01Apa yang masuk ke rumus biaya per closing
- Pembilang adalah biaya iklan, yaitu spend di Ads Manager. Biaya agency atau gaji sales tidak ikut kecuali Anda sengaja memasukkannya.
- Penyebut adalah jumlah closing, bukan jumlah chat. Penyebut lain menghasilkan ukuran lain: CPL membagi dengan jumlah lead, dan CPA dengan aksi yang Anda tetapkan.
Angka ini belum menyatakan untung atau rugi. Bandingkan dengan laba kotor per closing, yaitu sisa dari satu transaksi setelah biaya produk dan sebelum biaya iklan.
02Kenapa chat termurah belum tentu closing termurah
Tabel berikut memakai angka ilustrasi untuk dua iklan di campaign yang sama, masing-masing berbiaya Rp 5.000.000 sebulan.
| Ukuran (ilustrasi) | Iklan A: diskon besar | Iklan B: katalog dan harga |
|---|---|---|
| Biaya iklan | Rp 5.000.000 | Rp 5.000.000 |
| Chat masuk | 250 | 100 |
| Closing | 5 | 10 |
| Closing per 100 chat | 2 | 10 |
| Biaya per chat | Rp 20.000 | Rp 50.000 |
| Biaya per closing | Rp 1.000.000 | Rp 500.000 |
| Hasil bila laba kotor per closing Rp 700.000 | Rugi Rp 300.000 per closing | Untung Rp 200.000 per closing |
Iklan A menang di biaya per chat, Rp 20.000 berbanding Rp 50.000. Namun dari tiap 100 chat, iklan A menghasilkan 2 closing dan iklan B 10, sehingga biaya satu closing iklan B separuh dari iklan A.
Pola ini bisa terjadi bila iklan menarik banyak penanya yang belum siap membeli. Menambah anggaran iklan A belum tentu menambah closing sepadan. Cara mencari tahap tempat chat berhenti ada di iklan banyak chat tetapi tidak closing.
03Di alur iklan ke WhatsApp
Campaign Report menyediakan kolom Biaya per closing untuk campaign Meta: Spend dibagi Closing. Tampilkan kolomnya lewat Atur kolom. Kolom ini terisi bila Meta Ads terhubung di Ad Connections dan akun iklannya dipilih, dengan periode eksplisit, ID akun/campaign yang cocok, delivery lengkap, dan kalender WIB yang sebanding. Contoh berikut memakai angka ilustrasi.
- Pengunjung dari iklan menekan tombol WhatsApp di landing page. Pesan awalnya membawa kode tracking seperti
[D-W6N4T], sehingga chat yang terkirim terpasang ke campaign asal klik sebagai lead Masuk WA. - Sales menutup transaksi. Closing tercatat bila sales mengisi status Closing dengan nominal di Leads, atau bila Rules membaca frasa Closing dan nominal dari pesan sales setelah Anda mengatur frasanya. Closing yang tidak tercatat tidak terhitung.
- Di Campaign Report, pilih rentang tanggal tertentu, bukan Semua Data yang menghitung semua lead di setiap tahap. Klik baris Meta, lalu campaign yang dituju. Misalnya Promo Akhir Bulan menunjukkan 90 WhatsApp dan 6 Closing.
- Ambil Spend campaign yang sama untuk rentang yang sama, misalnya Rp 3.600.000, dari Campaign Report bila Meta Ads terhubung dan akun iklannya dipilih, atau dari Ads Manager. Delivery adset/ad belum tersedia di Dalekta.
- Bagi: Rp 3.600.000 ÷ 6 = Rp 600.000 per closing.
Untuk membandingkan dua iklan seperti pada tabel di atas, turunkan report sampai level iklan dan ambil spend tiap iklan dari Ads Manager. Nama di report mengikuti parameter URL yang terpasang di iklan, jadi cocokkan lewat nama atau ID.
Iklan Click to WhatsApp tidak melewati URL halaman web. Barisnya memakai nama campaign, ad set, dan iklan dari Meta bila Meta Ads terhubung dan akun iklannya dipilih. Tanpa itu barisnya memakai judul iklan dan data sumber dari pesan WhatsApp, dan level ad set hanya menunjukkan aplikasi sumber. Cocokkan lewat judul iklan, atau lewat ID sumber yang tampil di level iklan. Spend dan Biaya per closing tampil di baris campaign bila nama campaign-nya terbaca dari Meta. Baris yang masih memakai judul iklan tidak punya biaya, jadi ambil biayanya dari Ads Manager.
04Kesalahan yang sering terjadi
- Memilih iklan dari biaya per chat saja. Iklan dengan chat termurah bisa paling mahal per closing, seperti iklan A pada tabel di atas.
- Membagi spend satu akun iklan dengan closing satu campaign. Spend akun mencakup semua campaign di akun itu, jadi hasilnya terlalu tinggi.
- Menganggap setiap chat dari iklan terhitung. Chat tanpa kode tracking dan tanpa data iklan Click to WhatsApp tidak menjadi lead, sehingga closing-nya tidak masuk ke campaign mana pun dan biaya per closing tampak lebih mahal.
- Menyimpulkan dari closing yang sedikit. Pada biaya Rp 6.000.000, 2 closing memberi Rp 3.000.000 per closing dan 3 closing memberi Rp 2.000.000.
05Pertanyaan umum
Bagaimana rumus biaya per closing?
Rumusnya biaya iklan dibagi jumlah closing, pada campaign dan periode yang sama. Sebagai ilustrasi, biaya iklan Rp 4.000.000 yang menghasilkan 5 closing berarti biaya per closing Rp 800.000. Hitung dari closing yang tercatat, bukan dari jumlah chat atau lead.
Berapa biaya per closing yang dianggap bagus?
Tidak ada angka yang berlaku untuk semua bisnis. Batasnya adalah laba kotor per closing Anda: selama biaya per closing lebih kecil dari laba kotor satu transaksi sebelum biaya iklan, tiap closing masih menyisakan selisih positif. Hitung batas itu lebih dulu, lalu bandingkan dengan angka campaign Anda, bukan dengan patokan bisnis lain.
Apa bedanya biaya per closing dengan CPL dan biaya per chat?
Ketiganya membagi biaya iklan, tetapi penyebutnya berbeda. Biaya per chat memakai jumlah chat, CPL memakai jumlah lead, dan biaya per closing memakai jumlah closing. Karena closing hanya sebagian dari chat, biaya per closing lebih menggambarkan biaya mendapatkan transaksi, sedangkan dua lainnya menggambarkan biaya mendapatkan penanya.
Dari mana angka biaya per closing kalau closing terjadi di WhatsApp?
Kolom Biaya per closing di Campaign Report, yang ditampilkan lewat Atur kolom, membagi Spend campaign Meta dengan Closing bila Meta Ads terhubung di Ad Connections dan akun iklannya dipilih. ID akun/campaign, delivery lengkap, periode eksplisit, dan kalender WIB harus cocok. Closing nol atau data yang belum cocok menghasilkan nilai tidak tersedia. Untuk baris Click to WhatsApp yang masih memakai judul iklan, adset/ad, atau campaign yang belum cocok, bandingkan dengan biaya di Ads Manager.
