Lewati navigasi utama
Metrik & funnel

Apa itu CTR? Rasio klik iklan dan kenapa CTR tinggi belum tentu closing

CTR adalah singkatan dari Click-Through Rate, yaitu persentase tayangan iklan yang berujung klik. Rumusnya jumlah klik dibagi jumlah tayangan, dikali 100%. CTR menunjukkan seberapa sering iklan menarik klik. Angka ini tidak mengukur kualitas chat, sehingga CTR tinggi belum tentu menghasilkan lead yang cocok atau closing.

Disebut juga: Click-Through Rate, Click Through Rate, rasio klik-tayang

CTR: Metrik & funnel

01Rumus CTR dan cara membacanya

CTR dihitung dari dua angka pada campaign dan periode yang sama.

  • Klik: Ads Manager memisahkan beberapa jenis klik, antara lain klik tautan dan semua klik, jadi ada lebih dari satu versi CTR.
  • Tayangan (impressions): berapa kali iklan muncul di layar. Orang yang melihat iklan tiga kali dihitung tiga tayangan.

02Membaca CTR tinggi dan rendah

Tidak ada angka CTR bagus yang berlaku untuk semua iklan. Nilainya berbeda menurut industri, format, penempatan, dan audiens. Pada CPM yang sama, CTR yang lebih tinggi membuat CPC lebih rendah.

PolaKemungkinan artinyaYang diperiksa
CTR tinggi, chat dan closing sedikitIklan menarik klik, tetapi tawarannya tidak sejalan dengan halaman tujuan atau audiensnya kurang cocok.Isi iklan dan landing page.
CTR rendah, chat dan closing baikIklan menarik lebih sedikit orang, tetapi yang mengklik lebih siap berbicara dengan sales.Jumlah chat dan biaya per closing sebelum iklan dimatikan.

03Di alur iklan ke WhatsApp

Pada alur landing page ke WhatsApp, CTR hanya mencakup langkah pertama, dari tayangan ke klik. Langkah berikutnya terjadi di luar Ads Manager: orang mengetuk link rotator dan tercatat Click CTA, mengirim pesan pertama berkode [D-XXXXX] dan tercatat WhatsApp, lalu bisa naik ke MQL, Prospek, dan Closing.

Campaign Report menyediakan CTR (all) sebagai kolom pilihan untuk campaign Meta, bila Meta Ads terhubung di Ad Connections dan akun iklannya dipilih: semua Ad clicks dibagi Impressions, dikali 100%. Angka ini berbeda dari CTR klik tautan dan Click CTA Dalekta. Pasang parameter URL iklan, termasuk ID akun dan campaign, agar delivery dan funnel dapat dicocokkan.

Contoh berikut ilustrasi dua campaign landing page ke WhatsApp pada 1 sampai 14 Oktober.

  1. Dari Ads Manager: campaign A dan B sama-sama menghabiskan Rp 4.000.000 dan tayang 100.000 kali. A mendapat 2.500 klik tautan, B mendapat 1.200.
  2. Hitung CTR. A: 2.500 ÷ 100.000 × 100% = 2,5%. B: 1.200 ÷ 100.000 × 100% = 1,2%. A tampak lebih menarik.
  3. Dari Campaign Report untuk rentang yang sama, dengan kolom Click CTA ditambahkan lewat Atur kolom. A: Click CTA 250, WhatsApp 50, Closing 2, Revenue Rp 10.000.000. B: Click CTA 240, WhatsApp 60, Closing 5, Revenue Rp 25.000.000.
  4. Bagi biaya dengan jumlah closing. A: Rp 4.000.000 ÷ 2 = Rp 2.000.000 per closing. B: Rp 4.000.000 ÷ 5 = Rp 800.000 per closing.

Campaign A menang di CTR, tetapi biaya per closing dan Revenue-nya kalah dari B. Bisa jadi iklan A menjanjikan sesuatu yang tidak ada di landing page, atau kliknya datang dari audiens yang kurang cocok.

Iklan Click to WhatsApp tidak melewati landing page, jadi tidak punya LP Visit dan Click CTA. Pembandingnya hanya kolom WhatsApp pada barisnya di grup Meta. Baris itu memakai nama campaign dari Meta bila Meta Ads terhubung dan akun iklannya dipilih, selain itu judul iklan.

Angka Ads Manager dan Dalekta bisa berbedaKlik di Ads Manager dan Click CTA di Dalekta dicatat di tempat berbeda. Click CTA dicatat saat link rotator Dalekta diketuk, satu kali per kode tracking, jadi ketukan berulang tidak menambah hitungan. Closing dan Revenue dicatat pada tanggal closing, jadi closing satu periode bisa berasal dari klik periode sebelumnya.

04Kesalahan yang sering terjadi

  • Memilih iklan pemenang dari CTR saja. Iklan ber-CTR tinggi bisa menarik klik yang berhenti sebelum chat, seperti campaign A pada contoh di atas.
  • Membandingkan CTR klik tautan dengan CTR semua klik. Pembilangnya berbeda, jadi kedua angka itu tidak sebanding.
  • Menyimpulkan dari tayangan yang masih sedikit. Tiga klik dari 100 tayangan memberi CTR 3%, tetapi angka itu mudah berubah saat tayangan bertambah.

05Pertanyaan umum

Apa kepanjangan CTR dan bagaimana rumusnya?

CTR adalah singkatan dari Click-Through Rate, atau rasio klik-tayang. Rumusnya jumlah klik dibagi jumlah tayangan, lalu dikali 100%. Sebagai ilustrasi, iklan yang tayang 50.000 kali dan diklik 1.000 kali punya CTR 2%. Saat membandingkan, pakai jenis klik yang sama, misalnya sama-sama klik tautan.

Berapa CTR yang dianggap bagus?

Tidak ada angka tunggal yang bisa dijadikan patokan. CTR berbeda menurut industri, format iklan, penempatan, dan audiens. Cara yang lebih aman adalah membandingkan CTR antar iklan Anda sendiri pada periode yang sama, lalu memeriksa apakah chat dan closing-nya ikut sehat.

Apakah CTR muncul di laporan Dalekta?

Ya, bila Meta Ads terhubung di Ad Connections dan akun iklannya dipilih. CTR (all) tersedia sebagai kolom pilihan untuk delivery campaign Meta yang lengkap. Perhitungannya memakai semua Ad clicks, bukan klik tautan atau Click CTA. Impressions nol atau delivery yang belum tersedia menghasilkan nilai tidak tersedia. CTR klik tautan tetap dibaca dari Ads Manager.

Apa bedanya CTR dan conversion rate?

CTR berhenti di klik, yaitu persentase tayangan yang diklik. Conversion rate melihat tahap sesudahnya, misalnya berapa persen chat masuk yang berakhir closing. Keduanya dibaca berdampingan, karena CTR tinggi dengan conversion rate rendah berarti banyak klik yang tidak berlanjut menjadi hasil.

06Istilah terkait

Semua istilah

Coba Dalekta

Lihat campaign mana yang benar-benar closing di WhatsApp.

Masuk dengan Google untuk mencoba Signal Lite 7 hari tanpa kartu kredit. Trial Lite tidak mencakup AI Agent.