Lewati navigasi utama

Kalkulator gratis

Kalkulator CPA dan CPL untuk iklan yang closing di WhatsApp

Isi biaya iklan, jumlah lead, dan jumlah closing untuk melihat CPL, CPA (biaya per closing), dan closing rate. Tambahkan revenue dan margin kotor untuk mengetahui CPA tertinggi yang masih impas.

Spend dari Ads Manager untuk periode yang dihitung.
Chat WhatsApp baru dari iklan itu pada periode yang sama.
Transaksi yang berhasil dari lead itu. Isi 0 bila belum ada.
Klik tautan (Link clicks) dari Ads Manager untuk periode yang sama. Dipakai untuk conversion rate dari klik.
Total nilai closing tadi. Dipakai untuk AOV dan CPA tertinggi yang masih impas.
Harga jual dikurangi modal produk, dibagi harga jual.

Angka di atas adalah contoh. Ganti dengan angka Anda, hasilnya langsung dihitung.

Hasil contoh

CPA (biaya per closing)

Rp 1.250.000Biaya iklan yang keluar untuk setiap closing
CPL (biaya per lead atau chat)
Rp 50.000
Closing rate
4%
Conversion rate dari klik
20%
Rata-rata nilai closing (AOV)
Rp 5.000.000
CPA tertinggi yang masih impas
Rp 1.500.000

CPA berada Rp 250.000 di bawah CPA tertinggi yang masih impas. Laba kotor tiap closing menutup biaya iklannya dengan sisa, sebelum biaya lain di luar iklan.

Cara memakai kalkulator CPA

  1. Pilih satu periode, misalnya satu bulan, dan satu campaign atau semua iklan yang ingin dinilai. Pakai periode yang sama untuk semua angka.
  2. Isi biaya iklan dengan spend dari Ads Manager untuk periode dan campaign itu.
  3. Isi jumlah lead atau chat dengan chat WhatsApp baru yang berasal dari iklan itu pada periode yang sama.
  4. Isi jumlah closing dengan transaksi yang berhasil dari lead tersebut. Isi 0 bila belum ada.
  5. Isi klik link dengan Klik tautan (Link clicks) dari Ads Manager bila ingin melihat berapa persen klik yang berubah menjadi chat.
  6. Isi revenue dan margin kotor bila ingin tahu rata-rata nilai closing, CPA tertinggi yang masih impas, dan apakah CPA Anda di bawah atau di atasnya.

Hasil langsung berubah setiap kali Anda mengetik. Semua hitungan berjalan di browser Anda, dan angka yang Anda ketik tidak dikirim atau disimpan.

Cara menghitung CPA iklan dan CPL iklan

Kalkulator ini memakai closing sebagai akuisisi, jadi CPA di sini sama dengan biaya per closing. CPL memakai lead atau chat sebagai penyebutnya. Rumus lengkapnya ada di tabel, dengan contoh dari angka awal kalkulator.

HasilRumusContoh dengan angka awal
CPL (biaya per lead atau chat)Biaya iklan ÷ jumlah leadRp 5.000.000 ÷ 100 = Rp 50.000
CPA (biaya per closing)Biaya iklan ÷ jumlah closingRp 5.000.000 ÷ 4 = Rp 1.250.000
Closing rateJumlah closing ÷ jumlah lead4 ÷ 100 = 4%
Conversion rate dari klikJumlah lead ÷ jumlah klik100 ÷ 500 = 20%
Rata-rata nilai closing (AOV)Revenue ÷ jumlah closingRp 20.000.000 ÷ 4 = Rp 5.000.000
CPA tertinggi yang masih impasAOV × margin kotorRp 5.000.000 × 30% = Rp 1.500.000
VerdictCPA dibanding CPA tertinggi yang masih impas: di bawah, sama (selisih dalam 0,5%), atau di atasRp 1.250.000 lebih rendah dari Rp 1.500.000, jadi di bawah

Angka awal di kalkulator adalah contoh, bukan data bisnis nyata. Biaya iklan, revenue, margin, dan jumlah closing sama dengan contoh di kalkulator ROAS, jadi kedua halaman bisa dibaca berdampingan: biaya per closing Rp 1.250.000 di sini sama dengan di sana.

Membaca hasilnya: CPA dibanding CPA tertinggi yang masih impas

CPA saja belum menjawab apakah iklan untung, karena yang menentukan adalah berapa laba kotor yang ditinggalkan satu closing. Pada contoh di atas rata-rata nilai closing Rp 5.000.000 dengan margin 30% menyisakan laba kotor Rp 1.500.000 per closing sebelum biaya iklan. Itulah CPA tertinggi yang masih impas. CPA Rp 1.250.000 berada Rp 250.000 di bawahnya, dan dari 4 closing sisa laba kotornya Rp 1.000.000, angka yang sama dengan laba kotor setelah biaya iklan di kalkulator ROAS.

  • CPA di bawah CPA tertinggi yang masih impas: laba kotor tiap closing menutup biaya iklannya dan menyisakan laba kotor.
  • CPA sama dengan batas itu, dalam selisih 0,5%: laba kotor tiap closing habis untuk biaya iklan.
  • CPA di atas batas itu: laba kotor tiap closing belum menutup biaya iklan. Turunkan CPA, naikkan nilai closing, atau perbaiki margin.

Baca CPL bersama closing rate. CPL yang rendah belum berarti iklan sehat bila hanya sedikit chat yang berakhir closing, karena CPA adalah CPL dibagi closing rate. Margin di kalkulator adalah margin kotor, jadi biaya lain di luar iklan seperti gaji tim, ongkos kirim, atau sewa belum ikut dihitung.

Dari mana angka lead, closing, dan revenue bila penjualan terjadi di WhatsApp

Untuk iklan yang membawa calon pembeli ke chat WhatsApp, Ads Manager tidak otomatis melihat transaksi yang terjadi di chat, jadi lead, closing, dan revenue perlu dicatat di tempat lain. Di Dalekta, chat menjadi lead di tahap Masuk WA bila pesannya membawa kode tracking [D-...] dari link rotator atau datang dari iklan Click to WhatsApp. Lead lalu bisa naik ke MQL, Prospek, dan Closing, dan tidak semua bisnis memakai semua tahap. Saat lead menjadi Closing, nominal transaksinya wajib tersimpan, diisi tim sales atau diambil Rules dari chat. Tahap dan cara mengisinya ada di dokumentasi Leads.

Di Campaign Report, kolom WhatsApp, Closing, dan Revenue per campaign memberi tiga angka yang kalkulator ini minta. Bila Meta Ads terhubung di Ad Connections dan akun iklannya dipilih, kolom Spend dan CPL (WhatsApp), serta Biaya per closing yang bisa dipilih lewat Atur kolom, tampil untuk campaign Meta yang identitasnya cocok. Syaratnya periode dipilih eksplisit, bukan Semua Data, kalender WIB sebanding, dan delivery lengkap. Bila syarat itu belum terpenuhi, kolomnya tampil tidak tersedia, bukan nol. Penjelasan tiap kolom ada di dokumentasi Dashboard dan Report.

Satu hal yang perlu diperhatikan: Campaign Report mencatat closing pada tanggal closing dan kolom WhatsApp pada tanggal chat, sedangkan biaya iklan mengikuti hari iklan tayang. Closing bulan ini bisa berasal dari chat bulan lalu. Karena itu kalkulator menampilkan catatan bila closing lebih banyak dari lead, dan sebaiknya Anda membandingkan periode yang cukup panjang. Untuk menghitung laba, lanjutkan dengan kalkulator ROAS.

Pertanyaan tentang CPA dan CPL

Bagaimana cara menghitung CPA iklan?

Bagi biaya iklan dengan jumlah akuisisi pada periode yang sama. Kalkulator ini memakai closing sebagai akuisisi, jadi biaya iklan Rp 5.000.000 dengan 4 closing memberi CPA Rp 1.250.000. Bila yang Anda hitung adalah chat atau lead, hasilnya CPL, bukan CPA closing.

Bagaimana cara menghitung CPL iklan?

Bagi biaya iklan dengan jumlah lead atau chat WhatsApp yang berasal dari iklan itu pada periode yang sama. Biaya iklan Rp 5.000.000 dengan 100 chat memberi CPL Rp 50.000. CPL menunjukkan harga satu chat, belum harga satu pembeli, karena tidak semua chat berakhir closing.

Berapa CPA yang dianggap bagus?

Tidak ada angka yang berlaku untuk semua bisnis. Patokannya CPA tertinggi yang masih impas, yaitu rata-rata nilai closing dikali margin kotor. Dengan AOV Rp 5.000.000 dan margin 30%, batasnya Rp 1.500.000. CPA di bawah angka itu menyisakan laba kotor, di atasnya belum menutup biaya iklan.

Kenapa closing rate atau conversion rate tidak tampil?

Kalkulator tidak menampilkan persentase di atas 100%. Closing yang lebih banyak dari lead biasanya berasal dari lead periode sebelumnya, dan klik yang lebih sedikit dari lead berarti kedua angka itu belum dari sumber yang sama. Samakan periode dan sumbernya, lalu isi ulang angkanya.

Apakah angka yang saya isi disimpan?

Tidak. Kalkulator menghitung di browser Anda, dan angka yang Anda ketik tidak dikirim ke Dalekta atau ke pihak lain serta tidak disimpan. Bila halaman dimuat ulang, isian kembali ke angka contoh, jadi catat hasil yang Anda perlukan sebelum menutup halaman.