Lewati navigasi utama
WhatsApp & lead

Apa itu Lead? Bedanya dengan chat, MQL, dan customer

Lead adalah calon customer yang sudah menunjukkan minat pada produk atau jasa dan bisa dihubungi kembali, misalnya karena mengisi formulir atau mengirim chat WhatsApp. Lead belum membeli dan belum tentu berkualitas. Ia berbeda dari orang yang hanya melihat atau mengeklik iklan, dan baru disebut customer setelah transaksi terjadi.

Disebut juga: Leads, Calon customer, Sales lead

Lead: WhatsApp & lead

01Lead, chat, MQL, dan customer

Empat kata ini sering dipakai bergantian, padahal masing-masing menghitung hal yang berbeda. Kolom terakhir memakai aturan Dalekta.

IstilahArti umumDi Dalekta
ChatPesan atau percakapan yang masuk ke nomor WhatsApp, dari siapa pun.Pesannya tersimpan dan percakapannya tampil di Inbox. Yang belum terhubung ke lead bisa disaring dengan status Non-lead.
LeadCalon customer yang menunjukkan minat dan bisa dihubungi.Catatan di halaman Leads dengan kode, sumber, dan status. Dihitung sebagai lead WhatsApp sejak status Masuk WA.
MQLLead yang minatnya cukup kuat menurut kriteria marketing.Status sesudah Masuk WA. Rinciannya ada di MQL.
CustomerOrang yang sudah membeli.Tidak ada status bernama customer. Lead yang membeli berstatus Closing dengan nominal transaksi.

Jadi jumlah chat biasanya lebih besar dari jumlah lead, dan jumlah lead lebih besar dari jumlah customer. Laporan yang menulis 200 lead perlu menjelaskan apakah itu 200 chat, 200 formulir, atau 200 orang yang lolos kualifikasi.

02Arti lead di tiap laporan

Sumber angkaYang disebut leadCatatan
Formulir di landing pageOrang yang mengirim formulir berisi nama dan kontak.Belum tentu pernah bicara dengan sales.
Event Lead di MetaEvent bernama Lead, salah satu standard event Meta, yang dikirim website atau server Anda.Di Dalekta, tahap mana yang mengirim event itu Anda tentukan di Event Mapping.
Iklan ke WhatsAppOrang yang mulai chat dari iklan.Klik pada iklan belum lead. Lead baru ada setelah pesan terkirim.

Karena itu CPL dari dua laporan bisa berbeda jauh tanpa ada yang salah hitung. Samakan dulu arti lead, baru bandingkan biayanya.

03Di alur iklan ke WhatsApp

Dalekta membuat dan memperbarui lead pada saat yang berbeda di tiap alur. Tabel ini merangkum kapan tepatnya. Kode di contoh hanya rekaan.

KejadianYang terjadi pada lead
Landing page terbuka dan script tracking berjalanCatatan lead dibuat berstatus Visit LP dengan kode seperti D-7K2QM. Di halaman Leads tahap ini tersembunyi secara bawaan.
Pengunjung mengeklik tombol WhatsApp yang memakai rotatorLead itu naik ke Click CTA. Bila belum ada catatan kunjungan, lead dibuat di tahap ini. Ini belum chat.
Customer mengirim pesan yang membawa kode [D-7K2QM]Lead naik ke Masuk WA dan nomor WhatsApp-nya tersimpan. Sejak titik ini ia dihitung sebagai lead WhatsApp.
Pesan pertama datang dari iklan Click to WhatsApp dan membawa informasi iklanBila nomor itu belum punya lead di session yang sama, lead baru dibuat langsung berstatus Masuk WA dengan kode seperti CTWA-4HZ8P, tanpa Visit LP dan Click CTA.
Pesan masuk tanpa kode dan tanpa informasi iklan, dari nomor yang belum punya leadTidak ada lead yang dibuat. Pesannya tersimpan dan percakapannya tampil di Inbox sebagai Non-lead.
Kontak yang sudah punya lead menulis lagi ke session yang samaPesan masuk ke lead yang ada. Masuk WA tidak dicatat dua kali, dan kode lead, campaign, serta sales dari chat pertama tetap dipakai. Bila ia datang lagi lewat iklan Click to WhatsApp, informasi iklan di lead berganti ke iklan terbaru, dan barisnya di Campaign Report bisa ikut berpindah.

Contoh ilustrasi: seorang ibu mengeklik iklan kursus piano, membuka landing page, lalu menekan tombol WhatsApp. Sampai di sini ia sudah punya catatan lead berstatus Click CTA, tetapi belum terhitung lead WhatsApp. Setelah ia mengirim pesan berkode, statusnya Masuk WA. Pesan ke-10 darinya menaikkan status ke MQL dengan pengaturan bawaan. Admin mengirim kalimat pemicu Prospek, lalu mengisi Closing dengan nominal Rp 1.800.000. Dua bulan kemudian ia bertanya soal kelas lanjutan dari nomor yang sama. Pesannya masuk ke lead lama, bukan lead baru.

Ada satu pengecualian. Kontak lama yang kembali lewat klik baru dengan kode baru, misalnya dari perangkat lain, bisa tercatat sebagai lead baru dengan campaign yang baru. Status dan kode lead dijelaskan di dokumentasi Leads, dan aturan hitungnya di Attribution & Counting Rules.

04Agar hitungan lead bisa dipercaya

  • Tulis definisi lead yang dipakai tim, misalnya lead berarti status Masuk WA.
  • Pakai link rotator di semua tombol WhatsApp campaign, dan pertahankan kode tracking di pesan awal.
  • Bandingkan jumlah chat baru di WhatsApp dengan lead baru di Leads. Selisih besar berarti banyak chat masuk tanpa kode.
  • Laporkan lead bersama MQL dan Closing, agar jumlah yang besar tidak disangka hasil.

05Kesalahan yang sering terjadi

  • Menyebut klik atau kunjungan sebagai lead. Orang yang mengeklik iklan belum tentu mengirim pesan, dan di Dalekta ia baru berstatus Visit LP atau Click CTA.
  • Menyamakan jumlah chat dengan jumlah lead. Chat tanpa kode tracking dan tanpa informasi iklan Click to WhatsApp tidak menjadi lead di Dalekta.
  • Mengira satu orang yang chat berulang menjadi banyak lead. Pesan lanjutan dari nomor yang sama masuk ke lead yang sama, jadi jumlah pesan bukan jumlah lead.
  • Membandingkan CPL dua laporan yang arti lead-nya berbeda, misalnya satu menghitung formulir dan satu menghitung chat.

06Pertanyaan umum

Apa bedanya lead dan prospek?

Dalam pemakaian umum, lead adalah calon customer yang baru menunjukkan minat, sedangkan prospek adalah lead yang sudah dinilai layak dan sedang didekati. Batasnya berbeda antar tim. Di Dalekta, Prospek adalah status lead sesudah MQL dan sebelum Closing, yang naik lewat kalimat pemicu di pesan CS atau diubah manual di halaman Leads.

Apakah setiap chat WhatsApp menjadi lead di Dalekta?

Tidak. Chat menjadi lead bila pesan pertamanya membawa kode tracking dari rotator, seperti [D-7K2QM], atau informasi iklan Click to WhatsApp. Chat tanpa keduanya dari nomor yang belum punya lead hanya tersimpan sebagai pesan dan tampil di Inbox sebagai Non-lead. Pesan dari nomor yang sudah punya lead masuk ke lead itu.

Kapan lead dihitung di Dalekta, saat klik atau saat chat?

Catatan lead sudah dibuat sejak landing page terbuka, dengan status Visit LP, lalu Click CTA saat tombol WhatsApp ditekan. Dua tahap itu tersembunyi secara bawaan di halaman Leads. Lead baru terhitung sebagai lead WhatsApp di status Masuk WA, yaitu setelah customer benar-benar mengirim pesan. Kolom WhatsApp di Campaign Report memakai hitungan itu.

Apakah satu orang bisa menjadi dua lead?

Bisa, dalam keadaan tertentu. Masuk WA dicatat sekali untuk customer dan session yang sama, jadi pesan lanjutan dari nomor itu masuk ke lead yang ada. Tetapi kontak yang kembali lewat klik baru dengan kode tracking baru, misalnya dari perangkat lain, bisa tercatat sebagai lead baru dengan campaign yang baru.

07Istilah terkait

Semua istilah

Coba Dalekta

Lihat campaign mana yang benar-benar closing di WhatsApp.

Masuk dengan Google untuk mencoba Signal Lite 7 hari tanpa kartu kredit. Trial Lite tidak mencakup AI Agent.