01Fungsi landing page
Iklan membawa pengunjung ke sebuah alamat, dan landing page adalah halaman di alamat itu. Di sana pengunjung membaca penawaran yang sesuai dengan iklannya, lalu diajak melakukan satu tindakan. Untuk bisnis yang closing lewat chat, tindakan itu biasanya menekan tombol WhatsApp.
| Aspek | Landing page | Beranda website |
|---|---|---|
| Tujuan | Satu tindakan, misalnya menghubungi lewat WhatsApp. | Mengenalkan bisnis dan mengarahkan ke banyak halaman. |
| Isi | Satu penawaran yang selaras dengan iklan. | Gambaran seluruh bisnis. |
| Alamat di iklan | URL khusus untuk penawaran itu. | URL utama website. |
Landing page juga tempat data iklan bisa dibaca. Parameter di URL seperti UTM, ID campaign, dan click ID hanya tersedia di halaman yang dibuka dari iklan. Iklan yang langsung membuka chat tidak melewati halaman, sehingga tidak punya titik ini.
02Yang perlu ada di landing page untuk WhatsApp
- Judul dan penawaran yang selaras dengan iklan yang diklik.
- Satu ajakan utama, yaitu tombol WhatsApp yang mudah ditemukan.
- Tombol yang memakai link rotator Dalekta, bukan link
wa.memanual, agar klik dan sumber iklannya terbaca. - Tracking script Dalekta yang terpasang satu kali, sebelum tag penutup
</head>atau lewat Google Tag Manager. - Halaman yang tidak membuang parameter URL iklan, misalnya lewat redirect yang menghapus query string.
Pemasangan script dan urutan pengujiannya ada di dokumentasi Tracking Ads. Pola iklan yang melewati landing page lalu berakhir di chat disebut LPWA di Dalekta. Istilah itu bukan standar industri, dan pembahasan lengkapnya ada di Apa Itu LPWA.
03Di alur iklan ke WhatsApp
Di Dalekta, landing page adalah titik pertama yang tercatat dalam perjalanan lead. Tiga tahap pertama funnel membaca apa yang terjadi di dan sekitar halaman itu.
| Tahap | Kapan dicatat | Catatan |
|---|---|---|
| Visit LP | Landing page terbuka dan tracking script berjalan. | Menghitung setiap pengunjung halaman yang memasang script, termasuk yang lalu menekan tombol WhatsApp. Satu pengunjung dihitung satu kali. |
| Click CTA | Pengunjung membuka link rotator, yaitu tombol WhatsApp. | Menjadi Total Klik rotator. Link rotator yang dibuka langsung, tanpa landing page ber-tracker, hanya terhitung di sini. |
| Masuk WA | Customer mengirim pesan WhatsApp yang membawa kode [D-XXXXX]. | Patokan lead WhatsApp. Chat tanpa kode tidak terhitung di tahap ini. |
Ilustrasi dengan angka rekaan untuk satu landing page dalam sepekan: 1.000 Visit LP, 120 Click CTA, dan 45 Masuk WA. Bila semua klik berasal dari pengunjung ber-tracker dan tiap Masuk WA berasal dari satu klik, 880 pengunjung membaca halaman tanpa menekan tombol, dan 75 klik tidak berlanjut menjadi pesan. Angka seperti ini membantu menentukan di mana perbaikan paling berguna, dan rasionya Anda hitung sendiri dari tiga angka tersebut.
| Gejala di Dashboard | Kemungkinan makna | Yang dicek |
|---|---|---|
| Visit LP tinggi, Click CTA rendah | Landing page atau tombol WhatsApp kurang kuat. | Judul, penawaran, posisi tombol WhatsApp, dan kecepatan halaman. |
| Click CTA tinggi, Masuk WA rendah | Pengunjung membuka WhatsApp tetapi tidak mengirim pesan. | Template pesan, kode tracking, rotator, dan pengalaman saat WhatsApp terbuka. |
Iklan CTWA tidak punya landing page. Lead-nya mulai dari Masuk WA, tanpa Visit LP dan Click CTA. Cara script membawa sumber iklan dari landing page ke rotator dibahas di Cross-domain tracking, dan cara memasang pixel di tombolnya ada di Cara Pasang Pixel di Tombol WhatsApp.
04Kesalahan yang sering terjadi
- Membiarkan tombol WhatsApp memakai link
wa.memanual. Dalekta tidak bisa membaca klik dan sumber campaign secara utuh, dan chat yang masuk tanpa kode tracking tidak menjadi lead. - Menyamakan Visit LP dengan lead. Pengunjung yang hanya membaca halaman belum mengirim pesan, dan lead WhatsApp baru terhitung di Masuk WA.
- Membiarkan redirect atau pengaturan iklan membuang parameter URL. Tanpa UTM dan ID campaign, lead tetap masuk tetapi sumbernya tidak lengkap di report.
- Menyalin script dari workspace yang salah. Event bisa masuk ke workspace lain atau tidak terbaca, jadi salin script langsung dari halaman Tracking Ads workspace yang memakai landing page itu.
05Pertanyaan umum
Apa bedanya landing page dan website?
Website adalah kumpulan halaman dengan banyak tujuan, sedangkan landing page adalah satu halaman yang dirancang untuk satu tindakan setelah pengunjung mengeklik iklan. Landing page bisa berdiri sendiri atau menjadi salah satu halaman di website. Yang menentukan bukan tempatnya, melainkan fokus isinya pada satu penawaran dan satu ajakan.
Apakah iklan Click to WhatsApp butuh landing page?
Tidak. Iklan Click to WhatsApp membuka chat langsung tanpa halaman web. Konsekuensinya tidak ada Visit LP dan Click CTA, dan lead dimulai di Masuk WA dari pesan pertama yang masuk lewat iklan itu. Landing page dipakai pada pola lain, yaitu iklan ke halaman lalu ke chat.
Landing page seperti apa yang bisa dilacak Dalekta?
Halaman apa pun yang memungkinkan Anda menempel tracking script Dalekta sekali sebelum </head> atau lewat Google Tag Manager. Tombol WhatsApp di halaman itu juga harus memakai link rotator Dalekta agar klik dan sumber iklannya terbaca.
Apa itu Visit LP di Dalekta?
Visit LP adalah tahap pertama funnel, dicatat saat landing page terbuka dan tracking script Dalekta berjalan. Tahap ini menghitung setiap pengunjung, termasuk yang kemudian menekan tombol WhatsApp, satu kali per pengunjung. Visit LP bisa terjadi tanpa klik WhatsApp, dan bukan lead.
