01Cara kerja bid strategy di lelang iklan
Setiap kali ada ruang iklan yang bisa diisi, misalnya di feed Instagram atau di halaman hasil penelusuran Google, platform menjalankan lelang untuk memilih iklan yang tayang saat itu. Tawaran (bid) adalah cara Anda ikut lelang tersebut. Hampir tidak ada pengiklan yang mengetik tawaran untuk setiap lelang. Anda memilih bid strategy, lalu sistem iklan menawar atas nama Anda mengikuti aturan dan target yang dipilih.
Meta membagi pilihannya menjadi tiga jenis. Tawaran berdasarkan belanja mengejar hasil sebanyak mungkin sambil membelanjakan budget sepenuhnya. Tawaran berdasarkan sasaran menjaga biaya rata-rata per hasil atau ROAS di dekat target yang Anda isi. Tawaran manual memasang batas tawaran tertinggi di setiap lelang. Google mengelompokkan strateginya menurut tujuan, yaitu konversi, klik, visibilitas, atau view dan interaksi untuk iklan video. Strategi untuk konversi dan nilai konversi termasuk Smart Bidding, yaitu kumpulan strategi tawaran otomatis yang memakai AI Google untuk mengejar konversi atau nilai konversi di setiap lelang.
Bid strategy berbeda dari budget. Budget menentukan berapa uang yang boleh dibelanjakan. Bid strategy menentukan apa yang dikejar dengan uang itu dan seberapa agresif sistem menawar. Besarnya budget dibahas di cara menentukan budget iklan, dan hitungannya dari target closing bisa dibuat di kalkulator budget iklan. Di Meta, bila budget dipegang campaign (CBO), bid strategy dipilih di level campaign dan satu campaign hanya memakai satu bid strategy. Untuk mencoba bid strategy lain, Meta menyarankan campaign terpisah.
02Jenis bid strategy di Meta Ads dan Google Ads
Tabel ini memakai nama yang tertulis di Pusat Bantuan Meta versi Indonesia dan di Google Ads Help, dibaca pada 20 Oktober 2026. Nama di akun Anda bisa sedikit berbeda menurut bahasa antarmuka.
| Platform | Bid strategy | Yang dikejar sistem | Yang Anda isi |
|---|---|---|---|
| Meta | Volume tertinggi (Highest volume) | Hasil sebanyak mungkin dari budget, tanpa target biaya. Budget dibelanjakan penuh. | Budget saja. |
| Meta | Nilai tertinggi (Highest value) | Pembelian dengan nilai tertinggi dari budget, tanpa target ROAS. | Budget, plus nilai konversi yang terkirim ke Meta. |
| Meta | Sasaran biaya per hasil (Cost per result goal) | Konversi sebanyak mungkin dengan biaya rata-rata per hasil di dekat target. | Target biaya per hasil, misalnya Rp 30.000 per percakapan. |
| Meta | Sasaran ROAS (ROAS goal) | Nilai konversi sebanyak mungkin dengan ROAS rata-rata mingguan di dekat target. | Target ROAS. Contoh Meta: anggaran $100 yang diharapkan menghasilkan pembelian sekitar $110 diisi 1,100. |
| Meta | Batas tawaran (Bid cap) | Tawaran di setiap lelang tidak melewati batas, walau persaingan sedang ketat. | Tawaran maksimal per lelang. |
| Maximize conversions | Konversi sebanyak mungkin dengan membelanjakan budget penuh, tanpa target CPA. | Budget, plus conversion tracking. | |
| Target CPA | Konversi sebanyak mungkin pada biaya rata-rata per konversi yang Anda tetapkan. | Target CPA, plus conversion tracking. | |
| Target ROAS | Nilai konversi sebanyak mungkin pada target ROAS. | Target ROAS dalam persen, plus nilai untuk setiap konversi. | |
| Manual CPC | Klik, dengan tawaran yang Anda atur sendiri. | Max CPC per ad group, keyword, atau penempatan. |
Google juga punya Maximize conversion value, yang mengejar nilai konversi tanpa target ROAS, serta strategi untuk klik dan visibilitas seperti Maximize clicks dan Target impression share. Mulai Juni 2026 Google memperbarui label strateginya. Maximize conversions with a Target CPA berganti nama menjadi Target CPA, dan Maximize conversion value with a Target ROAS menjadi Target ROAS. Bila Anda membaca panduan lama, kedua nama itu merujuk ke strategi yang sama.
Cara menulis target ROAS berbeda di dua platform. Google memakai persen: penjualan $5 dari biaya iklan $1 berarti target ROAS 500%. Meta memakai angka desimal, sehingga ROAS 110% ditulis 1,100. Jadi bila Anda ingin setiap Rp 1.000.000 biaya iklan kembali sebagai Rp 3.000.000 penjualan, itu ROAS 3. Di Google Anda menulis 300%, di Meta angka desimal 3. Rumus dan arti ROAS dibahas di halaman tersendiri.
03Cara memilih bid strategy dan angka targetnya
- Belum punya data: Meta menyarankan menjalankan Volume tertinggi atau Nilai tertinggi lebih dulu untuk mendapat patokan. Google menyebut Target CPA bisa dipakai tanpa riwayat konversi, asal conversion tracking sudah terpasang.
- Tahu batas biaya per hasil: pakai Sasaran biaya per hasil di Meta atau Target CPA di Google. Meta menyarankan mengisi biaya paling tinggi yang masih sanggup Anda bayar per hasil, bukan angka serendah mungkin.
- Nilai tiap penjualan berbeda jauh: pakai Sasaran ROAS atau Target ROAS, dengan syarat nilai konversi terkirim. Isi ROAS terendah yang masih bisa Anda terima. Untuk optimasi nilai, Meta menyarankan uji pertama minimal 3 minggu tanpa sasaran ROAS, lalu menambahkan sasaran ROAS sesudahnya.
- Perlu batas keras per lelang: Batas tawaran di Meta atau Manual CPC di Google. Meta menyarankan batas tawaran hanya untuk pengiklan yang bisa memperkirakan conversion rate dengan akurat dan menghitung tawaran yang tepat.
Bila sudah ada riwayat, Meta memberi titik awal: sasaran biaya per hasil 10 sampai 20% di atas CPA rata-rata terakhir, atau sasaran ROAS 10 sampai 20% di bawah ROAS rata-rata terakhir. Contohnya, CPA rata-rata Rp 50.000 berarti target awal sekitar Rp 55.000 sampai Rp 60.000. Ruang ini memberi sistem keleluasaan tanpa jauh dari target. Meta juga menulis bahwa menawar lebih rendah untuk audiens yang paling mungkin membeli tidak membuat biaya lebih efisien, malah bisa memotong peluang tayang.
Target berbasis sasaran butuh data yang cukup. Meta menyarankan 50 sampai 100 konversi mingguan atau lebih untuk sasaran biaya per hasil dan sasaran ROAS. Hasil sasaran ROAS dinilai dari rata-rata mingguan, dan Meta meminta Anda menunggu minimal 7 hari setelah perubahan sebelum menilai ulang. Mengganti bid strategy termasuk significant edit yang mengembalikan ad set ke masa belajar. Mengubah angka sasaran biaya per hasil, sasaran ROAS, atau batas tawaran bisa juga, tergantung besar perubahannya.
Di Google, Target ROAS untuk campaign Search dan Shopping butuh minimal 15 konversi dalam 30 hari terakhir. Google mengingatkan bahwa target ROAS yang terlalu tinggi bisa membatasi traffic. Saat target diubah, sistem langsung bereaksi, tetapi butuh 1 sampai 2 siklus konversi untuk mencapai target baru.
04Di alur iklan ke WhatsApp
Di bisnis yang closing lewat WhatsApp, hasil yang dibeli iklan biasanya percakapan atau lead, sedangkan untung atau rugi baru terlihat di Closing. Karena itu angka target bid strategy sebaiknya ditarik mundur dari Closing, bukan dari biaya per chat yang terasa wajar. Contoh berikut memakai angka rekaan.
- Hitung batas per closing. Harga paket Rp 500.000 dengan margin kotor 40% memberi laba kotor Rp 200.000. Itu biaya iklan per closing yang masih impas, dan ROAS impas bisnis ini 1 ÷ 40% = 2,5.
- Turunkan ke event yang dioptimalkan. Bila 1 dari 5 chat closing, biaya per chat paling mahal Rp 200.000 × 20% = Rp 40.000. Sasaran biaya per hasil Rp 30.000 menyisakan ruang laba. Ingat bahwa hasil yang dihitung Meta bisa berbeda dari jumlah chat yang benar-benar masuk.
- Untuk sasaran ROAS, isi angka di atas ROAS impas, misalnya 3 dan bukan 2,5. ROAS tepat di titik impas berarti seluruh laba kotor habis untuk iklan.
- Setelah seminggu, bandingkan target dengan closing sungguhan, bukan hanya dengan angka di Ads Manager.
Nilai tertinggi dan sasaran ROAS butuh nilai konversi. Menurut halaman Meta tentang Maximize value of conversions, nilai itu dikirim lewat Conversions API (wajib) dan Meta Pixel. Untuk iklan web, pilihan ini ada di campaign Sales dengan lokasi konversi seperti Website. Sasaran ROAS juga mensyaratkan Meta Pixel atau Meta SDK yang berfungsi. Dalekta mengirim Closing sebagai event Purchase beserta nominalnya lewat Meta CAPI, bila Event Mapping Closing ke Purchase aktif dan nominal closing terisi. Event itu tercatat di Meta sebagai event website. Apakah ad set Anda memenuhi syarat value optimization tetap ditentukan Meta.
Untuk iklan Click to WhatsApp, Dalekta tidak memakai jalur Conversions API for Business Messaging dan tidak mengirim ctwa_clid ke Meta. Jadi jangan anggap nominal closing dari Dalekta sebagai sinyal nilai untuk ad set yang lokasi konversinya WhatsApp. Angka target untuk ad set seperti itu tetap Anda hitung dari closing rate seperti langkah di atas.
Jumlah juga menentukan. Bisnis yang closing 6 kali sepekan jauh di bawah 50 sampai 100 konversi mingguan yang disarankan Meta, jadi ad set yang mengejar Purchase dengan sasaran ROAS kemungkinan sulit stabil. Pilihan yang lebih realistis adalah mengejar event yang lebih sering, seperti Lead saat chat masuk, sambil tetap mengirim Closing dengan nominal agar datanya terkumpul di Meta. Hubungannya dengan masa belajar ad set dibahas di learning phase.
Untuk memeriksa apakah target di Ads Manager sejalan dengan penjualan, buka Campaign Report dengan rentang tanggal tertentu. Kolom Closing dan Revenue per campaign berasal dari lead, dan Spend campaign Meta tampil bila Meta Ads terhubung di Ad Connections dan akun iklannya dipilih. Laporan juga menampilkan ROAS Dalekta, yaitu Revenue dibagi Spend, yang bisa Anda bandingkan dengan sasaran ROAS. Angkanya bisa berbeda dari purchase ROAS di Ads Manager, karena dihitung dari closing yang tercatat di Dalekta pada periode itu.
Untuk Google, Campaign Report tidak membaca biaya Google Ads, jadi biaya dan ROAS campaign Google tetap dibaca di Google Ads. Target CPA dan Target ROAS di sana butuh konversi yang tercatat. Upload konversi dari Dalekta ke Google Ads masih beta, jadi ikuti Google Ads Setup dan pastikan konversinya benar-benar muncul di Google Ads sebelum tawaran diserahkan ke Smart Bidding.
05Sumber resmi, dibaca 20 Oktober 2026
Pernyataan tentang Meta dan Google di halaman ini dibaca dari halaman resmi berikut pada 20 Oktober 2026. Kedua platform bisa mengubah nama dan syarat bid strategy, jadi cek ulang sebelum mengubah setelan akun Anda.
06Kesalahan yang sering terjadi
- Mengisi sasaran biaya per hasil dari angka yang terasa murah, bukan dari laba per closing. Target Rp 10.000 per chat bisa menahan penayangan, karena saat persaingan ketat Meta mendahulukan target daripada tambahan volume, padahal bisnis pada contoh di atas baru impas di Rp 40.000 per chat.
- Memilih sasaran ROAS atau Nilai tertinggi tanpa nilai konversi yang benar. Closing yang dicatat tanpa nominal, atau Purchase yang dikirim terlalu awal saat chat baru masuk, membuat sistem mengejar nilai yang salah.
- Mengubah target atau bid strategy setiap hari. Meta menilai sasaran ROAS dari rata-rata mingguan, dan menurut Meta mengganti bid strategy adalah significant edit yang membuat ad set mengulang learning phase.
- Mengira batas tawaran sama dengan batas biaya. Menurut Meta, batas tawaran mengatur tawaran tertinggi di tiap lelang, bukan biaya aktual di laporan, dan batas yang terlalu rendah bisa menahan penayangan.
07Pertanyaan umum
Apa itu bidding dalam iklan?
Bidding adalah cara pengiklan ikut lelang iklan. Setiap kali ada ruang iklan, Meta atau Google menjalankan lelang, dan tawaran Anda ikut menentukan iklan mana yang tayang. Di praktiknya Anda jarang mengetik tawaran per lelang. Anda memilih bid strategy, lalu sistem menawar otomatis mengikuti tujuan dan target yang Anda tetapkan.
Apakah sasaran biaya per hasil membuat biaya pasti di bawah target?
Tidak. Meta menulis bahwa kesesuaian dengan sasaran biaya per hasil maupun sasaran ROAS bukan jaminan, dan hasil aktual bisa berbeda dari target. Sistem menjaga rata-rata mingguan di dekat target, jadi biaya harian bisa naik turun. Batas tawaran pun hanya membatasi tawaran di tiap lelang, bukan biaya yang tampil di laporan.
Bid strategy apa yang cocok untuk iklan ke WhatsApp?
Tergantung event yang dikejar dan jumlahnya. Bila closing masih sedikit per pekan, mulai dari Volume tertinggi atau sasaran biaya per hasil pada chat atau lead, dengan target yang dihitung mundur dari closing rate dan laba per closing. Sasaran ROAS baru masuk akal saat nilai closing terkirim ke Meta dan konversinya sudah sekitar 50 per pekan atau lebih, batas bawah yang disarankan Meta.
Apa bedanya Target CPA dan Target ROAS di Google Ads?
Target CPA mengejar konversi sebanyak mungkin dengan biaya rata-rata per konversi di sekitar target. Target ROAS mengejar nilai konversi dengan rasio nilai terhadap biaya di sekitar target, ditulis dalam persen. Keduanya butuh conversion tracking. Target ROAS juga butuh nilai untuk setiap konversi dan, untuk campaign Search, minimal 15 konversi dalam 30 hari terakhir.
