Lewati navigasi utama
Tracking & atribusi

Apa itu Cross-domain tracking? Menjaga sumber pengunjung saat pindah domain

Cross domain tracking adalah teknik menjaga identitas dan sumber seorang pengunjung saat ia berpindah dari satu domain ke domain lain, supaya kunjungan di kedua domain terbaca sebagai satu perjalanan yang sama. Browser menyimpan data per domain, jadi data harus dibawa ikut, biasanya lewat parameter di URL tujuan. Tanpa itu, domain kedua melihat pengunjung baru tanpa sumber.

Disebut juga: cross domain tracking, tracking lintas domain, pelacakan lintas domain

Cross-domain tracking: Tracking & atribusi

01Kenapa data putus saat pindah domain

Pengenal pengunjung biasanya disimpan sebagai first-party cookie atau di penyimpanan lokal browser. Keduanya hanya terbaca di situs yang membuatnya. Saat pengunjung pindah ke domain lain, situs tujuan tidak bisa membaca apa yang disimpan situs asal, dan ia terlihat sebagai pengunjung baru dengan sumber kosong.

Karena itu data harus dibawa ikut. Cara yang paling umum adalah menambahkan nilai pengenal dan sumber ke URL yang dituju, sehingga situs tujuan membacanya dari alamat itu, bukan dari penyimpanan browser.

PerpindahanYang putus bila tidak dibawaCara membawanya
Landing page ke domain lain milik bisnis, misalnya halaman pembayaranID pengunjung dan sumber iklanParameter di URL tujuan. Script Dalekta hanya menambahkannya ke link rotator.
Landing page ke link rotator di dalekta.id atau custom domainID pengunjung, UTM, dan click IDParameter di URL link rotator, ditambahkan script tracking.
Link rotator ke WhatsAppSemua parameter URL, karena WhatsApp bukan situs AndaKode [D-XXXXX] di teks pesan pertama.

02Di alur iklan ke WhatsApp

Di alur landing page ke WhatsApp ada dua lompatan. Lompatan pertama dari domain landing page Anda ke link rotator, yang berada di dalekta.id atau di custom domain Anda. Lompatan kedua dari rotator ke WhatsApp. Berikut urutannya dengan kode rekaan.

  1. Pengunjung membuka landing page dari iklan Meta. URL-nya membawa UTM serta ID campaign, ad set, dan iklan bila template URL Parameters sudah dipasang di iklan, dan membawa fbclid bila ada.
  2. Script tracking membaca parameter itu dan menyimpannya di browser pada domain landing page, terpisah per workspace. Bila pengunjung kemudian datang dari iklan lain, parameter iklan yang baru menggantikan yang tersimpan, jadi yang dibawa selalu iklan terakhir yang diklik. Script juga menyimpan ID pengunjung dan kode lead seperti [D-9TQ3W]. Kunjungan dicatat sebagai Visit LP.
  3. Script mencari link yang menuju dalekta.id atau custom domain yang tercantum di script, dengan /wa/ di path-nya, lalu menambahkan ID pengunjung, ID sesi, kode lead, dan semua parameter tersimpan ke URL link itu. Ini terjadi saat halaman dimuat dan sekali lagi saat link diklik.
  4. Pengunjung menekan tombol. Rotator di domain lain membaca semuanya dari URL, mencatat Click CTA, memilih nomor sales, dan mengisi kode lead ke pesan awal.
  5. WhatsApp terbuka dengan pesan berkode. Alamat tujuannya hanya berisi nomor dan teks, jadi parameter URL tidak ikut. Pesan pertama yang masuk membawa [D-9TQ3W], Dalekta mencocokkannya dengan klik tadi, dan lead naik ke Masuk WA.

Pada lompatan pertama, pembawanya parameter di URL. Pada lompatan kedua, pembawanya kode di pesan. Sumber iklan sudah tersimpan di Dalekta sebelum pengunjung diarahkan ke WhatsApp, sehingga tidak perlu ikut ke sana. Perhatikan juga bahwa cookie landing page tidak terbaca di domain rotator, jadi rotator tidak mengandalkan cookie itu sama sekali. Peran cookie dan penyimpanan lokal dibahas di First-party cookie.

03Custom domain dan script tracking

Script hanya menambahkan data ke link yang ia kenali sebagai link rotator Dalekta, yaitu link ke dalekta.id atau ke custom domain yang tercantum di script, dengan /wa/ di path-nya. Script yang disalin dari tab Tracking Code di halaman Tracking Ads memuat custom domain yang berstatus Aktif. Setelah menambah custom domain, tunggu status Aktif dan SSL Terverifikasi, lalu salin ulang script ke landing page. Langkah DNS-nya ada di Custom Domain Setup.

Tombol WhatsApp di landing pageData ikut ke rotator?
Link rotator di dalekta.id atau custom domain yang tercantum di scriptYa. Script menambahkan ID pengunjung, kode lead, dan parameter tersimpan.
Link rotator di custom domain yang belum ada di scriptTidak. Link tidak dikenali, jadi klik tercatat tanpa ID pengunjung dan parameter tersimpan. Sumber iklannya hanya terbaca bila ada di link itu sendiri.
Link wa.me manualTidak. Dalekta tidak bisa membaca klik dan sumbernya, dan chat tanpa kode tidak menjadi lead.

04Penyebab sumber iklan hilang di tengah jalan

  • Script tracking tidak terpasang di halaman yang memuat tombol WhatsApp.
  • Redirect di landing page atau pemendek link yang membuang query string sebelum script sempat membacanya.
  • URL Parameters belum dipasang di level iklan, sehingga URL iklan tidak membawa UTM dan ID campaign.
  • Pengunjung berpindah browser atau perangkat. Penyimpanan tiap browser terpisah, jadi ia terbaca sebagai pengunjung baru.
  • Link rotator dibuka langsung dari bio atau pesan tanpa landing page ber-tracker. Klik tetap tercatat sebagai Click CTA, tetapi tidak ada Visit LP, dan hanya parameter yang ada di link itu sendiri yang terbaca.

Urutan pemasangan dari iklan sampai lead dibahas di UTM tracking WhatsApp.

05Kesalahan yang sering terjadi

  • Memasang tombol WhatsApp dengan link wa.me manual. Script hanya menambahkan data ke link rotator Dalekta, jadi klik lewat tombol itu tidak membawa sumber iklan dan pesannya tidak berkode.
  • Mengira cookie landing page ikut terbaca di domain rotator. Penyimpanan browser terikat ke domain yang membuatnya, sehingga data dibawa lewat parameter di URL.
  • Menambah custom domain tanpa menyalin ulang script. Link di domain yang belum tercantum di script tidak dikenali, dan kliknya tercatat tanpa ID pengunjung dan parameter tersimpan.
  • Menghapus kode [D-XXXXX] dari pesan awal. Kode itu yang menghubungkan chat dengan klik, dan tanpa kode itu chat tidak dihitung sebagai Total Lead rotator.

06Pertanyaan umum

Apa bedanya cross-domain tracking dan cross-device tracking?

Cross-domain tracking menjaga data saat pengunjung pindah dari satu domain ke domain lain di browser yang sama. Cross-device tracking menyangkut pengunjung yang berganti perangkat. Yang kedua tidak ditangani script Dalekta: penyimpanan tiap browser terpisah, jadi orang yang sama di ponsel dan laptop terbaca sebagai dua pengunjung.

Apakah Dalekta butuh pengaturan khusus untuk cross-domain tracking?

Tidak ada pengaturan terpisah. Pasang script dari tab Tracking Code di landing page, lalu ganti tombol WhatsApp dengan link rotator Dalekta. Bila memakai custom domain, tunggu status Aktif dan SSL Terverifikasi, lalu salin ulang script. Script menambahkan data ke link rotator di halaman Anda secara otomatis.

Apakah parameter iklan ikut terbawa sampai ke WhatsApp?

Tidak. Alamat tujuan WhatsApp hanya berisi nomor dan teks pesan. UTM, ID campaign, dan click ID sudah dibaca rotator dan tersimpan di Dalekta sebelum pengunjung diarahkan. Yang menyambungkan chat ke klik adalah kode [D-XXXXX] di pesan pertama.

Bagaimana bila link rotator dibuka langsung tanpa landing page?

Rotator tetap mencatat klik sebagai Click CTA dan membaca parameter yang kebetulan ada di link itu. Tanpa landing page ber-tracker tidak ada Visit LP, dan tidak ada ID pengunjung atau parameter tersimpan yang bisa ditambahkan script. Karena itu Click CTA bisa lebih banyak daripada Visit LP.

07Istilah terkait

Semua istilah

Coba Dalekta

Lihat campaign mana yang benar-benar closing di WhatsApp.

Masuk dengan Google untuk mencoba Signal Lite 7 hari tanpa kartu kredit. Trial Lite tidak mencakup AI Agent.