01Rumus dan cara menghitung conversion rate
Conversion rate dihitung dari dua angka pada kelompok orang yang sama: berapa orang yang melakukan tindakan target, dan berapa orang yang berpeluang melakukannya.
- Konversi (pembilang): tindakan yang Anda tetapkan sebagai hasil, misalnya chat masuk atau closing.
- Dasar hitung (penyebut): pengunjung, klik, atau lead pada tahap sebelum tindakan itu.
Pilihan penyebut mengubah angkanya. Dengan 12 closing yang sama, dasar hitung 150 chat memberi 8%, sedangkan dasar hitung 300 klik memberi 4%.
02Conversion rate di tiap tahap funnel
Perjalanan dari iklan ke closing punya beberapa tahap, dan setiap perpindahan tahap punya conversion rate sendiri. Membandingkan rasio antar tahap memperlihatkan di mana orang paling banyak berhenti. Kerangka tahapnya dibahas di funnel marketing.
| Rasio | Rumus | Yang dijawab |
|---|---|---|
| Kunjungan ke klik | Klik tombol WhatsApp ÷ kunjungan landing page | Seberapa sering halaman berhasil mengajak orang menekan tombol WhatsApp. |
| Klik ke chat | Chat masuk ÷ klik tombol WhatsApp | Berapa klik yang berlanjut menjadi chat. |
| Chat ke closing | Closing ÷ chat masuk | Berapa chat yang berakhir dengan pembelian. |
03Conversion rate dibanding CTR
Conversion rate berbeda dari CTR. CTR berhenti pada klik di iklan, sedangkan conversion rate melihat apa yang terjadi sesudahnya. Baca rasio bersama jumlahnya, karena conversion rate tinggi dengan chat yang sedikit bisa menghasilkan revenue lebih kecil.
04Di alur iklan ke WhatsApp
Di Campaign Report, tahapnya bernama LP Visit, Click CTA, WhatsApp, MQL, Prospek, dan Closing. Dashboard menampilkan satu rasio berlabel Conversion rate, yaitu Closing dibagi lead WhatsApp, dan tabel campaign di Dashboard punya kolom Conversion. Keduanya rasio funnel, bukan metrik biaya. Cara membaca Dashboard dan Campaign Report ada di Dashboard & Report.
Di Dashboard, kartu Perjalanan event juga menampilkan persen dari tahap sebelumnya untuk seluruh workspace. Rasio antar tahap per campaign Anda hitung sendiri. Campaign Report menampilkan jumlah per tahap dan Revenue per campaign. Kolom efisiensinya meliputi CPL (WhatsApp) dan ROAS (Dalekta), serta Biaya per closing lewat Atur kolom, untuk campaign Meta yang memenuhi syarat. Spend campaign Meta tersedia bila Meta Ads terhubung di Ad Connections dan akun iklannya dipilih. Contoh berikut memakai angka ilustrasi untuk satu campaign landing page ke WhatsApp.
- Baca satu baris campaign di Campaign Report: LP Visit 2.000, Click CTA 300, WhatsApp 150, Closing 12, Revenue Rp 30.000.000. Bila kolom LP Visit dan Click CTA belum tampil, klik Atur kolom, pilih keduanya di kelompok Funnel, lalu klik Terapkan.
- Hitung rasio tiap tahap. LP Visit menghitung setiap pengunjung landing page, termasuk yang lalu menekan tombol WhatsApp. Kunjungan ke klik: 300 ÷ 2.000 = 15%. Klik ke chat: 150 ÷ 300 = 50%. Chat ke closing: 12 ÷ 150 = 8%.
- Ambil biaya iklan campaign yang sama, dari kolom Spend di Campaign Report bila tersedia atau dari Ads Manager, misalnya Rp 6.000.000. Biaya per chat = Rp 6.000.000 ÷ 150 = Rp 40.000, dan biaya per closing = Rp 6.000.000 ÷ 12 = Rp 500.000.
- Bandingkan dengan campaign lain yang juga memakai Rp 6.000.000 dan menghasilkan 200 chat serta 6 closing. Biaya per chat lebih murah (Rp 30.000), tetapi chat ke closing hanya 3% dan biaya per closing naik menjadi Rp 1.000.000.
Iklan Click to WhatsApp membuka chat langsung dari iklan, jadi lead-nya tidak punya LP Visit dan Click CTA. Barisnya ada di grup Meta. Bila baris campaign itu juga memuat lead dari landing page, LP Visit dan Click CTA di baris itu hanya berasal dari landing page. Rasio yang bisa dihitung untuk lead Click to WhatsApp hanya chat ke closing, dan nama barisnya mengikuti nama campaign dari Meta bila Meta Ads terhubung dan akun iklannya dipilih, selain itu data iklan di pesan pertama, misalnya judul iklan.
05Kesalahan yang sering terjadi
- Menyebut conversion rate tanpa tahapnya. Angka 8% bisa berarti klik ke chat atau chat ke closing, dan keduanya tidak bisa dibandingkan.
- Menyimpulkan dari sampel kecil. Satu closing dari empat chat tampak seperti 25%, tetapi satu chat baru tanpa closing menurunkannya menjadi 20%.
- Mencampur periode. Closing bulan ini bisa berasal dari chat bulan lalu, sehingga closing dibagi chat bulan ini bisa terlalu tinggi atau terlalu rendah.
06Pertanyaan umum
Apa rumus conversion rate dan apa itu CVR?
Rumusnya jumlah konversi dibagi jumlah pengunjung atau lead, lalu dikali 100%. CVR adalah singkatan dari conversion rate, jadi keduanya istilah yang sama, dan padanannya dalam bahasa Indonesia adalah rasio konversi atau tingkat konversi. Sebagai ilustrasi, 8 closing dari 200 chat memberi conversion rate 4%.
Berapa conversion rate yang dianggap bagus?
Tidak ada angka yang berlaku untuk semua bisnis. Conversion rate dipengaruhi harga produk dan kesiapan audiens untuk membeli. Bandingkan campaign Anda sendiri pada tahap yang sama dan periode yang setara, lalu perhatikan arah perubahannya dari waktu ke waktu.
Apakah Dalekta menampilkan conversion rate?
Ya. Dashboard punya kartu Conversion rate yang menghitung Closing dibagi lead WhatsApp, dan tabel campaign di Dashboard punya kolom Conversion. Di Dashboard, kartu Perjalanan event menampilkan persen dari tahap sebelumnya untuk seluruh workspace. Campaign Report menampilkan jumlah per tahap dan Revenue tanpa kolom rasio antar tahap, jadi rasio kunjungan ke klik atau klik ke chat per campaign Anda hitung sendiri dari angka-angkanya.
Kenapa conversion rate di Dashboard berbeda dari hitungan saya?
Dashboard mengelompokkan lead berdasarkan tanggal chat dimulai, sedangkan Campaign Report mencatat Closing dan Revenue pada tanggal closing. Closing yang terjadi pada periode ini bisa berasal dari chat periode sebelumnya, sehingga rasio yang Anda hitung dari Campaign Report bisa berbeda dari kartu di Dashboard.
