Lewati navigasi utama
Digital marketing sampai closing

Cara Membuat Landing Page untuk Iklan: Struktur, Tombol WhatsApp, dan Tracking

Cara membuat landing page untuk iklan dimulai dari satu tujuan dan penawaran yang sama dengan iklannya. Susun headline, penawaran, bukti, satu CTA, dan FAQ, buat halamannya cepat di ponsel, lalu pasang tombol WhatsApp dengan pesan awal. Sebelum iklan jalan, pastikan sumber iklan tetap tercatat sampai chat masuk, supaya halaman dinilai dari closing, bukan dari klik.

Cara Membuat Landing Page untuk Iklan: Struktur, Tombol WhatsApp, dan Tracking

01Bagaimana cara membuat landing page untuk iklan?

Cara membuat landing page untuk iklan, secara ringkas: tentukan satu tujuan, samakan penawaran dengan iklannya, susun isi dari headline sampai FAQ, buat halamannya ringan di ponsel, pasang tombol WhatsApp dengan pesan awal, lalu pastikan sumber iklan tercatat sampai chat masuk. Tiap langkah dijelaskan di bawah.

Yang dibahas di sini adalah halaman yang dibuka orang setelah mengeklik iklan, berisi satu penawaran dan satu tindakan. Arti dan fungsinya ada di glosarium landing page. Halaman ini hanya satu bagian dari rencana pemasaran: calon pembeli dan kanal iklan sebaiknya sudah diputuskan lebih dulu, dan urutannya dibahas di strategi digital marketing.

02Struktur landing page untuk iklan: bagian apa saja yang perlu ada?

Tidak ada template wajib. Susunan di bawah cocok untuk halaman yang berakhir di chat WhatsApp. Bagian yang tidak relevan boleh dibuang, asal alurnya tetap dari janji ke bukti lalu tindakan.

BagianIsiTujuannya
HeadlinePenawaran yang sama dengan iklan.Pengunjung tahu ia di halaman yang benar.
PenawaranUntuk siapa, apa yang didapat, harga, dan syaratnya.Menyaring orang yang tidak cocok sebelum chat.
Gambar atau videoFoto produk, hasil kerja, atau tempat usaha yang asli.Menunjukkan barangnya nyata.
Manfaat dan pembedaPoin singkat, termasuk USP yang bisa dibuktikan.Menjawab kenapa memilih Anda.
BuktiTestimoni asli dengan izin, foto sebelum dan sesudah, atau sertifikat.Mengurangi ragu.
CTASatu tindakan, misalnya Tanya jadwal lewat WhatsApp, diulang di beberapa titik.Satu langkah berikutnya yang jelas.
FAQPertanyaan yang paling sering muncul di chat: harga, lokasi, cara bayar, pengiriman.Chat bisa langsung ke kebutuhan.
Identitas bisnisNama usaha, alamat atau area layanan, jam buka, kebijakan privasi.Halaman layak dipercaya.

Kurangi menu dan tautan ke halaman lain, karena setiap tautan keluar adalah jalan untuk pergi tanpa chat. Halaman yang menawarkan WhatsApp, form, telepon, dan DM sekaligus juga memecah perhatian.

03Langkah membuat landing page dari nol

  1. Tentukan satu tujuan dan cara menilainya. Untuk bisnis yang menjual lewat chat, tindakan di halaman adalah menekan tombol WhatsApp, tetapi hasilnya baru terlihat dari chat yang masuk dan closing.
  2. Tulis penawaran yang sama dengan iklannya. Contoh rekaan: klinik gigi beriklan paket scaling Rp350.000, jadi headline halaman menyebut paket dan harga itu, bukan daftar semua layanan klinik. Bantuan Google Ads juga menyarankan pesan yang konsisten dari iklan ke landing page. Cara menulis kalimat iklannya ada di copywriting iklan.
  3. Kumpulkan bahan sebelum mendesain: foto asli, bukti, harga, dan pertanyaan yang paling sering muncul di chat bulan lalu sebagai isi FAQ.
  4. Susun halaman mengikuti struktur di atas dan rancang untuk layar ponsel lebih dulu. Headline, penawaran, dan tombol pertama sebaiknya terlihat tanpa menggulir.
  5. Pilih cara membangunnya: page builder, CMS seperti WordPress, atau kode sendiri. Pastikan Anda bisa menempel script di bagian <head>, mengatur link tombol, dan memakai domain bisnis sendiri.
  6. Pasang tombol WhatsApp dan pengukuran sebelum iklan jalan. Caranya ada di dua bagian berikut.
  7. Uji dari ponsel dengan URL iklan yang membawa parameter, kirim chat percobaan, dan cek kecepatan. Setelah iklan berjalan, ubah satu hal setiap kali lewat A/B testing iklan.

04Tombol WhatsApp: link, pesan awal, dan posisinya

Tombol WhatsApp paling sederhana memakai link click to chat. Menurut Pusat Bantuan WhatsApp, formatnya https://wa.me/<nomor> dengan nomor lengkap dalam format internasional, tanpa nol, kurung, atau tanda hubung. Pesan awal ditambahkan lewat ?text= berisi teks yang di-URL-encode, dan otomatis muncul di kolom ketik chat. Karena baru berada di kolom ketik, pesan itu belum terkirim sampai pengunjung menekan kirim, dan masih bisa diubah.

text
https://wa.me/628xxxxxxxxxx?text=Halo%2C%20saya%20mau%20tanya%20paket%20scaling

Nomor 0812xxxx ditulis 62812xxxx. Link WA Generator menyusun link seperti ini dan mengubah 08 menjadi 62. Bentuk link lainnya ada di glosarium wa.me.

  • Pesan awal pendek dan menyebut penawarannya, misalnya nama paket, supaya sales langsung tahu konteksnya.
  • Tombol muncul setelah headline, setelah penjelasan penawaran, dan menempel di bawah layar ponsel. Panduan tombol resmi Chat on WhatsApp juga meminta tombol terlihat dan mudah dibaca.
  • Tombol berupa link <a href>, bukan nomor yang ditulis polos di gambar atau footer.
  • Satu link wa.me selalu menuju satu nomor. Kalau chat perlu dibagi ke beberapa admin, link biasa tidak cukup.

Link wa.me hanya membawa dua hal, nomor tujuan dan teks pesan. Karena itu chat dari link wa.me biasa tidak membawa keterangan iklan asalnya, dan UTM di URL halaman tidak ikut ke chat. Cara menyambungnya ada di bagian tracking di bawah.

05Kecepatan dan pengalaman halaman: apa yang dinilai Google?

Di Google Ads, landing page experience adalah salah satu dari tiga komponen Quality Score untuk campaign Search, bersama expected CTR dan ad relevance. Google mendefinisikannya sebagai seberapa relevan dan berguna landing page bagi orang yang mengeklik iklan. Statusnya Above average, Average, atau Below average, dibandingkan dengan pengiklan lain yang iklannya tampil untuk penelusuran yang persis sama dalam 90 hari terakhir.

Untuk status Average atau Below average, Google menyarankan memberi orang apa yang mereka cari, menjaga pesan konsisten dari iklan ke halaman, membuat situs nyaman di ponsel, dan mempercepat waktu muat.

Metrik Core Web VitalsYang diukurTarget baik menurut Google
LCP (Largest Contentful Paint)Kecepatan konten utama tampil.Dalam 2,5 detik pertama sejak halaman mulai dimuat.
INP (Interaction to Next Paint)Kecepatan halaman merespons ketukan atau klik.Di bawah 200 milidetik.
CLS (Cumulative Layout Shift)Kestabilan tampilan, yaitu seberapa banyak tata letak bergeser tanpa diduga.Di bawah 0,1.

Target ini ditulis Google di Search Central untuk hasil penelusuran, tetapi tetap berguna sebagai patokan halaman iklan. Cek halaman Anda di PageSpeed Insights. Menurut Google, alat ini menampilkan data lab dan data pengguna nyata untuk ponsel dan desktop, dengan data nyata dari periode 28 hari sebelumnya pada persentil ke-75. Bila halaman itu belum punya cukup data, misalnya karena baru dibuat, PageSpeed Insights memakai data seluruh situs.

Penyebab lambat yang sering ditemui: gambar utama berukuran besar, slider atau video di layar pertama, dan script pihak ketiga yang tidak perlu.

Hati-hati membaca bounce rate di halaman yang berujung ke WhatsApp. Di GA4, bounce rate menghitung persentase sesi yang tidak engaged, dan sesi dihitung engaged bila lebih dari 10 detik, memiliki key event, atau memiliki minimal 2 tampilan halaman. Pengunjung yang menekan tombol WhatsApp dalam 6 detik lalu pindah ke chat bisa terhitung bounce bila klik itu bukan key event. Cara menjadikannya key event ada di cara setting GA4.

06Menghubungkan landing page dengan pixel, UTM, dan tracker Dalekta

Halaman yang bagus belum cukup kalau Anda tidak tahu iklan mana yang menghasilkan chat. Tiap lapis pengukuran menjawab pertanyaan berbeda.

LapisDipasang diYang dijawab
UTM dan ID campaignURL iklan. Untuk Meta Ads, susun dengan pembuat parameter URL Meta Ads.Campaign, ad set, dan iklan mana yang membawa pengunjung.
Meta Pixel atau tag platform iklanKode di halaman milik Anda.Kunjungan dan klik tombol yang dilaporkan ke platform iklan.
Tracking script dan link rotator DalektaScript di <head> dan link di tombol WhatsApp.Chat mana yang datang dari iklan mana, sampai tahap Closing.

Di Dalekta, script workspace disalin dari Tracking Ads, tab Tracking Code, lalu ditempel satu kali sebelum </head> atau lewat Google Tag Manager. Script membaca UTM, ID campaign, dan click ID dari URL halaman. Tombol WhatsApp diganti dari wa.me ke link rotator, yang menyisipkan kode seperti [D-7K2QM] ke pesan awal. Saat pesan berkode itu masuk ke nomor yang terhubung, chat menjadi lead dan tetap membawa campaign asalnya. Langkahnya ada di dokumentasi Tracking Ads.

Dalekta tidak memuat Meta Pixel di halaman Anda. Bila Pixel menembakkan event saat tombol diklik dan Dalekta juga memetakan klik ke event yang sama, satu klik bisa terhitung dua kali di Meta. Pilih satu pengirim untuk klik, dan baca caranya di cara pasang pixel di tombol WhatsApp.

Dalekta tidak membuat landing pageDalekta tidak membuat dan tidak meng-host landing page. Custom domain di Dalekta dipakai untuk link rotator, misalnya wa.brandanda.com/wa/promo, bukan untuk alamat landing page. Bedanya dijelaskan di Custom Domain Setup.

Setelah iklan jalan, Dalekta mencatat Visit LP saat halaman terbuka dan script berjalan, Click CTA saat link rotator dibuka, dan Masuk WA saat pesan berkode masuk. Visit LP tinggi dengan Click CTA rendah mengarah ke isi halaman atau tombolnya. Click CTA tinggi dengan Masuk WA rendah mengarah ke langkah setelah WhatsApp terbuka, misalnya pesan awal yang membingungkan, atau rotator dan kode tracking yang perlu dicek. Cara mencari titik bocornya ada di klik banyak tapi chat sedikit, dan pola lengkapnya di apa itu LPWA.

07Kesalahan landing page iklan yang sering terjadi

  • Mengirim iklan ke beranda, atau ke halaman dengan harga yang berbeda dari iklannya.
  • Memakai redirect atau pemendek link yang membuang parameter URL sebelum halaman sempat membacanya.
  • Mengganti desain halaman karena klik tombol turun, padahal chat dan closing dari halaman itu tidak pernah dicek.
  • Tidak pernah membuka halaman dari ponsel dengan jaringan seluler sebelum iklan jalan.

08Sumber resmi, dibaca 20 Oktober 2026

Halaman di bawah dibaca dalam bahasa Inggris, jadi nama status dan istilah di akun berbahasa Indonesia bisa berbeda.

09Pertanyaan umum

Apa saja elemen landing page yang wajib ada?

Untuk iklan yang berakhir di WhatsApp, minimal headline yang sama dengan iklan, penawaran beserta harga atau syaratnya, bukti yang asli, satu CTA yang diulang, FAQ, dan identitas bisnis. Bagian lain boleh ditambah asal tidak membuat tindakan kedua yang bersaing dengan tombol WhatsApp.

Bagaimana cara membuat tombol WhatsApp dengan pesan otomatis di landing page?

Pakai link https://wa.me/nomor?text=pesan, dengan nomor dalam format internasional tanpa nol di depan, misalnya 628..., dan pesan yang di-URL-encode. Menurut Pusat Bantuan WhatsApp, pesan itu muncul otomatis di kolom ketik chat. Pengunjung tetap harus menekan kirim dan masih bisa mengubah pesannya.

Apakah landing page ikut dinilai di Google Ads?

Ya, untuk campaign Search. Landing page experience adalah salah satu dari tiga komponen Quality Score, dan Google menyebut kecepatan muat, tampilan di ponsel, serta kesesuaian pesan dengan iklan sebagai cara memperbaikinya. Google juga menulis bahwa Quality Score adalah alat diagnosis, bukan masukan dalam lelang iklan.

Seberapa cepat landing page untuk iklan harus terbuka?

Patokan yang bisa dipakai adalah target Core Web Vitals dari Google Search Central: konten utama (LCP) tampil dalam 2,5 detik, respons ketukan (INP) di bawah 200 milidetik, dan pergeseran tata letak (CLS) di bawah 0,1. Target itu ditulis untuk hasil penelusuran, tetapi berguna untuk halaman iklan. Cek halamannya di PageSpeed Insights, lalu buka sendiri dari ponsel dengan jaringan seluler sebelum iklan jalan.

Apakah Dalekta bisa membuatkan landing page?

Tidak. Dalekta tidak membuat atau meng-host landing page. Halamannya tetap dibuat di page builder, CMS, atau kode Anda sendiri. Dalekta membaca kunjungan lewat tracking script yang Anda pasang, mencatat klik tombol lewat link rotator, dan menyambungkan chat ke iklan asalnya sampai tahap Closing.

Coba Dalekta

Lihat campaign mana yang benar-benar closing di WhatsApp.

Masuk dengan Google untuk mencoba Signal Lite 7 hari tanpa kartu kredit. Trial Lite tidak mencakup AI Agent.