01Link rotator WhatsApp dan link wa.me biasa: apa bedanya untuk iklan
Rotator WhatsApp adalah link perantara. Pengunjung membukanya, rotator memilih satu nomor dari daftar penerima, lalu mengalihkan pengunjung ke chat dengan nomor itu. Untuk iklan, perantara itu memberi dua hal yang tidak dimiliki link biasa: chat terbagi ke beberapa nomor, dan setiap klik tercatat sehingga chat yang masuk bisa dihubungkan kembali ke iklan asalnya. Definisi lengkap istilahnya ada di glosarium. Artikel ini fokus pada cara membuat dan memakainya untuk iklan.
Pembandingnya adalah link click to chat resmi WhatsApp. Menurut halaman bantuan WhatsApp yang dibaca pada 14 Oktober 2026, link itu berbentuk wa.me/<nomor> dengan nomor lengkap dalam format internasional, bisa membawa pesan terisi lewat parameter text, dan berfungsi di ponsel maupun WhatsApp Web. Halaman itu hanya mendokumentasikan nomor tujuan dan pesan terisi, tanpa parameter untuk membawa informasi iklan ke dalam chat.
| Aspek | Link wa.me biasa | Link rotator Dalekta |
|---|---|---|
| Nomor tujuan | Satu nomor tetap. | Beberapa session. Satu dipilih tiap klik menurut bobot. |
| Pesan awal | Teks bebas, atau kosong. | Template dengan kode unik per pengunjung, misalnya [D-K7M2X]. |
| Klik | Tidak tercatat di sisi Anda. | Tercatat sebagai Click CTA beserta nomor penerimanya. |
| Asal iklan | UTM dan click ID tidak ikut ke chat. | Disimpan Dalekta saat klik, lalu dihubungkan ke chat lewat kode. |
| Chat menjadi lead | Tidak. Chat tanpa kode tersimpan di Inbox sebagai Non-lead dan tidak masuk Leads. | Ya, setelah pesan berkode masuk. Status lead naik ke Masuk WA. |
| Nomor sedang terputus | Tidak ada pengganti. Link tetap menunjuk nomor itu. | Session Terhubung dipilih lebih dulu, yang terputus dilewati selama masih ada yang Terhubung. |
02Rencanakan dulu: berapa rotator, berapa nomor, berapa bobot
Empat keputusan di depan menentukan seberapa bersih datanya nanti.
- Satu rotator per landing page atau penawaran. Daftar rotator menampilkan Klik, Lead, dan CVR untuk tiap rotator, dan detail lead menyebut rotator yang diklik. Dua penawaran yang memakai satu rotator tidak bisa dipisahkan di daftar itu.
- Nomor penerima dan bobotnya. Bobot dalam persen mencerminkan kapasitas, bukan peringkat. CS yang sanggup membalas dua kali lebih banyak diberi bobot dua kali lebih besar. Satu nomor dengan bobot 100 juga sah, dan tetap memberi catatan klik serta kode lead.
- Batas paket. Per 14 Oktober 2026, batas paket adalah Signal Lite 2 nomor WhatsApp dan 3 link rotator, Signal Pro 5 dan 10, serta Signal Max 10 dan 30, total untuk satu akun dan dipakai bersama semua workspace-nya. Cek Billing & Limit untuk angka terbaru.
- Tidak ada jadwal jam kerja. Pengaturan rotator hanya berisi nama, domain, slug, pesan awal, deeplink, penerima, dan bobot, jadi pembagian tidak mengenal shift. Untuk mengeluarkan satu CS sementara, edit rotator, hapus centang sessionnya, dan atur ulang bobot sampai totalnya 100.
Sediakan satu akun WhatsApp di luar daftar penerima untuk mengirim pesan uji nanti. Rantai lengkap dari parameter URL sampai laporan campaign ada di cara tracking WhatsApp dari Facebook Ads.
03Langkah 1: siapkan session untuk tiap nomor CS
Rotator hanya bisa memilih nomor yang sudah punya session di Dalekta, jadi mulailah dari sana. Buka WhatsApp → Sessions, tambah session, beri nama yang jelas seperti CS Utama atau Sales 2, scan QR dengan aplikasi WhatsApp di ponsel nomor itu, lalu tunggu statusnya Terhubung. Nama session ikut tampil di daftar penerima rotator dan di kolom Session pada Leads, jadi nama yang rapi mempermudah pembacaan hasil nanti.
Ulangi untuk setiap nomor yang akan menerima chat iklan. Cara menambah dan memulihkan session dijelaskan di dokumentasi WhatsApp Session.
04Langkah 2: isi link dan pesan awal
Buka WhatsApp → WA Rotator, lalu klik Buat rotator. Hanya owner dan admin workspace yang bisa membuat, mengedit, dan menghapus rotator. Formulirnya dua langkah, dan langkah pertama bernama Link & pesan. Referensi semua pengaturan ada di dokumentasi WhatsApp Rotator. Kolomnya sebagai berikut:
| Kolom | Isi yang disarankan | Catatan |
|---|---|---|
| Nama rotator | Nama yang dikenali tim, misalnya Promo Ramadan. | Tampil di daftar rotator dan di detail lead. |
| Domain | Alamat bawaan dalekta.id/KODE_WORKSPACE, atau custom domain Anda yang sudah aktif. | Menyiapkan custom domain dijelaskan di Custom Domain Setup. |
| Slug link | promo-ramadan | Wajib diisi dan tidak boleh mengandung spasi. Slug menjadi bagian akhir link. |
| Pesan awal WhatsApp | [kode] Halo, saya tertarik dengan penawaran dari iklan. | Selalu diawali [kode]. Bila bagian itu terhapus, formulir menambahkannya lagi. |
| Deeplink WhatsApp | Aktif, sesuai bawaan. | Di ponsel, link membuka aplikasi WhatsApp langsung. Di desktop tetap memakai wa.me. |
Link rotator:
https://dalekta.id/KODE_WORKSPACE/wa/promo-ramadan
Pesan yang terisi di WhatsApp calon customer (kode hanya rekaan):
[D-K7M2X] Halo, saya tertarik dengan penawaran dari iklan.[D-, jadi jangan mengubahnya tanpa alasan kuat.05Langkah 3: pilih penerima dan bobot
Klik Lanjut untuk membuka langkah kedua di formulir, Penerima & bobot. Centang session yang akan menerima chat, lalu isi bobot tiap session. Setiap kali Anda menambah atau menghapus centang, bobot dibagi rata lagi, jadi pilih semua session lebih dulu dan ubah angkanya sesudahnya. Tombol Bagi rata, yang muncul bila Anda memilih lebih dari satu session, mengembalikan pembagian merata. Rotator hanya bisa disimpan lewat tombol Buat rotator bila setiap bobot di atas 0 dan totalnya tepat 100.
| Contoh tim | Bobot | Alasan |
|---|---|---|
| Dua CS dengan jam kerja sama | 50 dan 50 | Kapasitas setara, pembagian bergiliran. |
| Tiga orang, satu senior | 50, 30, dan 20 | Yang berpengalaman menangani lebih banyak chat. |
| Satu nomor saja | 100 | Tidak ada pembagian, tetapi klik dan kode lead tetap tercatat. |
Setelah disimpan, daftar rotator menampilkan status. Siap berarti rotator aktif, bobotnya berjumlah 100, dan semua penerima Terhubung. Perlu perhatian muncul bila belum ada penerima, total bobot bukan 100, atau ada penerima yang sessionnya hilang atau belum Terhubung. Periksa status ini sebelum iklan tayang.
06Langkah 4: pasang link di semua tombol WhatsApp
Salin link dengan tombol salin di daftar rotator, lalu jadikan tujuan semua tombol WhatsApp di landing page. Periksa tombol di bagian atas halaman, tombol sticky di ponsel, floating button, footer, dan halaman terima kasih. Satu link wa.me yang tertinggal membuat chat dari tombol itu masuk tanpa kode dan tidak menjadi lead.
- Pasang tracking script satu kali di landing page. Salin dari Tracking Ads, tab Tracking Code. Script membaca UTM dan click ID dari URL halaman, lalu menambahkannya ke setiap link rotator di halaman. Script hanya mengenali link dari dalekta.id dan custom domain yang tercantum di dalamnya, jadi salin ulang script setelah Anda menambahkan custom domain. Detailnya ada di dokumentasi Tracking Ads.
- Pakai elemen
<a href>untuk tombol. Tombol yang membuka WhatsApp lewat JavaScript bisa lolos dari penambahan parameter, sehingga kliknya tercatat sebagai klik langsung dari rotator, dengan platform Shortlink di report. - Untuk iklan Meta yang mengarah ke landing page, pasang URL Parameters di level iklan agar nama campaign, ad set, dan iklan ikut terbawa. Templatenya dibahas di UTM tracking WhatsApp.
07Langkah 5: uji klik dan pesan pertama sebelum iklan tayang
Uji sekali dari ujung ke ujung supaya masalah ketahuan sebelum budget berjalan. Klik uji dihitung seperti klik biasa, jadi angka Klik di daftar rotator ikut naik. Uji lewat Test link, bukan lewat URL iklan dengan utm_source=meta atau fbclid. Lead yang membawa tanda itu dibaca sebagai lead Meta, dan bila Pixel serta mapping event sudah aktif, eventnya bisa masuk ke data Pixel yang asli, bukan ke Test Events.
- Di daftar rotator, klik Test link, atau buka link rotator di ponsel.
- Pastikan WhatsApp terbuka dengan pesan yang diawali kode
[D-...], dan nomor penerimanya salah satu CS di rotator. - Kirim pesan yang terisi itu apa adanya dari akun WhatsApp lain. Jangan memakai nomor penerima untuk mengirimnya.
- Buka Leads dan cari kodenya. Pencarian kode menemukan lead walau masih di tahap Click CTA. Statusnya harus Masuk WA dan kolom Session menunjuk CS yang menerima. Bila statusnya masih Click CTA, pesan belum terpasang ke klik, biasanya karena kodenya terhapus atau berubah.
- Buka lagi daftar rotator. Angka Lead naik satu setelah pesan berkode masuk.
- Untuk melihat nomor lain ikut mendapat giliran, klik Test link beberapa kali dengan jeda lebih dari 10 detik. Dua klik dalam 10 detik dari browser yang sama dianggap satu pengunjung dan masuk ke nomor yang sama.
08Cara chat dibagi ke tiap nomor
Yang dibagi rotator adalah klik pengunjung baru, bukan chat. Tidak semua klik menjadi chat, jadi jumlah chat per CS bisa menyimpang dari bobot walau pembagian kliknya sudah benar. Aturan berikut sesuai cara Dalekta bekerja per 14 Oktober 2026.
| Kondisi | Cara nomor dipilih |
|---|---|
| Semua bobot sama, misalnya 50 dan 50 | Bergiliran. Klik berikutnya ke nomor yang urutannya tepat setelah penerima klik terakhir di rotator itu, lalu kembali ke awal setelah nomor terakhir. Urutan putarnya ditentukan Dalekta, bukan urutan centang Anda. |
| Bobot berbeda, misalnya 60 dan 40 | Dalekta menghitung rasio jumlah klik yang sudah diterima tiap nomor terhadap bobotnya, dari klik rotator itu dalam 30 hari terakhir dan paling banyak 500 klik terbaru. Nomor dengan rasio terendah mendapat klik berikutnya. Bila seri, nomor dengan klik lebih sedikit didahulukan, lalu yang berbobot lebih besar. |
| Pengunjung yang sama membuka link lagi, dikenali dari kode pengunjung yang ditambahkan tracking script | Diarahkan ke nomor yang sama: tujuan klik sebelumnya, atau nomor yang sudah menangani chat bila chat sudah mulai. Bila nomor itu tidak tersedia lagi, klik dibagi seperti biasa. Klik ulang tidak membuat lead, event, atau webhook baru. |
| Link dibuka tanpa kode pengunjung, misalnya dari bio | Dua klik pada link yang sama dari alamat dan browser yang sama dalam 10 detik dianggap satu pengunjung. Klik di luar jeda itu dihitung sebagai pengunjung baru, dengan kode dan lead baru, dan bisa mendapat nomor lain. |
Contoh dengan angka rekaan: dua CS berbobot 60 dan 40. Dari 10 klik terakhir, A menerima 5 dan B menerima 5. Rasio A adalah 5 dibagi 60, sekitar 0,083, lebih rendah dari rasio B yaitu 5 dibagi 40, atau 0,125. Klik berikutnya ke A. Karena dihitung dari riwayat klik, pembagian cenderung mengikuti bobot dalam jangka panjang. Ia bukan jatah harian yang dikunci.
09Jika satu nomor offline atau link tidak bisa dipakai
Sebelum memilih nomor, rotator memeriksa status session tiap penerima. Selama minimal satu session Terhubung, hanya session yang Terhubung ikut giliran dan nomor yang terputus dilewati. Bila tidak ada satu pun yang Terhubung tetapi session-nya masih terdaftar, klik tetap dibagi di antara session itu. Dokumentasi WhatsApp Session menyebut distribusi lead bisa terganggu selama session terputus, jadi cek status sebelum menaikkan budget dan lakukan klik uji setelah scan ulang QR.
Tabel berikut merangkum apa yang dialami pengunjung dalam kondisi yang berbeda, dibaca dari cara rotator memprosesnya.
| Kondisi | Yang dialami pengunjung | Klik tercatat |
|---|---|---|
| Normal, atau sebagian nomor terputus | Diarahkan ke WhatsApp dengan pesan berkode. | Ya |
| Tidak ada session Terhubung, tetapi session masih terdaftar | Tetap diarahkan ke salah satu session itu. | Ya |
| Rotator tidak aktif, slug atau domain tidak cocok, rotator tanpa penerima, atau tidak ada penerima yang punya session | Dialihkan ke beranda dalekta.id, bukan ke WhatsApp. | Tidak |
| Akses billing workspace tidak aktif | Melihat halaman Link WhatsApp tidak aktif. | Tidak |
| Kuota lead harian paket habis | Tetap diarahkan ke WhatsApp, tetapi pesannya tanpa kode. | Tidak |
| Sistem gagal mencatat klik | Melihat halaman Link WhatsApp sementara belum tersedia, dan perlu mencoba lagi. | Tidak |
| Crawler, pratinjau link, atau permintaan berlebihan dari satu sumber dalam waktu singkat | Tetap diarahkan ke WhatsApp. | Tidak |
Baris ketiga, keempat, dan keenam membuat pengunjung tidak sampai ke WhatsApp padahal klik iklan sudah dibayar. Baris kelima membuat pengunjung sampai, tetapi chatnya tidak menjadi lead. Batas leads per hari mengikuti paket di Billing & Limit, dan owner serta admin mendapat pemberitahuan di aplikasi saat kuota penuh. Rotator tidak memblokir pengunjung hanya karena kuota habis.
10UTM dan parameter URL di link rotator
Ada dua jalur parameter masuk ke rotator. Jalur pertama dari landing page: tracking script membaca UTM dan click ID dari URL halaman, menyimpannya di browser, lalu menambahkannya ke setiap link rotator berbentuk <a href>, bersama ID pengunjung dan kode lead. Rotator membaca parameter itu saat link dibuka dan menyimpannya di catatan klik dan lead. Penjelasan tiap parameter ada di URL Parameter Meta Ads.
Jalur kedua adalah parameter yang Anda tulis sendiri di link rotator. Rotator membaca parameter dari URL-nya sendiri, jadi link yang dibuka langsung dari bio, broadcast, email, atau pesan juga bisa membawa sumbernya. Tanpa landing page ber-tracker tidak ada Visit LP, dan klik itu hanya terhitung sebagai Click CTA, seperti dijelaskan di Attribution & Counting Rules. UTM-nya tersimpan di lead dan terbaca di Sumber lead pada detail lead. Namun di Campaign Report, klik rotator yang tidak lewat tracking script dikelompokkan di platform Shortlink, per rotator, walau linknya membawa UTM.
https://dalekta.id/KODE_WORKSPACE/wa/promo-ramadan?utm_source=newsletter&utm_medium=email&utm_campaign=promo-ramadanutm_source yang berisi meta, facebook, fb, instagram, atau ig sebagai tanda lead Meta. Bila Pixel ID, Access Token, dan mapping event sudah aktif, status lead seperti itu dikirim ke Meta sebagai event. Pakai nama sumber lain, seperti newsletter atau bio-profil, untuk link yang bukan iklan Meta.11Membaca hasil per CS dan per campaign
Satu klik rotator menghasilkan satu lead dengan dua keterangan: campaign asalnya dan session penerimanya. Karena itu hasilnya bisa dibaca dari dua arah.
| Pertanyaan | Di mana dibaca | Yang terlihat |
|---|---|---|
| Rotator mana yang mendatangkan chat? | WhatsApp → WA Rotator | Klik, Lead, dan CVR tiap rotator. CVR adalah Lead dibagi Klik, dan Lead hanya menghitung chat yang masuk dengan kode dari rotator itu. |
| CS mana yang menerima berapa lead? | Dashboard, kartu Detail performa, pilih Tim | Per session: Lead, Menunggu, Respons, MQL, Closing, dan Revenue. Tabel ini memuat lima session dengan lead terbanyak, jadi untuk session di luar lima itu pakai filter Sales di halaman Leads. |
| Lead milik satu CS | Leads, panel Filter, pilih Sales | Daftar lead CS itu beserta statusnya. Kolom Session menunjukkan session yang menerima chat. |
| Campaign mana yang menghasilkan closing? | Campaign Report | Dikelompokkan per platform, campaign, ad set, dan iklan. Kolom bawaannya antara lain Spend, WhatsApp, MQL, Prospek, Closing, dan Revenue. LP Visit dan Click CTA bisa ditambahkan lewat Atur kolom. |
| Klik rotator yang dibuka dari bio, broadcast, atau email | Campaign Report, platform Shortlink | Satu baris per rotator, untuk klik yang tidak lewat landing page ber-tracker. |
| Rotator apa yang diklik satu lead? | Detail lead, bagian Sumber lead | Baris Rotator, di samping campaign, ad set, iklan, dan medium. |
Untuk menyilangkan CS dan campaign, buka Leads, pilih Campaign dan Sales sekaligus di panel Filter, lalu bandingkan chip Closing. Cara ini menjawab pertanyaan seperti apakah CS tertentu menutup lebih banyak dari campaign yang sama. Revenue hanya muncul bila nominal Closing terisi, entah diisi sales saat mengubah status atau diambil Rules dari chat.
- Bandingkan CS pada periode yang cukup panjang dan setelah bobot terakhir diubah. Klik yang dibagi sama rata belum berarti chat yang masuk sama banyak.
- Kolom Menunggu menghitung lead yang pesan terakhirnya dari customer dan belum dibalas, sedangkan Respons memakai median waktu balas pertama. Datanya dari pesan yang dicatat session, jadi perlakukan sebagai indikator dan cocokkan dengan chat asli di Inbox.
- Bila Klik jauh lebih besar dari Lead, penyebabnya bisa di tombol, kode yang terhapus, atau orang yang tidak jadi mengirim pesan. Diagnosisnya ada di klik banyak tapi chat sedikit.
Hasil per CS baru bermakna bila status lead dan nominal closing diisi konsisten oleh semua CS. Untuk melihat rotator sebagai satu mata rantai antara klik iklan dan revenue, baca pilar tracking closing WhatsApp dari iklan.
12Bacaan lanjutan
13Pertanyaan umum
Apa itu link rotator WhatsApp dan untuk apa dipakai di iklan?
Link rotator WhatsApp adalah satu link yang membagi klik ke beberapa nomor sales atau CS. Untuk iklan, link ini dipasang di tombol landing page agar chat terbagi ke tim dan setiap klik tercatat. Di Dalekta pesan awalnya membawa kode [D-XXXXX], sehingga chat yang masuk bisa dihubungkan ke iklan asalnya.
Bagaimana cara membuat link rotator WhatsApp?
Hubungkan nomor CS di WhatsApp → Sessions sampai statusnya Terhubung. Lalu buka WhatsApp → WA Rotator, klik Buat rotator, isi nama, slug, dan pesan awal, pilih session penerima dengan bobot yang totalnya 100, dan simpan. Salin linknya, pasang di tombol landing page, lalu uji dengan satu klik dan satu pesan.
Bagaimana rotator membagi chat ke beberapa CS?
Rotator membagi klik, bukan chat. Bila bobot semua nomor sama, nomor dipilih bergiliran. Bila bobotnya berbeda, Dalekta memilih nomor dengan rasio klik terhadap bobot terendah dari riwayat 30 hari. Pengunjung yang sama diarahkan ke nomor yang sama, jadi jumlah chat per CS bisa berbeda dari bobot.
Apa yang terjadi bila salah satu nomor di rotator offline?
Selama masih ada session Terhubung, nomor yang terputus dilewati dan klik dibagi di antara yang Terhubung. Bila tidak ada satu pun yang Terhubung, klik tetap dibagi di antara session terdaftar dan distribusi lead bisa terganggu. Bila tidak ada penerima yang punya session, pengunjung dialihkan ke beranda dalekta.id, bukan ke WhatsApp.
Bagaimana mengetahui lead berasal dari iklan dan CS yang mana?
Detail lead menampilkan campaign, ad set, iklan, dan rotator, sedangkan kolom Session dan filter Sales di Leads menunjukkan CS penerimanya. Dashboard memuat ringkasan per session di bagian Tim. Syaratnya pengunjung membuka link rotator dari tombol, dan calon customer mengirim pesan tanpa menghapus kodenya.
Apakah link rotator bisa dipakai untuk iklan Click to WhatsApp?
Tidak. Iklan Click to WhatsApp membuka chat langsung dari iklan, tanpa link rotator. Lead-nya dibuat dari informasi iklan yang ikut di pesan pertama. Rotator dipakai untuk iklan yang mengarah ke landing page, serta untuk link di bio, broadcast, atau email yang ingin dicatat kliknya.


