01Apa itu LPWA
LPWA (landing page WhatsApp) adalah istilah yang dipakai Dalekta untuk alur landing page ke WhatsApp: iklan tidak membuka chat secara langsung, tetapi membawa visitor ke landing page milik Anda, dan di halaman itulah visitor menekan tombol WhatsApp. Istilah ini bukan standar industri. Ia hanya nama singkat untuk satu pola iklan.
Yang membuat pola ini berguna untuk tracking adalah halaman di tengahnya. Halaman itu menjadi tempat memasang tracking script, tempat parameter URL iklan seperti UTM, campaign_id, ad_id, dan fbclid terbaca, dan tempat tombol WhatsApp yang kliknya bisa dihitung. Iklan yang langsung membuka chat tidak melewati halaman, jadi tidak punya ketiganya. Sumbernya dibaca dari metadata iklan yang ikut di pesan pertama.
Berikut alur LPWA di Dalekta, dari klik iklan sampai sinyal balik ke Meta:
- Iklan membawa visitor ke landing page dengan parameter campaign: UTM,
campaign_id,adset_id,ad_id, danfbcliddari Meta. - Tracking script di halaman mencatat kunjungan sebagai Visit LP dan menyimpan parameter itu di browser visitor.
- Visitor menekan tombol WhatsApp yang berupa link rotator. Script menyertakan parameter campaign ke link itu, lalu rotator mencatat Click CTA dan memilih nomor sales penerima.
- WhatsApp terbuka dengan pesan awal yang sudah berisi kode lead, misalnya
[D-7K2QM]. - Visitor mengirim pesan. Pesan itu masuk ke session WhatsApp yang terhubung di Dalekta, kode di pesan dicocokkan dengan klik tadi, dan status lead menjadi Masuk WA lengkap dengan campaign-nya.
- Sales atau Rules menaikkan status menjadi MQL, Prospek, atau Closing. Saat Closing, nominal transaksi tersimpan bersama lead.
- Campaign Report menjumlahkan lead, closing, dan revenue per campaign. Jika Meta Ads terhubung di Ad Connections dengan akun iklan terpilih dan URL iklan membawa
ad_account_idsertacampaign_id, report juga menampilkan Spend, CPL (WhatsApp), dan ROAS (Dalekta) untuk campaign Meta yang cocok. Tanpa itu, biaya iklan Anda ambil dari Ads Manager. Untuk lead yang terdeteksi berasal dari Meta, jika Pixel, token, dan mapping event sudah diatur, event yang dipetakan dikirim kembali ke Meta lewat Conversions API.
wa.me manual tetap mengirim orang ke chat, tetapi Dalekta tidak bisa membaca kliknya maupun sumber campaign. Chat baru yang masuk tanpa kode tracking tersimpan sebagai pesan, tetapi tidak menjadi lead. Bentuk alurnya tetap iklan, halaman, lalu chat, tetapi datanya putus di tombol.02LPWA atau CTWA: kapan memilih yang mana
CTWA (Click to WhatsApp) adalah iklan Meta yang tombolnya langsung membuka chat tanpa landing page. Tidak ada yang otomatis lebih baik. Tabel berikut memilih berdasarkan situasi Anda, bukan berdasarkan jumlah fitur.
| Situasi Anda | Lebih cocok | Alasannya |
|---|---|---|
| Ingin tahu berapa visitor yang melihat penawaran tetapi tidak menekan tombol | LPWA | Visit LP dan Click CTA hanya ada jika ada halaman. Di Dalekta, iklan CTWA baru terbaca saat pesan pertama masuk, jadi tahap sebelum chat tidak terlihat. |
| Penawaran perlu dijelaskan dulu: harga, paket, syarat, atau jadwal | LPWA | Visitor membaca penawaran sebelum chat, sehingga sales cenderung menerima orang yang sudah punya konteks, dan halaman bisa diuji per iklan. Ini kecenderungan, bukan jaminan kualitas lead. |
| Report perlu nama campaign dan ad set yang rapi | LPWA | Parameter URL membawa nama dan ID campaign, ad set, dan iklan untuk setiap lead. Metadata CTWA hanya membawa ID dan teks iklan. Nama campaign lead CTWA baru terbaca dari Meta bila Meta Ads terhubung dan akun iklannya dipilih, dan tanpa itu barisnya memakai judul iklan. |
Ingin lead dicocokkan ke Meta dengan cookie browser (fbp dan fbc) | LPWA | Kunjungan web membuat script menyimpan _fbp, dan _fbc jika iklan membawa fbclid. Keduanya ikut ke event CAPI. Lead CTWA tidak membawa keduanya karena tidak ada kunjungan web. |
| Belum punya landing page atau tim yang bisa memasang script | CTWA | Iklan CTWA tidak butuh halaman maupun script. Nomor tujuannya cukup sudah terhubung sebagai session WhatsApp di Dalekta. |
| Produk sederhana yang cukup dijawab lewat chat, dan calon customer terbiasa langsung bertanya | CTWA | Friksinya lebih rendah: satu ketukan dari iklan ke chat, tanpa halaman yang harus dimuat dan dibaca. |
| Ingin menjalankan keduanya | Berdampingan | Pisahkan campaign-nya dan beri nama yang membedakannya, misalnya awalan CTWA dan LPWA. Di Campaign Report keduanya ada di grup Meta, jadi bedakan lewat nama campaign-nya. |
Setelah pesan pertama masuk, keduanya bermuara ke pipeline yang sama: status Masuk WA sampai Closing, Rules, dan Campaign Report. Pengiriman event ke Meta berbeda: lead dari landing page membawa fbp dan fbc di payload CAPI, sedangkan lead CTWA dikirim tanpa data klik web sehingga kualitas pencocokannya lebih rendah. Batasan jalur CTWA dibahas di CTWA tracking, termasuk data apa saja yang tersedia dari iklannya. Gambaran alur penuhnya ada di panduan tracking closing WhatsApp dari iklan.
03Satu tujuan, satu CTA WhatsApp, semuanya lewat rotator
Landing page yang menawarkan WhatsApp, form, telepon, dan DM sekaligus memecah perhatian visitor, sekaligus memecah data Anda. Untuk LPWA, jadikan chat WhatsApp aksi utama satu-satunya. Tombolnya boleh muncul beberapa kali, misalnya di bagian atas, setelah penjelasan penawaran, dan sebagai tombol yang menempel di bawah layar ponsel, selama semuanya memakai link rotator.
Setiap tombol harus berupa link <a href> ke rotator. Script Dalekta menambahkan ID visitor, kode lead, dan parameter iklan ke link seperti itu, saat halaman dimuat dan sekali lagi saat link diklik. Ilustrasinya dengan nilai contoh:
Tombol di halaman:
<a href="https://wa.brandanda.com/wa/promo-utama">Chat WhatsApp</a>
Link saat diklik (dipotong, nilai contoh; ID visitor dan kode lead ikut ditambahkan otomatis):
https://wa.brandanda.com/wa/promo-utama?utm_source=meta&campaign_id=...&fbclid=...
Template pesan di rotator:
[kode] Halo, saya tertarik dengan penawaran dari iklan.
Pesan yang terisi di WhatsApp:
[D-7K2QM] Halo, saya tertarik dengan penawaran dari iklan.Biarkan [kode] di awal template pesan dan buat kalimatnya singkat. Dashboard sudah mengisi [kode] di awal dan memasangnya kembali jika terhapus. Rotator mengganti [kode] dengan kode lead saat link dibuka. Pesan yang panjang bisa mendorong customer menghapus atau menulis ulang isinya, dan chat baru tanpa kode tidak bisa dipasangkan ke klik serta tidak menjadi lead. Menyebut penawaran di kalimat pembuka, misalnya nama paket, membantu sales mengenali konteks. Detail pembuatan rotator dan distribusi ke beberapa sales ada di WhatsApp Rotator.
button dengan JavaScript, bukan link <a>. Widget WhatsApp melayang dari plugin atau builder yang memakai link wa.me sendiri. Nomor yang tertulis polos di footer atau gambar. Chat dari ketiganya tidak membawa kode tracking, sehingga tidak bisa dipasangkan ke klik dan campaign-nya tidak terbaca. Chat baru tanpa kode hanya tersimpan sebagai pesan dan tidak menjadi lead.04Pertahankan parameter URL dari iklan sampai tombol
Parameter iklan hanya berguna kalau masih ada saat tombol ditekan. Script membaca parameter ini dari URL landing page: utm_source, utm_medium, utm_campaign, utm_content, utm_term, campaign_id, adset_id, ad_id, campaign_name, adset_name, ad_name, site_source_name, fbclid, gclid, gbraid, dan wbraid. Nilainya disimpan di penyimpanan browser, terpisah per workspace, sehingga visitor yang membuka halaman lain di situs yang sama tetap membawanya. Script lalu menempelkannya ke link rotator, jadi rotator yang berada di domain lain tetap menerimanya.
Yang biasanya membuang parameter sebelum script sempat membacanya:
- URL Parameters belum dipasang di level iklan, sehingga URL iklan hanya membawa
fbcliddari Meta. - Redirect dari www ke non-www, dari HTTP ke HTTPS, atau lewat pemendek link yang membuang query string.
- Visitor membuka halaman di browser dalam aplikasi Instagram atau Facebook, lalu melanjutkan di browser lain. Penyimpanan tiap browser biasanya terpisah, jadi taruh tombol WhatsApp di halaman pertama yang dibuka dari iklan.
- Tombol WhatsApp berada di halaman yang tidak memasang script.
Tes cepatnya: buka URL dengan nilai manual, lalu lihat address bar setelah halaman selesai dimuat. Jika parameter sudah hilang di situ, penyebabnya ada sebelum script. Langkah pemasangan lengkap ada di cara tracking WhatsApp dari Facebook Ads, jalur parameter sampai ke lead dibahas di UTM tracking WhatsApp, dan templatenya ada di URL Parameter Meta Ads.
05Halaman cepat: konversi dan tracking sama-sama bergantung padanya
Banyak visitor iklan datang dari ponsel dengan jaringan seluler yang tidak selalu stabil, dan mereka tidak punya alasan menunggu. Halaman yang lambat kehilangan orang sebelum tombol WhatsApp terlihat. Kehilangan ini juga tidak tampak di data sesudahnya: Visit LP baru tercatat ketika script berjalan, jadi orang yang pergi lebih dulu tidak terhitung.
Snippet tracking Dalekta dimuat secara asynchronous, sehingga tidak menahan render halaman. Sisanya ada di halaman Anda:
- Kompres gambar utama dan sesuaikan ukurannya dengan layar ponsel. Format modern seperti WebP membantu.
- Tampilkan headline, penawaran, dan tombol WhatsApp di layar pertama, tanpa menunggu slider atau video.
- Buang script pihak ketiga yang tidak dibutuhkan untuk konversi, seperti widget chat tambahan, popup, dan animasi berat.
Sebagai acuan, Google memakai Largest Contentful Paint (LCP) untuk mengukur kecepatan muat dan menganggap 2,5 detik atau kurang sebagai baik, diukur pada persentil ke-75 kunjungan. Penjelasannya ada di panduan LCP di web.dev.
Anda juga bisa mengecek dari data sendiri. Bandingkan Link Clicks di Ads Manager dengan Visit LP di Dalekta untuk campaign dan periode yang sama. Selisih itu wajar, karena Visit LP tidak menghitung bot dan tidak menghitung ulang visitor yang sama dalam 24 jam, sedangkan Link Clicks menghitung setiap klik. Kalau selisihnya lebar dan bertahan dari hari ke hari, kemungkinannya halaman terlalu lambat, script tidak terpasang di halaman yang dipakai iklan, atau ada redirect yang bermasalah.
06Custom domain: apa yang berubah dan apa yang tidak
Di Dalekta, custom domain dipakai untuk link rotator, bukan untuk menggantikan domain landing page. Tanpa custom domain, link rotator berbentuk https://dalekta.id/<kode-workspace>/wa/<nama-rotator>. Dengan custom domain aktif, bentuknya https://wa.brandanda.com/wa/<nama-rotator>. Manfaatnya ada di konsistensi brand dan kemudahan tim mengenali link tiap campaign. Custom domain tidak wajib, dan jumlahnya mengikuti limit paket.
| Komponen | Contoh | Fungsinya |
|---|---|---|
| Domain landing page | landing-anda.com | Tempat iklan mengirim traffic dan tracking script dipasang. |
| Custom domain Dalekta | wa.brandanda.com | Domain untuk link rotator yang dipakai tombol WhatsApp. |
| Final URL iklan | landing-anda.com/promo | Alamat di platform iklan. Parameter campaign harus tetap sampai visitor menekan tombol. |
- Buka Tracking, lalu Custom Domain, dan tambahkan subdomain khusus tanpa
https://, misalnyawa.brandanda.com. Subdomain lebih aman karena tidak mengganggu website utama. - Tambahkan record DNS sesuai instruksi di dashboard: CNAME ke
edge.dalekta.idsebagai pilihan utama, atau A record jika penyedia DNS Anda tidak mendukung CNAME untuk host itu. - Klik Verifikasi DNS, lalu tunggu status Aktif dan SSL Terverifikasi sebelum dipakai untuk campaign besar.
- Pilih domain itu di field domain pada rotator, lalu salin link akhirnya ke tombol landing page. Rotator yang memakai custom domain hanya dikenali lewat domain itu, jadi ganti semua tombol yang masih memakai link
dalekta.id/<kode-workspace>/wa/.... - Salin ulang tracking script dari dashboard. Hanya domain berstatus Aktif yang ikut tercantum di script, dan script memakai daftar domain itu untuk mengenali link rotator yang perlu diberi parameter.
Langkah 5 mudah terlewat. Jika link tombol tetap tanpa parameter tracking (ID visitor dan kode lead) setelah domain aktif, script di halaman kemungkinan masih versi lama atau halaman yang tampil masih cache. Detail DNS ada di Custom Domain Setup.
07Consent dan kebijakan privasi di landing page
Script Dalekta menyimpan ID visitor, ID sesi, kode lead, dan cookie Meta _fbp (serta _fbc jika ada fbclid) di cookie dan localStorage browser, menyimpan parameter iklan di localStorage, lalu mengirim kunjungan ke Dalekta. Script tidak menampilkan banner persetujuan dan tidak membaca status consent dari halaman Anda, jadi pengaturan consent tetap menjadi tanggung jawab Anda.
- Jika bisnis atau aturan yang berlaku mengharuskan persetujuan sebelum tracking, pasang script Dalekta lewat mekanisme consent yang sudah Anda pakai, misalnya trigger di Google Tag Manager yang menunggu persetujuan, bukan langsung di
<head>. Perlu diingat, script hanya salah satu jalur data: klik pada link rotator tetap dicatat di server Dalekta beserta data teknisnya, seperti perangkat, browser, dan perkiraan lokasi, walau script tidak dimuat. - Jelaskan di kebijakan privasi bisnis bahwa Anda melacak kunjungan dan klik WhatsApp, dan membagikan sinyal konversi ke platform iklan.
- Jangan meminta atau menulis data sensitif yang tidak diperlukan untuk attribution.
08Membaca funnel LPWA: contoh angka dan artinya
Karena ada halaman, funnel LPWA punya beberapa tahap sebelum closing yang bisa dibandingkan satu per satu. Angka di tabel ini ilustrasi untuk membaca pola, bukan data pelanggan dan bukan patokan industri. Bandingkan campaign Anda dengan dirinya sendiri dari minggu ke minggu.
| Tahap | Jumlah (ilustrasi) | Dari tahap sebelumnya | Jika rendah, cek dulu |
|---|---|---|---|
| Visit LP | 1.000 | - | Kecepatan halaman, script terpasang di halaman iklan, redirect, dan selisih dengan Link Clicks di Ads Manager. |
| Click CTA | 180 | 18% | Kejelasan penawaran, posisi tombol di ponsel, dan kecocokan janji iklan dengan isi halaman. |
| Masuk WA | 120 | sekitar 67% | Template pesan, kode lead terhapus, session WhatsApp terputus, atau link rotator tidak aktif. |
| Closing | 9 | 7,5% | Kecepatan balas dan follow up sales, harga, dan kualitas lead. Ini masalah setelah tracking. |
Click CTA naik saat link rotator dibuka, sedangkan Masuk WA baru naik setelah customer benar-benar mengirim pesan berkode. Selisih keduanya wajar, karena tidak semua orang yang membuka WhatsApp mengirim pesan. Perbaiki dulu tahap yang turunnya paling tajam dan paling dekat dengan halaman Anda. Diagnosis rasio sampai closing dibahas di iklan banyak chat tapi tidak closing, dan definisi tiap angka ada di Dashboard dan Report.
09Jalan buntu di sisi visitor yang perlu Anda cek
Sebagian masalah LPWA tidak muncul sebagai angka rendah, tetapi sebagai visitor yang menekan tombol lalu tidak sampai ke WhatsApp. Iklan tetap membakar budget selama itu terjadi, jadi periksa gejala berikut secara berkala.
| Yang dialami visitor | Kemungkinan penyebab | Yang dicek |
|---|---|---|
| Tombol membuka halaman utama dalekta.id | Slug rotator salah, atau rotator sudah dihapus atau nonaktif. Domain di link juga bisa berbeda dari domain yang dipilih di rotator, misalnya rotator sudah dipindah ke custom domain tetapi tombol masih memakai link dalekta.id. Bisa juga rotator belum punya nomor penerima yang cocok dengan session di workspace. | Halaman WhatsApp Rotator: status, slug, domain, dan nomor penerimanya. Lalu cocokkan dengan link di tombol. |
| Muncul halaman Link WhatsApp tidak aktif | Workspace tidak boleh menerima event karena trial atau paket tidak aktif. | Status paket di Billing dan Limit. |
| Chat masuk tetapi tidak tercatat sebagai lead | Kuota lead harian paket sudah penuh. Klik tetap diteruskan ke WhatsApp, tetapi tidak dilacak dan pesannya tidak membawa kode. | Billing dan Limit di dashboard sebelum campaign besar atau saat volume lead naik. |
| Muncul halaman Link WhatsApp sementara belum tersedia | Dalekta belum berhasil mencatat klik pada saat itu, sehingga visitor tidak langsung diteruskan ke WhatsApp. | Buka link rotator sendiri beberapa saat kemudian. Jika terus berulang, lanjutkan ke Troubleshooting di bawah. |
| WhatsApp terbuka tanpa kode di pesan | Customer menghapus atau mengubah kode di awal pesan sebelum mengirim. | Buka link rotator sendiri dan lihat pesan yang terisi. Jika kode ada di sana, ringkas template agar kode tidak terhapus. |
Langkah tes dari ujung ke ujung, termasuk peringatan bahwa Closing tes bisa ikut terkirim ke Meta jika mapping sudah aktif dan lead tes terbaca berasal dari Meta, ada di cara tracking WhatsApp dari Facebook Ads. Urutan debug yang lebih lengkap ada di Troubleshooting, dan gambaran umum produknya di Pusat Dokumentasi.
10Bacaan lanjutan
11Pertanyaan umum
Apa itu LPWA?
LPWA adalah istilah Dalekta untuk alur landing page ke WhatsApp: iklan membawa visitor ke landing page, lalu visitor menekan tombol WhatsApp untuk mulai chat. Karena ada halaman di tengah, Dalekta bisa mencatat kunjungan, klik tombol, dan chat masuk sebagai satu rantai sampai closing.
Apa bedanya LPWA dan CTWA?
LPWA melewati landing page sebelum chat, sehingga kunjungan, klik tombol, UTM, dan parameter iklan bisa dibaca. CTWA membuka chat langsung dari iklan tanpa halaman, jadi sumbernya dibaca dari metadata iklan di pesan pertama. LPWA memberi data funnel lebih lengkap, sedangkan CTWA punya friksi lebih rendah.
Kenapa tombol WhatsApp di landing page harus memakai rotator, bukan link wa.me?
Link wa.me langsung tidak memberi Dalekta kesempatan mencatat klik dan membawa parameter campaign ke chat. Link rotator mencatat Click CTA, memilih nomor sales, dan mengisi kode lead ke pesan pertama, sehingga chat yang masuk bisa dipasangkan kembali ke iklan asalnya.
Apakah landing page WhatsApp perlu custom domain?
Tidak wajib. Link rotator dengan domain Dalekta tetap berfungsi. Custom domain, sebaiknya subdomain seperti wa.brandanda.com, membuat link rotator memakai domain bisnis Anda. Ia dipasang lewat DNS CNAME atau A record, tidak menggantikan domain landing page, dan jumlahnya mengikuti limit paket.
Bagaimana cara melacak closing dari landing page WhatsApp?
Pasang parameter campaign di iklan, pasang tracking script di landing page, dan arahkan semua tombol WhatsApp ke link rotator. Setelah chat masuk dengan kode lead, sales atau Rules menaikkan status sampai Closing dan nominal tersimpan. Closing dan revenue lalu terbaca per campaign di Campaign Report.
Apakah landing page WhatsApp perlu banner consent?
Tergantung aturan yang berlaku untuk bisnis dan pengunjung Anda. Script Dalekta menyimpan cookie dan data browser tetapi tidak menampilkan banner sendiri, jadi pengaturan consent dan kebijakan privasi ada di halaman Anda. Ini bukan nasihat hukum, jadi konsultasikan kebutuhan spesifik dengan penasihat hukum.

