01Lima parameter UTM
Parameter UTM ditulis setelah tanda tanya di URL, dan satu parameter dipisahkan dari yang lain dengan tanda &. Source, medium, dan campaign lazim dipakai sebagai inti. Content dan term opsional.
| Parameter | Menjawab | Contoh nilai |
|---|---|---|
utm_source | Dari mana pengunjung datang. | instagram |
utm_medium | Lewat jalur apa, misalnya iklan berbayar atau email. | paid |
utm_campaign | Dari campaign yang mana. | promo_oktober |
utm_content | Dari versi iklan atau kreatif yang mana. | video_testimoni |
utm_term | Kata kunci pada iklan pencarian berbayar. Template Meta di Dalekta mengisinya dengan nama ad set. | audiens_jakarta |
https://contoh.example/promo?utm_source=instagram&utm_medium=paid&utm_campaign=promo_oktober&utm_content=video_testimoni&utm_term=audiens_jakartaURL di atas hanya ilustrasi. Tulis nilai dengan pola yang sama di semua iklan, misalnya huruf kecil dan garis bawah, karena sebagian alat analytics membaca Instagram dan instagram sebagai dua sumber berbeda.
02Parameter dinamis di iklan Meta
Meta menyediakan parameter dinamis berbentuk {{campaign.name}}, {{adset.name}}, dan {{ad.name}}. Meta mengganti penanda itu dengan nama campaign, ad set, dan iklan yang sebenarnya pada URL tujuan, jadi satu pola bisa dipakai di banyak iklan.
utm_source=meta&utm_medium=paid&utm_campaign={{campaign.name}}&utm_term={{adset.name}}&utm_content={{ad.name}}Pola ini ditempel di kolom URL Parameters pada tingkat iklan di Ads Manager, tanpa tanda tanya di depannya. Dalekta menyediakan template yang bisa disalin di Tracking Ads, tab UTM. Template lengkap yang juga membawa ID campaign, ad set, dan iklan dijelaskan di URL Parameter Meta Ads.
03Di alur iklan ke WhatsApp
UTM bekerja di alur landing page ke WhatsApp (LPWA). Pesan WhatsApp tidak membawa UTM dari halaman sebelumnya, jadi Dalekta menangkapnya saat landing page terbuka lalu menyambungkannya ke chat lewat kode tracking. Contoh ilustrasi berikut memakai URL iklan dengan utm_source=instagram, utm_campaign=promo_oktober, dan utm_content=video_testimoni.
- Calon customer mengetuk iklan Instagram dan landing page terbuka dengan UTM tadi di URL.
- Tracker Dalekta di landing page membaca UTM dan mencatat kunjungan sebagai lead berstatus Visit LP. UTM juga disimpan di browser pengunjung, jadi tetap terbaca di halaman lain yang memasang tracker.
- Pengunjung menekan tombol WhatsApp. Tracker menambahkan UTM dan kode tracking ke tautan rotator Dalekta. Rotator mencatat Click CTA dan mengisi pesan WhatsApp dengan kode seperti
[D-7KM2Q]. - Customer mengirim pesan pertama yang memuat kode itu. Dalekta mencocokkannya ke klik tadi, jadi lead Masuk WA membawa UTM yang sama.
- Sales menutup penjualan. Closing diisi manual dengan nominal, atau dibaca Rules dari pesan sales bila frasa Closing sudah Anda atur. Nominal itu menjadi revenue lead tersebut.
Di detail lead, bagian Sumber lead menampilkan UTM pada baris Sumber, Campaign, Ad set, Iklan, dan Medium. Campaign Report mengelompokkan lead per platform, lalu campaign, ad set, dan iklan. Pada ilustrasi ini, baris promo_oktober menunjukkan WhatsApp 36 dan Closing 4. Tiap closing bernilai Rp 2.000.000, jadi revenue barisnya Rp 8.000.000. Semua angka rekaan.
Nama campaign dibaca dari utm_campaign, lalu campaign_name, lalu ID campaign bila keduanya kosong. Untuk lead Meta, ad set dan iklan dibaca dari utm_term dan utm_content, kecuali adset_name dan ad_name ikut terkirim.
utm_source yang berisi meta, facebook, atau instagram membantu Dalekta mengenali lead sebagai lead Meta. Itu berpengaruh ke Meta CAPI, karena event hanya dikirim untuk lead yang terdeteksi berasal dari Meta. Tracker juga membaca click ID seperti fbclid pada URL yang sama, dibahas di Click ID.
04Kesalahan yang sering terjadi
- Mengharapkan nama campaign dari UTM pada lead iklan Click to WhatsApp. Lead itu tidak membawa UTM dari URL, jadi lihat bagian Atribusi CTWA di detail lead.
- Menulis nama campaign dengan pola berbeda untuk iklan yang sama, misalnya
promo_oktoberdanpromo-oktober, atau mengganti nama campaign di tengah periode. Campaign Report memperlakukan tiap nama sebagai baris sendiri, jadi angkanya terpecah. - Memasang UTM pada tautan antarhalaman di situs Anda sendiri. Tracker menyimpan nilai terbaru untuk tiap parameter, jadi UTM dari tautan internal menimpa UTM iklan yang sudah tersimpan di browser pengunjung.
- Memakai redirect atau pemendek tautan yang membuang query string. UTM yang sudah terbuang tidak sampai ke tracker, sehingga lead tampil tanpa campaign, ad set, dan iklan.
05Pertanyaan umum
Apa kepanjangan UTM?
UTM adalah singkatan dari Urchin Tracking Module. Urchin adalah perangkat lunak analytics yang kemudian diakuisisi Google dan menjadi dasar Google Analytics. Kini UTM dipakai di banyak alat untuk membaca label asal kunjungan dari URL. Parameternya ada lima: source, medium, campaign, content, dan term.
Apa bedanya UTM dan click ID?
UTM adalah label yang Anda tulis sendiri di URL, jadi mudah dibaca dan bisa memuat nama campaign. Click ID seperti fbclid dan gclid ditambahkan platform iklan ke URL saat iklan diklik, berupa kode yang hanya bisa diartikan platform itu. Satu klik bisa membawa keduanya, dan Dalekta membaca keduanya.
Apakah UTM wajib dipasang agar Dalekta bisa melacak?
Tidak wajib agar lead tercatat, karena chat dicocokkan ke klik lewat kode tracking di pesan pertama. Tanpa UTM, laporan tidak tahu nama campaign, ad set, dan iklannya. Lead dari iklan Meta yang tidak membawa nama maupun ID campaign masuk ke baris Tanpa campaign, dan lead tanpa sinyal iklan sama sekali masuk ke Organic. Pasang UTM di setiap iklan yang tujuannya landing page.
Apakah iklan Click to WhatsApp bisa memakai UTM?
Tidak. Klik iklan CTWA membuka WhatsApp tanpa halaman web, jadi tidak ada URL tempat UTM bisa dibaca. Asal chat dibaca dari data iklan di pesan pertama bila WhatsApp meneruskannya. UTM baru berlaku bila iklan Anda mengarah ke landing page, lalu pengunjung lanjut ke WhatsApp lewat tombol di halaman itu.
