

Hasil langsung berubah setiap kali Anda mengetik. Semua hitungan berjalan di browser Anda, dan angka yang Anda ketik tidak dikirim atau disimpan.

Rumus kalkulator budget iklan

Kalkulator menghitung mundur dari target: closing, lalu lead, lalu chat, lalu budget. Rumus lengkapnya ada di tabel, dengan contoh dari angka awal kalkulator.

HasilRumusContoh dengan angka awal
Target closing dari target omzetTarget omzet ÷ nilai order, dibulatkan ke atasRp 20.000.000 ÷ Rp 5.000.000 = 4
Lead yang dibutuhkanTarget closing ÷ closing rate, dibulatkan ke atas4 ÷ 4% = 100
Chat yang dibutuhkanLead ÷ rasio chat ke lead, dibulatkan ke atas100 ÷ 80% = 125
Budget iklan per bulanChat × biaya per chat125 × Rp 40.000 = Rp 5.000.000
Budget iklan per hariBudget per bulan ÷ 30Rp 5.000.000 ÷ 30 = Rp 166.667
Biaya per closingBudget per bulan ÷ target closingRp 5.000.000 ÷ 4 = Rp 1.250.000
Omzet dari targetTarget closing × nilai order4 × Rp 5.000.000 = Rp 20.000.000
ROASOmzet ÷ budget per bulanRp 20.000.000 ÷ Rp 5.000.000 = 4,00x

Lead dan chat dibulatkan ke atas karena tidak ada setengah chat: 4 closing dengan closing rate 3% butuh 133,33 lead, jadi kalkulator memakai 134. Budget per hari memakai 30 hari sebagai rata-rata satu bulan.

Angka awal di kalkulator adalah contoh, bukan patokan atau rata-rata bisnis mana pun. Target, nilai order, dan budget sama dengan contoh di kalkulator CPA dan kalkulator ROAS, jadi ketiganya bisa dibaca berdampingan: biaya per closing Rp 1.250.000 dan ROAS 4,00x di sini sama dengan di sana.

Di mana budget paling bocor

Setiap rasio di rumus membagi, jadi rasio yang paling kecil paling menentukan budget. Kalkulator menyebut tahap itu di bawah hasil, beserta budget bila rasionya naik 1 poin. Pada contoh, closing rate 4% berarti 96 dari setiap 100 lead tidak closing. Bila closing rate naik menjadi 5%, lead yang dibutuhkan turun dari 100 menjadi 80, chat dari 125 menjadi 100, dan budget per bulan dari Rp 5.000.000 menjadi Rp 4.000.000.

Bila yang naik 1 poin adalah rasio chat ke lead, dari 80% menjadi 81%, chat yang dibutuhkan hanya turun menjadi 124 dan budget menjadi Rp 4.960.000. Biaya per chat bergerak searah dengan budget: biaya per chat 10% lebih murah membuat budget 10% lebih kecil. Jadi sebelum menambah budget, periksa dulu berapa lead yang tidak dibalas cepat, tidak di-follow up, atau berhenti di tahap tengah.

Membaca hasilnya: biaya per closing dan break-even ROAS

Budget menjawab berapa biaya iklan untuk mencapai target, belum menjawab apakah target itu menguntungkan. Untuk itu bandingkan hasilnya dengan margin kotor. Pada contoh, nilai order Rp 5.000.000 dengan margin kotor 30% menyisakan laba kotor Rp 1.500.000 per closing, jadi biaya per closing Rp 1.250.000 masih di bawahnya. Dari sisi ROAS, break-even ROAS dengan margin 30% adalah 1 ÷ 30% = 3,33x, dan ROAS rencana 4,00x berada di atasnya.

  • ROAS rencana di atas break-even ROAS: bila closing rate dan biaya per chat tercapai, laba kotor menutup budget dan masih ada sisa, sebelum biaya lain di luar iklan.
  • ROAS rencana di bawah break-even ROAS: dengan angka itu iklan belum tertutup laba kotor. Cari closing rate yang lebih tinggi, nilai order yang lebih besar, atau biaya per chat yang lebih rendah sebelum menaikkan budget.

Hasil kalkulator ini adalah rencana, bukan hasil yang pasti terjadi. Setelah iklan berjalan, ukur biaya per closing dan ROAS yang sebenarnya, lalu isi ulang kalkulator ini dengan closing rate dan biaya per chat yang baru.

Dari mana closing rate dan biaya per chat bila penjualan terjadi di WhatsApp

Ads Manager menunjukkan biaya iklan, tetapi tidak otomatis melihat chat yang berakhir closing di WhatsApp. Closing rate perlu dihitung dari catatan Anda sendiri: jumlah closing dibagi jumlah lead pada periode yang sama. Pakai periode yang cukup panjang, misalnya satu sampai tiga bulan, agar satu minggu yang ramai atau sepi tidak menggeser angkanya.

Di Dalekta, chat menjadi lead di tahap Masuk WA bila pesannya membawa kode tracking [D-...] dari link rotator atau datang dari iklan Click to WhatsApp. Lead lalu bisa naik ke MQL, Prospek, dan Closing, dan tidak semua bisnis memakai semua tahap. Tahap dan cara mengisinya ada di dokumentasi Leads.

Di Campaign Report, kolom WhatsApp dan Closing per campaign memberi jumlah lead dan closing untuk menghitung closing rate. Bila Meta Ads terhubung di Ad Connections dan akun iklannya dipilih, kolom Spend dan CPL (WhatsApp), serta Biaya per closing yang bisa dipilih lewat Atur kolom, tampil untuk campaign Meta yang identitasnya cocok. Syaratnya periode dipilih eksplisit, bukan Semua Data, kalender WIB sebanding, dan delivery lengkap. CPL (WhatsApp) adalah Spend dibagi jumlah di kolom WhatsApp, jadi angka itu bisa dipakai sebagai biaya per chat dengan rasio chat ke lead 100%. Penjelasan tiap kolom ada di dokumentasi Dashboard dan Report.

Satu hal yang perlu diperhatikan: Campaign Report mencatat closing pada tanggal closing dan kolom WhatsApp pada tanggal chat, jadi closing bulan ini bisa berasal dari chat bulan lalu. Karena itu hitung closing rate dari periode yang cukup panjang.

Pertanyaan tentang kalkulator budget iklan

Bagaimana kalkulator budget iklan ini menghitung budget?

Kalkulator menghitung mundur dari target. Target closing dibagi closing rate memberi jumlah lead, lead dibagi rasio chat ke lead memberi jumlah chat, lalu chat dikali biaya per chat memberi budget per bulan. Dengan 4 closing, closing rate 4%, rasio 80%, dan biaya per chat Rp 40.000, hasilnya 100 lead, 125 chat, dan budget Rp 5.000.000.

Dari mana saya mendapat closing rate dan biaya per chat?

Dari data iklan Anda sendiri pada periode yang sudah berjalan, misalnya bulan lalu. Closing rate adalah jumlah closing dibagi jumlah lead, dan biaya per chat adalah biaya iklan dibagi jumlah chat dari iklan itu. Hindari rata-rata dari bisnis lain, karena produk, harga, dan cara tim membalas chat membuat angkanya sangat berbeda.

Kenapa budget per hari adalah budget per bulan dibagi 30?

Kalkulator memakai 30 hari sebagai panjang rata-rata satu bulan, jadi budget Rp 5.000.000 per bulan menjadi sekitar Rp 166.667 per hari. Untuk bulan 31 hari atau periode lain, kalikan budget per hari dengan jumlah harinya. Cara platform iklan membelanjakan budget harian berbeda per platform, jadi baca aturan budget di platform yang Anda pakai.

Apa arti ROAS di hasil kalkulator?

ROAS di sini adalah omzet dari target dibagi budget per bulan. Omzet Rp 20.000.000 dari budget Rp 5.000.000 memberi ROAS 4,00x. Angka ini rencana, bukan hasil yang pasti terjadi. Bandingkan dengan break-even ROAS, yaitu 1 dibagi margin kotor: dengan margin 30%, ROAS di bawah 3,33x belum menutup biaya iklan dari laba kotor.

Apakah angka yang saya isi disimpan?

Tidak. Kalkulator menghitung di browser Anda, dan angka yang Anda ketik tidak dikirim ke Dalekta atau ke pihak lain serta tidak disimpan. Bila halaman dimuat ulang, isian kembali ke angka contoh, jadi catat budget dan jumlah chat yang Anda perlukan sebelum menutup halaman.