01Tahap umum dalam funnel marketing
Tidak ada satu versi baku. Model yang umum dipakai membagi perjalanan menjadi tiga bagian: atas, tengah, dan bawah funnel.
| Bagian funnel | Posisi calon pelanggan | Contoh kegiatannya |
|---|---|---|
| Atas (awareness) | Baru tahu bisnis Anda ada. | Iklan yang tayang dan konten edukasi. |
| Tengah (consideration) | Mulai mencari informasi dan membandingkan. | Membuka landing page dan bertanya lewat chat. |
| Bawah (decision) | Siap memutuskan. | Menerima penawaran dan membayar. |
Funnel sendiri adalah kerangka berpikir. Angkanya datang dari metrik yang mengukur perpindahan antar tahap, misalnya conversion rate.
02Membaca penurunan di tiap tahap
Total klik atau total chat tidak menunjukkan letak masalahnya. Funnel memecah hasil per tahap, sehingga penurunan terbesar bisa diperbaiki lebih dulu.
| Penurunan besar terjadi di | Yang biasanya perlu dicek |
|---|---|
| Dari iklan ke kunjungan | Kreatif iklan dan kecepatan halaman terbuka. |
| Dari kunjungan ke klik tombol | Penawaran di landing page dan posisi tombol WhatsApp. |
| Dari klik ke chat | Pesan awal yang terisi otomatis dan apakah customer mengirimnya. |
| Dari chat ke prospek | Kecepatan dan kualitas balasan sales. |
| Dari prospek ke closing | Harga dan tindak lanjut sales. |
03Di alur iklan ke WhatsApp
Dalekta membaca funnel lewat enam status lead, dari kunjungan landing page sampai closing: Visit LP, Click CTA, Masuk WA, MQL, Prospek, dan Closing.
| Tahap | Yang memindahkan lead ke sana |
|---|---|
| Visit LP | Script tracking di landing page mencatat pengunjung. Satu pengunjung dihitung satu kali, walau membuka halaman berulang. |
| Click CTA | Pengunjung mengeklik link WhatsApp dari rotator Dalekta. Link itu menyisipkan kode [D-XXXXX] di pesan awal. |
| Masuk WA | Customer mengirim pesan pertama yang membawa kode tracking, atau pesan pertama yang membawa data iklan Click-to-WhatsApp. |
| MQL | Jumlah pesan dari customer mencapai batas yang diatur di Rules, bawaannya 10. |
| Prospek | Pesan dari sales memuat frasa Prospek yang Anda isi di Rules. |
| Closing | Pesan dari sales memuat frasa Closing beserta nominal. Closing manual juga wajib memakai nominal. |
Status juga bisa diubah manual di Leads oleh owner, admin, dan sales, dan oleh AI Agent pada workspace yang memakainya.
Lead dari iklan CTWA tidak melewati landing page, jadi funnel-nya mulai dari Masuk WA. Pesan pertama yang membawa data iklan membuat lead berstatus Masuk WA dengan kode berawalan CTWA-.
Contoh ilustrasi untuk satu campaign landing page: 1.000 pengunjung, 120 mengeklik tombol WhatsApp, 60 menjadi Masuk WA, 25 MQL, 10 Prospek, dan 4 Closing. Separuh dari yang mengeklik tidak sampai Masuk WA. Sebabnya bisa customer tidak mengirim pesan, atau mengirimnya setelah menghapus kode dari pesan awal. Chat tanpa kode dan tanpa data iklan CTWA tidak tercatat sebagai Masuk WA.
Campaign Report menampilkan jumlah tiap tahap per sumber dan campaign. Kolom WhatsApp (tahap Masuk WA), MQL, Prospek, Closing, dan Revenue tampil secara bawaan, sedangkan LP Visit dan Click CTA ditambahkan lewat Atur kolom. Delivery spend pada report belum tersedia per ad set atau iklan. Untuk iklan CTWA, barisnya memakai nama campaign dari Meta bila Meta Ads terhubung dan akun iklannya dipilih, selain itu judul iklan atau ID sumber.
Bila Meta Ads terhubung lewat Ad Connections dan akun iklannya dipilih, Campaign Report memuat Spend, Impressions, dan Ad clicks per campaign Meta. Funnel dicocokkan lewat ID akun dan campaign. Detail akun tetap tersedia, sedangkan delivery adset/ad belum tersedia.
04Kesalahan yang sering terjadi
- Menilai iklan dari tahap atas saja. Iklan dengan klik atau chat paling murah belum tentu menghasilkan closing terbanyak, jadi baca sampai Closing dan Revenue.
- Membaca funnel dari preset Semua Data di Campaign Report. Preset itu menghitung semua lead tersimpan di kolom WhatsApp sampai Closing, jadi angkanya tidak menunjukkan penyusutan antar tahap. Pilih rentang tanggal tertentu.
- Membandingkan iklan CTWA dan iklan landing page dengan funnel yang sama. Iklan CTWA tidak punya tahap Visit LP dan Click CTA, jadi bandingkan mulai dari Masuk WA.
- Membiarkan frasa Prospek dan Closing di Rules kosong. Bawaannya kosong, jadi Rules belum menaikkan lead ke dua tahap itu sampai frasanya diisi atau status diubah manual.
05Pertanyaan umum
Apa bedanya funnel marketing dan sales funnel?
Banyak orang memakai keduanya bergantian untuk perjalanan calon pelanggan dari iklan sampai pembelian. Bila dibedakan, marketing funnel mencakup tahap menarik perhatian sampai calon pelanggan menjadi lead, sedangkan sales funnel mencakup tahap setelahnya sampai closing. Di Dalekta keduanya terbaca dalam satu urutan enam status lead.
Apa saja tahap funnel marketing?
Model yang umum membagi funnel menjadi tiga bagian: atas (awareness), tengah (consideration), dan bawah (decision). Sebagian tim menambah tahap setelah pembelian. Jumlah dan nama tahap boleh disesuaikan dengan bisnis, asalkan tiap tahap bisa dihitung dan jelas apa yang memindahkan orang ke tahap berikutnya.
Berapa tahap funnel di Dalekta?
Ada enam tahap: Visit LP, Click CTA, Masuk WA, MQL, Prospek, dan Closing. Iklan CTWA mulai dari Masuk WA karena tidak melewati landing page. Jumlah tiap tahap tampil di Campaign Report bersama Revenue.
Bagaimana mengetahui biaya per tahap funnel?
Bila Meta Ads terhubung di Ad Connections dan akun iklannya dipilih, Campaign Report menyediakan CPL (WhatsApp), serta Biaya per MQL dan Biaya per closing lewat Atur kolom, untuk campaign Meta yang identitas, coverage, kalender, dan mata uangnya memenuhi syarat. Untuk tahap lain, data yang belum cocok, atau level adset/ad, ambil Spend yang setara dari Ads Manager dan hitung manual. Sebagai ilustrasi, Spend Rp 2.000.000 dengan 40 lead Masuk WA berarti Rp 50.000 per lead Masuk WA.
