Lewati navigasi utama
WhatsApp & lead

Apa itu Rotator WhatsApp? Satu link untuk membagi chat ke banyak nomor

Rotator WhatsApp adalah satu link yang membagi chat masuk ke beberapa nomor WhatsApp. Calon customer mengeklik link yang sama, lalu diarahkan ke salah satu nomor sales atau CS menurut aturan pembagian, misalnya bergiliran atau menurut bobot persen. Sebagian rotator juga mencatat klik dan menyisipkan kode ke pesan awal, sehingga chat yang masuk bisa dicocokkan dengan klik asalnya.

Disebut juga: WhatsApp rotator, link rotator WhatsApp, WA rotator

Rotator WhatsApp: WhatsApp & lead

01Cara kerja rotator WhatsApp

  1. Anda membuat satu link rotator dan memilih beberapa nomor WhatsApp milik tim sales atau CS.
  2. Link itu dipasang di tombol WhatsApp pada landing page atau di bio media sosial.
  3. Calon customer mengeklik link. Rotator memilih satu nomor berdasarkan aturan pembagian yang Anda atur.
  4. Browser dialihkan ke chat dengan nomor terpilih, biasanya dengan pesan awal yang sudah terisi.

Link wa.me biasa hanya menunjuk ke satu nomor, jadi tim dengan tiga sales tidak bisa berbagi satu link tanpa perantara. Rotator adalah perantara itu.

02Cara rotator membagi chat

Aturan pembagian berbeda antar layanan. Di Dalekta, tiap nomor diberi bobot dalam persen. Setiap bobot harus di atas 0 dan totalnya harus 100.

KondisiCara nomor dipilih
Semua nomor berbobot sama, misalnya dua nomor masing-masing 50Giliran berurutan. Setelah satu nomor menerima klik, nomor berikutnya mendapat giliran, dan urutan kembali ke awal setelah semua kebagian.
Bobot berbeda, misalnya 50, 30, dan 20Dalekta memilih nomor dengan rasio jatah terhadap bobot paling rendah, dihitung dari pembagian terbaru di rotator itu. Contoh ilustrasi: dari 8 pembagian terakhir, A (50) menerima 4, B (30) menerima 3, dan C (20) menerima 1. Klik berikutnya ke C karena 1/20 lebih rendah dari 4/50 dan 3/30.
Hanya sebagian nomor yang terhubungHanya nomor berstatus Terhubung yang ikut giliran.
Tidak ada nomor yang terhubungLink tetap membagi chat di antara nomor yang masih punya sesi di menu WhatsApp Session, termasuk yang terputus.
Pengunjung tidak terikat ke satu salesRotator tidak membaca riwayat pengunjung saat memilih nomor. Setiap klik dibagi menurut giliran atau bobot, jadi pengunjung yang kembali bisa diarahkan ke sales yang berbeda dari chat sebelumnya.

03Data yang dicatat rotator

DataIsinya
Click CTAKlik pada link rotator. Klik ini menjadi tahap Click CTA pada lead.
Nomor penerimaNomor yang terpilih untuk klik itu.
Kode trackingKode [D-XXXXX] yang disisipkan ke pesan awal.
Parameter iklanUTM dan click ID seperti fbclid, bila ikut terbawa di link.
Detail teknisJenis perangkat, browser, lokasi, dan informasi teknis lain dari pengunjung, yang tampil di bagian Detail teknis & pelacakan pada lead.

04Di alur iklan ke WhatsApp

Pada alur landing page ke WhatsApp, rotator berdiri di antara tombol dan chat, tempat tahap Click CTA tercatat. Berikut contoh ilustrasi dari iklan sampai closing.

  1. Calon customer membuka landing page dari iklan Meta. Script tracking membaca UTM dan click ID dari URL bila ada, lalu mencatat tahap Visit LP.
  2. Ia mengeklik tombol WhatsApp yang berisi link rotator. Dalekta mencatat klik itu sebagai Click CTA dan memilih nomor sales penerima.
  3. Template pesan di rotator berbunyi [kode] Halo, saya tertarik dengan penawaran dari iklan. Rotator mengganti [kode] dengan kode tracking, misalnya [D-K7M2X], lalu membuka WhatsApp dengan pesan yang sudah terisi.
  4. Customer mengirim pesan itu. Dalekta membaca kode di pesan pertama, mencocokkannya dengan klik tadi, dan mengubah lead menjadi Masuk WA.
  5. Tim sales melanjutkan chat. Status naik ke MQL, Prospek, dan Closing, misalnya lewat Rules atau perubahan manual. Revenue dari Closing yang punya nominal terbaca per campaign di Campaign Report.

Halaman WhatsApp Rotator menampilkan Klik, Lead, dan CVR tiap rotator. CVR adalah Lead dibagi Klik, dan Lead hanya menghitung chat yang masuk dengan kode dari rotator itu. Dalam ilustrasi, 200 klik dan 38 lead memberi CVR 19%.

Iklan CTWA tidak lewat rotator. Tombolnya membuka chat langsung, jadi lead-nya dibuat dari pesan pertama yang membawa informasi iklan dan dimulai di Masuk WA tanpa Click CTA. Langkah memasang rotator ada di dokumentasi WhatsApp Rotator, dan urutan pemasangan dari iklan Meta dibahas di cara tracking WhatsApp dari Facebook Ads.

05Kesalahan yang sering terjadi

  • Menyisakan link wa.me manual di tombol lain pada landing page. Klik lewat tombol itu tidak melewati rotator dan pesannya tidak membawa kode tracking, sehingga chatnya tidak menjadi lead dan tidak muncul di Campaign Report.
  • Menganggap Click CTA sama dengan chat masuk. Klik hanya berarti link dibuka. Lead baru naik ke Masuk WA setelah customer mengirim pesan yang membawa kode, jadi pesan yang kodenya dihapus customer tidak terpasangkan ke klik asalnya.
  • Membiarkan nomor di rotator terputus. Selama masih ada nomor yang terhubung, nomor yang terputus tidak mendapat giliran, jadi chat hanya terbagi di antara nomor yang terhubung.

06Pertanyaan umum

Apa bedanya rotator WhatsApp dan link wa.me biasa?

Link wa.me biasa menunjuk ke satu nomor tetap. Rotator adalah link perantara yang memilih satu dari beberapa nomor, lalu mengalihkan pengunjung ke chat. Di Dalekta, perantara itu juga mencatat Click CTA dan menyisipkan kode [D-XXXXX] ke pesan awal, sehingga chat yang masuk bisa dicocokkan dengan klik asalnya.

Apakah rotator WhatsApp sama dengan CTWA?

Tidak sama. Rotator adalah link yang Anda pasang di landing page atau bio untuk membagi chat ke beberapa nomor. CTWA adalah format iklan Meta yang tombolnya membuka WhatsApp langsung. Iklan CTWA tidak melewati rotator, dan informasi iklannya ikut di pesan pertama bila WhatsApp meneruskannya.

Apakah pengunjung yang sama selalu diarahkan ke sales yang sama?

Tidak. Rotator di Dalekta tidak membaca riwayat pengunjung saat memilih nomor. Setiap klik dibagi menurut giliran atau bobot, sehingga pengunjung yang kembali bisa mendapat sales yang berbeda dari sebelumnya.

Apa yang terjadi bila rotator tidak aktif atau tidak punya nomor?

Rotator yang tidak aktif, tidak ditemukan, atau tidak punya nomor mengalihkan pengunjung ke beranda Dalekta. Bila akses billing workspace tidak aktif atau kuota lead harian habis, pengunjung melihat halaman Link WhatsApp tidak aktif. Cek status rotator sebelum iklan tayang.

07Istilah terkait

Semua istilah

Coba Dalekta

Lihat campaign mana yang benar-benar closing di WhatsApp.

Coba Signal Lite 7 hari tanpa kartu kredit, atau pilih jadwal demo bersama tim Dalekta.