Lewati navigasi utama
Metrik & funnel

Apa itu AOV? Nilai pesanan rata-rata dan cara menghitungnya

AOV adalah singkatan dari Average Order Value, yaitu nilai rata-rata satu pesanan dalam suatu periode. Rumusnya total revenue dibagi jumlah pesanan. Misalnya 10 pesanan dengan total Rp 5.000.000 menghasilkan AOV Rp 500.000. AOV mengukur nilai satu pesanan. Total belanja satu pelanggan dari waktu ke waktu diukur dengan LTV atau lifetime value.

Disebut juga: Average Order Value, nilai pesanan rata-rata, rata-rata nilai transaksi

AOV: Metrik & funnel

01Rumus AOV dan cara membacanya

AOV dihitung dari dua angka pada periode yang sama: total revenue dan jumlah pesanan yang selesai. Keluarkan dulu pesanan yang dibatalkan atau diretur.

  • Pembilang adalah revenue transaksi yang selesai. Putuskan apakah ongkos kirim dan pajak ikut dihitung, lalu pakai aturan yang sama setiap periode.
  • Penyebut adalah jumlah pesanan, bukan jumlah pembeli. Pembeli yang memesan dua kali dihitung dua pesanan.

Rata-rata bisa menipu. Sembilan pesanan Rp 200.000 ditambah satu pesanan Rp 5.000.000 menghasilkan AOV Rp 680.000, padahal sembilan dari sepuluh pesanan hanya Rp 200.000. Potongan harga bisa menurunkan AOV, sedangkan paket bundling dan tawaran barang tambahan saat sales menutup chat bisa menaikkannya.

02AOV dan ukuran lain di sekitarnya

UkuranRumus umum
AOVTotal revenue dibagi jumlah pesanan.
LTVTotal nilai satu pelanggan selama ia terus membeli.
ROASRevenue dibagi biaya iklan.
Biaya per closingBiaya iklan dibagi jumlah closing.

AOV dan margin bersama-sama membatasi biaya per closing yang masih bisa Anda tanggung. Dengan AOV Rp 450.000 dan margin kotor 40% (ilustrasi), laba kotor tiap pesanan sekitar Rp 180.000. Biaya iklan per closing di atas angka itu berarti satu pesanan belum menutup biaya iklannya.

03Di alur iklan ke WhatsApp

AOV berada di ujung perjalanan klik, chat, lalu closing. Dalekta tidak menghitung AOV dan tidak menampilkannya di Dashboard maupun Campaign Report. Yang tersedia adalah bahannya: kolom Closing dan Revenue di Campaign Report, per platform, campaign, ad set, dan iklan. Anda membaginya sendiri.

Pembaginya adalah jumlah lead Closing. Satu lead hanya menyimpan satu nominal closing, jadi hasilnya nilai rata-rata per closing, yang bisa berbeda dari AOV sebenarnya bila customer yang sama membeli lagi di chat yang sama. Contoh ilustrasi berikut memakai alur landing page ke WhatsApp.

  1. Pengunjung dari iklan menekan tombol WhatsApp di landing page yang memakai link rotator Dalekta. Pesan awal yang sudah terisi membawa kode tracking seperti [D-4HQ8N].
  2. Saat pesan itu masuk, Dalekta mencocokkan kodenya dengan klik tadi dan mencatat lead berstatus Masuk WA. Lead itu terhubung ke campaign asalnya bila URL iklan membawa parameter campaign.
  3. Sales menutup transaksi di chat. Nominalnya diisi manual di Leads, atau dibaca Rules dari pesan sales bila frasa Closing sudah Anda atur. Nominal itu menjadi revenue lead tersebut.
  4. Di Campaign Report, pilih rentang tanggal tertentu, lalu turun ke level campaign. Campaign Diskon Akhir Bulan menunjukkan Closing 12 dan Revenue Rp 9.600.000, jadi Rp 9.600.000 ÷ 12 = Rp 800.000 per closing.
  5. Ulangi untuk campaign lain. Campaign kedua dengan Closing 20 dan Revenue Rp 9.000.000 menghasilkan Rp 450.000. Closing yang lebih banyak belum berarti nilai tiap pesanan lebih besar.

Lead Closing tanpa nominal tetap terhitung di kolom Closing, tetapi tidak menambah Revenue. Closing yang ditandai AI Agent belum tentu memiliki nominal, jadi lengkapi di Leads sebelum membagi. Chat tanpa kode tracking dan tanpa data iklan Click to WhatsApp tidak menjadi lead, jadi closing-nya tidak ikut terhitung.

Pada iklan Click to WhatsApp, baris report memakai nama campaign dari Meta bila Meta Ads terhubung dan akun iklannya dipilih. Tanpa itu baris dikelompokkan dari judul iklan atau ID sumber di pesan WhatsApp. Untuk melihat sebaran nilai, tombol Ekspor di halaman Leads mengunduh file Excel dengan nominal closing di kolom Purchase Value, sehingga Anda bisa mencari median. Filter tanggal di Leads memakai tanggal lead dibuat, bukan tanggal closing.

Pilih rentang tanggal, jangan Semua DataPada rentang tanggal, Campaign Report menghitung Closing dan Revenue pada tanggal closing. Pada Semua Data, kolom Closing menghitung semua lead tersimpan, sedangkan Revenue menjumlahkan semua nominal closing, jadi hasil baginya bukan AOV. Dashboard memakai tanggal chat dimulai, jadi jangan mencampur angkanya dengan Campaign Report.

AOV sendiri tidak memerlukan biaya iklan. Spend campaign Meta tersedia di Campaign Report bila Meta Ads terhubung di Ad Connections dan akun iklannya dipilih. Biaya platform lain dan delivery adset/ad tetap dibandingkan terpisah.

04Kesalahan yang sering terjadi

  • Membagi Revenue dengan Closing dari Semua Data di Campaign Report. Kolom Closing di tampilan itu menghitung semua lead tersimpan.
  • Membagi revenue dengan jumlah lead atau chat masuk. Hasilnya revenue per lead, bukan AOV.
  • Menyamakan AOV dengan nilai satu pelanggan. Total belanja satu pelanggan dari waktu ke waktu diukur dengan LTV.
  • Membandingkan AOV dua campaign hanya dari rata-ratanya. Satu pesanan besar bisa menaikkan AOV padahal sebagian besar pesanannya kecil. Cek sebaran nilainya sebelum memindahkan budget.

05Pertanyaan umum

Apa kepanjangan AOV dan bagaimana rumusnya?

AOV adalah singkatan dari Average Order Value, atau nilai pesanan rata-rata. Rumusnya total revenue dibagi jumlah pesanan pada periode yang sama. Sebagai ilustrasi, revenue Rp 6.000.000 dari 15 pesanan menghasilkan AOV Rp 400.000.

Apa bedanya AOV dan LTV?

AOV menghitung nilai rata-rata satu pesanan. LTV menghitung nilai satu pelanggan dari waktu ke waktu. Pelanggan yang memesan tiga kali, masing-masing Rp 300.000, menyumbang AOV Rp 300.000, sedangkan total belanjanya Rp 900.000 baru terbaca di LTV.

Apakah AOV muncul di laporan Dalekta?

Tidak. Dalekta tidak menghitung AOV. Campaign Report menampilkan kolom Closing dan Revenue per platform, campaign, ad set, dan iklan, sehingga Anda bisa membagi Revenue dengan Closing pada rentang tanggal tertentu. Hasilnya nilai rata-rata per closing, karena satu lead menyimpan satu nominal closing.

AOV berapa yang dianggap bagus?

Tidak ada angka yang bagus untuk semua bisnis, karena AOV bergantung pada harga produk dan margin. AOV Rp 200.000 bisa cukup untuk produk bermargin tebal, tetapi tidak menutup biaya iklan untuk produk bermargin tipis. Bandingkan AOV dengan biaya per closing, margin Anda, dan AOV periode sebelumnya.

06Istilah terkait

Semua istilah

Coba Dalekta

Lihat campaign mana yang benar-benar closing di WhatsApp.

Masuk dengan Google untuk mencoba Signal Lite 7 hari tanpa kartu kredit. Trial Lite tidak mencakup AI Agent.