01Penyebut menentukan angkanya
Enam closing yang sama bisa disebut 5%, 15%, atau 40%. Yang berubah hanya penyebutnya. Tabel ini memakai angka ilustrasi dari contoh hitung di atas.
| Penyebut | Hitungan | Closing rate | Yang dijawab |
|---|---|---|---|
| Chat yang masuk | 6 ÷ 120 | 5% | Dari semua orang yang mulai chat, berapa yang membeli. Dipengaruhi mutu iklan dan kerja sales sekaligus. |
| Lead berkualitas (MQL) | 6 ÷ 40 | 15% | Dari lead yang lolos saringan awal, berapa yang membeli. |
| Prospek | 6 ÷ 15 | 40% | Dari calon pembeli yang sudah serius, berapa yang ditutup. Paling dekat ke kemampuan sales menutup penjualan. |
Laporan sales dan laporan iklan bisa memakai penyebut yang berbeda untuk kata yang sama, dan dua angka itu tidak bisa diadu. Sebutkan penyebutnya setiap kali menulis closing rate, misalnya closing rate dari chat.
02Apa yang dihitung sebagai closing
Pembilang juga perlu disepakati. Closing bisa berarti customer bilang jadi, uang muka masuk, atau pelunasan diterima. Pilih satu, tulis, dan pakai terus.
- Hitung transaksi, bukan pesan. Satu orang yang membeli dihitung satu closing.
- Pakai periode yang sama untuk pembilang dan penyebut, dan ingat closing bulan ini bisa berasal dari chat bulan lalu.
- Jangan memasukkan closing dari orang yang tidak ada di penyebut, misalnya pelanggan lama yang memesan ulang lewat nomor pribadi sales.
Di Dalekta, closing adalah lead berstatus Closing. Status itu bisa diisi manual di Leads dengan nominal lebih dari 0, atau dibaca Rules dari pesan CS yang memuat kalimat pemicu dan nominal. Satu lead dihitung satu closing.
03Di alur iklan ke WhatsApp
Campaign Report menampilkan jumlah per tahap, yaitu WhatsApp, MQL, Prospek, dan Closing, ditambah Revenue. LP Visit dan Click CTA bisa ditambahkan lewat Atur kolom. Tidak ada kolom closing rate di sana, jadi Anda membagi kolom Closing dengan kolom tahap yang dipilih sebagai penyebut. Dashboard punya satu kartu berlabel Conversion rate yang isinya Closing dibagi lead WhatsApp, yaitu closing rate dengan penyebut chat. Contoh berikut memakai angka ilustrasi.
- Calon customer menekan tombol WhatsApp di landing page. Pesan awalnya membawa kode tracking seperti
[D-H3T7Q], dan setelah pesan itu terkirim lead tercatat sebagai Masuk WA pada campaign asal kliknya. - Lead naik ke MQL saat pesan customer mencapai batas di Rules, bawaannya 10, dan ke Prospek saat CS mengirim kalimat pemicu yang Anda atur. Keduanya juga bisa diubah manual di Leads.
- Sales menutup penjualan dan mengisi status Closing dengan nominal, misalnya Rp 4.500.000.
- Buka Campaign Report dan pilih rentang tanggal tertentu, misalnya satu bulan. Baris campaign Promo Kusen Oktober menunjukkan WhatsApp 120, MQL 40, Prospek 15, Closing 6, dan Revenue Rp 27.000.000.
- Bagi sendiri: 6 ÷ 120 = 5% dari chat, 6 ÷ 40 = 15% dari MQL, dan 6 ÷ 15 = 40% dari Prospek. Catat penyebut yang dipakai agar bulan depan dihitung dengan cara yang sama.
Jangan memakai pilihan Semua Data untuk hitungan ini. Pada pilihan itu setiap tahap menghitung semua lead, sehingga Closing dibagi WhatsApp tidak lagi berarti closing rate. Untuk iklan Click to WhatsApp, barisnya ada di grup Meta, dan lead-nya tidak punya LP Visit dan Click CTA. Kolom WhatsApp, MQL, Prospek, dan Closing tetap ada, jadi cara baginya sama.
04Closing rate dibanding conversion rate dan biaya per closing
| Metrik | Yang diukur | Bedanya dengan closing rate |
|---|---|---|
| Conversion rate | Persentase perpindahan di tahap mana pun, misalnya kunjungan ke klik atau klik ke chat. | Closing rate adalah conversion rate di tahap terakhir, dengan closing sebagai pembilang. |
| Biaya per closing | Biaya iklan untuk satu closing. | Memasukkan biaya. Closing rate tidak tahu berapa uang yang dikeluarkan. |
| Jumlah closing dan Revenue | Hasil mutlak. | Closing rate tinggi dari chat yang sedikit bisa menghasilkan revenue lebih kecil daripada closing rate sedang dari chat yang banyak. |
Closing rate yang turun tidak selalu berarti sales memburuk. Iklan yang menarik lebih banyak penanya bisa menurunkan closing rate dari chat sambil menaikkan jumlah closing. Baca rasio ini bersama jumlah closing dan funnel di depannya.
05Kesalahan yang sering terjadi
- Menyebut closing rate tanpa penyebut. Angka 40% dari prospek dan 5% dari chat bisa berasal dari closing yang sama.
- Menghitung dari rentang yang terlalu pendek. Closing minggu ini bisa berasal dari chat bulan lalu, jadi closing rate mingguan mudah melonjak atau anjlok tanpa sebab nyata.
- Menyimpulkan dari sampel kecil. Dua closing dari delapan chat adalah 25%, dan satu closing tambahan mengubahnya menjadi 37,5%.
- Mencampur closing yang tercatat dan yang tidak. Penjualan dari chat tanpa kode tracking tidak ada di Campaign Report, sehingga closing rate di report bisa berbeda dari catatan sales.
06Pertanyaan umum
Bagaimana rumus closing rate?
Closing rate dihitung dari jumlah closing dibagi jumlah peluang pada periode yang sama, lalu dikali 100%. Peluang bisa berupa chat yang masuk, MQL, atau prospek. Sebagai ilustrasi, 8 closing dari 160 chat memberi closing rate 5% dari chat. Sebutkan penyebutnya agar angka itu bisa dibandingkan dengan periode berikutnya.
Berapa closing rate yang bagus?
Tidak ada angka yang berlaku untuk semua bisnis. Closing rate dipengaruhi harga produk, lama pertimbangan pembeli, dan penyebut yang dipakai. Bandingkan campaign Anda sendiri pada penyebut dan periode yang sama, lalu perhatikan arah perubahannya. Patokan dari bisnis lain belum tentu memakai definisi yang sama dengan Anda.
Apa bedanya closing rate dan conversion rate?
Conversion rate adalah istilah umum untuk persentase orang yang berpindah dari satu tahap ke tahap berikutnya, misalnya dari klik ke chat. Closing rate adalah conversion rate yang pembilangnya closing. Jadi setiap closing rate adalah conversion rate, tetapi conversion rate belum tentu tentang closing. Keduanya perlu disebut bersama tahap yang dihitung.
Apakah Campaign Report di Dalekta punya kolom closing rate?
Tidak. Campaign Report menampilkan jumlah per tahap, yaitu WhatsApp, MQL, Prospek, dan Closing, serta Revenue, jadi Anda membagi Closing dengan tahap yang dipilih sebagai penyebut. Dashboard menampilkan kartu Conversion rate, yaitu Closing dibagi lead WhatsApp, dan tabel campaign di Dashboard punya kolom Conversion.
