01Cara menentukan budget iklan: hitung mundur dari target
Budget iklan sering diambil dari sisa uang bulan ini atau dari angka orang lain, tanpa tahu apakah cukup untuk mencapai target dan apakah hasilnya masih untung.
Hitung mundur dari jumlah closing yang Anda inginkan. Tidak semua lead membeli, jadi lead harus lebih banyak dari closing. Tidak semua chat menjadi lead, jadi chat harus lebih banyak lagi. Budget adalah jumlah chat itu dikali biaya per chat.
Logika ini berlaku di Meta, Google, maupun TikTok, dan merupakan satu langkah dalam strategi digital marketing.
02Data apa yang perlu disiapkan?
| Data | Artinya | Sumber angkanya |
|---|---|---|
| Target closing per bulan | Jumlah transaksi yang ingin dicapai, atau target omzet dibagi nilai order. | Rencana penjualan |
| Closing rate | Persen lead yang menjadi closing. | Catatan penjualan 1 sampai 3 bulan terakhir |
| Rasio chat ke lead | Persen chat yang Anda anggap lead. Pakai 100% bila setiap chat dihitung lead. | Catatan chat masuk |
| Biaya per chat | Biaya iklan dibagi jumlah chat dari iklan. | Laporan iklan dan chat yang benar-benar masuk |
| Nilai order rata-rata | Rata-rata nominal satu closing. | Catatan penjualan |
| Margin kotor | Persen nilai order yang tersisa setelah harga pokok. | Pembukuan |
Biaya per chat dihitung dari chat yang benar-benar masuk ke WhatsApp, bukan dari klik, seperti di biaya iklan per chat WhatsApp. Hitung closing rate dari lead yang sudah cukup lama untuk sempat memutuskan, karena lead minggu ini bisa baru closing bulan depan. Kalau belum punya data, jalankan iklan uji kecil dulu. Jangan meminjam rata-rata bisnis lain, karena produk, harga, dan follow up-nya berbeda.
03Bagaimana cara menghitung budget iklan? Contoh dalam rupiah
Sebuah usaha furnitur custom menargetkan 20 closing per bulan. Nilai order rata-ratanya Rp1.500.000 dengan margin kotor 30%. Dari catatan tiga bulan terakhir, closing rate-nya 10%, separuh chat layak disebut lead, dan biaya per chat Rp15.000.
- Lead yang dibutuhkan = target closing ÷ closing rate. 20 ÷ 10% = 200 lead.
- Chat yang dibutuhkan = lead ÷ rasio chat ke lead. 200 ÷ 50% = 400 chat.
- Budget bulanan = chat × biaya per chat. 400 × Rp15.000 = Rp6.000.000.
- Budget harian = budget bulanan ÷ 30. Rp6.000.000 ÷ 30 = Rp200.000.
- Biaya per closing = budget ÷ target closing. Rp6.000.000 ÷ 20 = Rp300.000.
- Cek dengan margin. Laba kotor per closing Rp1.500.000 × 30% = Rp450.000, masih di atas Rp300.000.
Langkah terakhir paling sering dilewati. Kalau biaya per closing melebihi laba kotor per closing, rencana itu rugi sebelum iklan berjalan, dan menambah budget hanya memperbesar rugi. Dari sisi ROAS, omzet Rp30.000.000 dibagi budget Rp6.000.000 adalah 5x, di atas break-even ROAS 1 ÷ 30% = 3,33x.
Setiap angka di rantai ini sama berpengaruhnya. Closing rate yang naik dari 10% ke 12,5% menurunkan kebutuhan menjadi 160 lead dan 320 chat, jadi budget cukup Rp4.800.000 untuk target yang sama. Efeknya sama dengan biaya per chat yang turun dari Rp15.000 ke Rp12.000. Ulangi hitungan dengan angka Anda di kalkulator budget iklan.
04Berapa budget iklan per hari?
Budget bulanan dibagi 30 adalah angka perencanaan, karena Meta dan Google memperlakukan budget harian sebagai rata-rata. Menurut Meta, belanja satu hari bisa sampai 75% di atas budget harian, tetapi tidak lebih dari 7 kali budget harian dalam seminggu kalender (Minggu sampai Sabtu). Google Ads menyarankan membagi budget bulanan dengan 30,4, jadi Rp6.000.000 menjadi sekitar Rp197.000 per hari.
Budget harian juga menentukan seberapa cepat ad set keluar dari learning phase. Menurut Meta, ini biasanya terjadi setelah sekitar 50 hasil dalam seminggu sejak perubahan signifikan terakhir, dan selama fase itu CPA biasanya lebih tinggi. Dengan Rp15.000 per hasil, Rp200.000 per hari cukup untuk sekitar 93 hasil seminggu di satu ad set, tetapi hanya sekitar 31 per ad set bila dibagi ke tiga. Meta menyarankan menggabungkan ad set yang mirip.
Hasil di sini adalah peristiwa yang dioptimalkan ad set. Menurut Meta, budget harian umumnya minimal 10 kali biaya rata-rata sasaran kinerja itu, jadi Rp15.000 per chat berarti minimal Rp150.000 per hari. Dengan bid strategy cost per result goal, Meta menyarankan budget harian minimal 5 kali target biaya per hasil.
05Bagaimana membagi budget per tahap funnel dan per platform?
Setiap platform dan tahap funnel punya biaya per chat dan closing rate sendiri. Hitung kebutuhan chat dan budget per bagian dengan rumus yang sama, lalu jumlahkan, bukan membagi rata.
Rumus ini cocok untuk iklan yang menghasilkan chat, biasanya tahap tengah dan bawah dalam TOFU, MOFU, BOFU. Iklan tahap atas yang mengejar jangkauan tidak langsung menghasilkan chat, jadi beri porsi tetap dan nilai dengan jangkauan atau biaya per 1.000 tayangan.
| Platform | Cara budget diatur | Batas yang ditulis platform |
|---|---|---|
| Meta Ads | Harian (rata-rata seminggu) atau total (batas keras), di level campaign atau ad set. | Minimum berbeda menurut negara dan tujuan. Ads Manager memberi peringatan bila budget di bawahnya. |
| Google Ads | Budget harian rata-rata per kampanye. | Sampai 2 kali budget harian dalam sehari, maksimal 30,4 kali sebulan untuk sebagian besar kampanye. |
| TikTok Ads | Harian atau total, di level kampanye dan grup iklan. Jenisnya tidak bisa diganti setelah tayang. | Budget harian di atas 50 dolar AS per kampanye dan di atas 20 dolar AS per grup iklan. |
Batas minimum itu lantai, bukan target. Dengan Rp200.000 per hari, membuka tiga platform sekaligus membuat tiap platform kekurangan hasil untuk dibaca. Mulai dari satu platform, lalu tambah yang kedua setelah closing rate dan biaya per chat-nya terbaca. Lihat biaya iklan Facebook dan cara beriklan di TikTok.
07Pakai angka nyata dari WhatsApp, bukan tebakan
Hitungan budget hanya seakurat angka yang dimasukkan. Ads Manager menunjukkan biaya dan jumlah percakapan, tetapi closing di chat tidak tercatat di sana kecuali dikirim balik sebagai event.
Di Dalekta, chat yang masuk lewat link rotator atau iklan Click to WhatsApp menjadi lead di tahap Masuk WA, lalu dicatat sampai Closing beserta nominalnya. Di Campaign Report, closing rate per campaign adalah kolom Closing dibagi kolom WhatsApp, yang berisi jumlah lead. Bila Meta Ads terhubung di Ad Connections dan akun iklannya dipilih, report membaca Spend Meta per campaign dan per ad set yang ID-nya cocok. Kolom CPL WhatsApp (Spend dibagi WhatsApp) adalah biaya per chat dengan rasio chat ke lead 100%, dan kolom pilihan Biaya per closing bisa langsung dibandingkan dengan laba kotor per closing. Lihat Dashboard & Report.
Pilih rentang tanggal eksplisit, karena Semua Data tidak dipakai untuk menghitung biaya. Closing dihitung pada tanggal closing dan lead pada tanggal chat masuk, jadi pakai periode minimal sepanjang waktu rata-rata lead Anda sampai closing. Aturannya ada di Attribution & Counting Rules. Biaya Google Ads belum dibaca Dalekta, jadi untuk Google pakai angka belanja di akun Google Ads Anda.
08Sumber resmi, dibaca 20 Oktober 2026
Halaman TikTok diperbarui Juli 2026.
09Pertanyaan umum
Berapa budget iklan yang ideal?
Tidak ada angka yang berlaku untuk semua bisnis. Budget yang pas cukup untuk mencapai target closing dengan biaya per closing di bawah laba kotor per closing. Kalau hasilnya lebih besar dari dana yang ada, turunkan target atau perbaiki closing rate dulu, jangan memotong budget sambil berharap target tetap tercapai.
Bagaimana menghitung budget iklan dari target omzet?
Bagi target omzet dengan nilai order rata-rata untuk mendapat target closing. Target Rp30.000.000 dengan nilai order Rp1.500.000 berarti 20 closing. Setelah itu hitung seperti biasa: bagi dengan closing rate dan rasio chat ke lead, lalu kalikan dengan biaya per chat.
Berapa persen dari omzet yang aman untuk budget iklan?
Tidak ada persen baku. Batas atasnya adalah margin kotor: dengan margin 30%, iklan yang menghabiskan lebih dari 30% omzet yang dihasilkannya sudah rugi sebelum biaya lain dihitung. Contoh di artikel ini memakai Rp6.000.000 untuk omzet Rp30.000.000, atau 20%, sehingga masih ada sisa untuk gaji admin dan biaya operasional.
Berapa budget iklan per hari untuk mulai?
Meta memberi dua patokan: budget harian umumnya minimal 10 kali biaya rata-rata per hasil, dan ad set biasanya keluar dari fase pembelajaran setelah sekitar 50 hasil seminggu. Dengan Rp15.000 per hasil, angkanya Rp150.000 dan sekitar Rp107.000 per hari, jadi pakai yang lebih besar untuk satu ad set.



