Lewati navigasi utama
Strategi & konten

Apa itu Digital Marketing? Arti, Jenis, dan Cara Mengukurnya

Digital marketing adalah pemasaran produk atau jasa lewat kanal internet, misalnya mesin pencari, media sosial, iklan berbayar di Meta, Google, atau TikTok, email, dan chat WhatsApp. Dalam bahasa Indonesia disebut pemasaran digital. Bedanya dengan pemasaran konvensional, banyak langkah calon pembeli bisa dicatat, dari melihat iklan dan mengklik sampai mengirim chat dan membeli, sehingga biaya dan hasil tiap kanal bisa dibandingkan.

Disebut juga: Pemasaran digital, Online marketing, Pemasaran online, Internet marketing

Digital marketing: Strategi & konten

01Arti digital marketing dan bedanya dengan pemasaran konvensional

Digital marketing mencakup semua kegiatan pemasaran yang terjadi di internet. Pemasaran digital adalah padanan bahasa Indonesianya, sedangkan online marketing dan internet marketing biasanya berarti hal yang sama. Bedanya dengan brosur, baliho, atau iklan radio ada pada jejak yang ditinggalkan calon pembeli. Klik, kunjungan halaman, dan chat bisa tercatat, jadi Anda bisa tahu kanal mana yang membawa pembeli dan berapa biayanya.

AspekPemasaran konvensionalDigital marketing
Siapa yang melihatDitentukan lokasi media, misalnya baliho di jalan tertentu atau brosur di satu perumahan.Bisa dipilih menurut usia, lokasi, minat, atau kata yang sedang dicari orang.
Modal awalBiaya cetak dan sewa media biasanya dibayar di depan.Iklan bisa dimulai dengan budget harian kecil. Di Meta, budget bisa diatur per hari atau untuk seluruh masa promosi.
Mengukur hasilPerkiraan, misalnya menanyakan pembeli tahu dari mana.Klik dan chat tercatat bila tracking konversi terpasang. Pembelian ikut tercatat bila closing dicatat.
Mengganti materiCetak atau produksi ulang.Materi bisa diganti tanpa cetak ulang, dan dua versi bisa diuji bersamaan lewat A/B testing.

Tahap yang dilalui calon pembeli dari melihat iklan sampai membeli dibahas di funnel marketing. Cara memilih kanal dan menyusun rencananya dibahas di artikel strategi digital marketing pada bagian Bacaan lanjutan di bawah.

02Jenis digital marketing dan cara mengukurnya

Tabel ini membagi digital marketing menurut kanal. Pembagiannya tidak baku, dan satu bisnis jarang memakai semuanya. Kolom terakhir berisi angka yang biasa dipakai untuk menilai kanal itu. Angka yang dekat ke penjualan, seperti closing dan revenue, lebih berguna untuk keputusan budget daripada angka yang hanya menunjukkan perhatian, seperti like.

JenisCara kerjanyaYang dibayarBiasanya diukur dengan
SEO (pencarian organik)Halaman website muncul di hasil pencarian Google tanpa membayar per klik. Menurut Google, SEO membantu mesin pencari memahami konten Anda, dan sebagian perubahan baru terlihat setelah beberapa jam, sebagian lain setelah beberapa bulan.Waktu menulis dan merawat websiteImpresi dan klik di Search Console, kunjungan, chat dari halaman itu
Media sosial organikPosting, Reels, dan Stories di akun bisnis tanpa dipromosikan.Waktu dan biaya produksi kontenReach, engagement rate, kunjungan profil, chat masuk
Iklan Meta AdsIklan berbayar yang menurut Meta bisa tampil di Facebook, Instagram, Messenger, WhatsApp, dan Audience Network, ke audiens yang dipilih menurut usia, jenis kelamin, lokasi, dan minat.Budget iklan harian atau totalCPM, CTR, biaya per hasil, chat, closing, ROAS
Iklan Google AdsIklan yang menurut Google tampil saat orang menelusuri bisnis seperti milik Anda di Google Penelusuran, YouTube, Maps, dan properti Google lain.Budget iklanKlik, CPC, konversi, chat, closing
Iklan TikTok AdsIklan yang dibuat di TikTok Ads Manager, dengan pilihan lokasi penayangan di aplikasi-aplikasi TikTok dan target menurut demografi, minat, dan perilaku.Budget harian atau totalTayangan video, klik, CPC, konversi, chat
Email marketingMengirim penawaran atau kabar ke daftar orang yang sudah setuju menerima email dari Anda.Layanan pengiriman email dan waktu menulisEmail dibuka, klik, pembelian dari email
Kerja sama kreator dan afiliasiKreator atau afiliasi membahas produk di kontennya dan mendapat bayaran tetap atau komisi.Fee kreator atau komisi per penjualanKode voucher atau link khusus, penjualan per kreator
Chat marketing di WhatsAppPercakapan satu per satu dengan calon pembeli yang datang dari kanal lain: menjawab pertanyaan, mengirim harga, menindaklanjuti, sampai closing.Waktu tim sales atau CSChat masuk, waktu balas, closing rate, revenue

Kanal berbayar mendatangkan pengunjung sejak iklan tayang, dan kunjungannya ikut berhenti saat budget habis. Kanal organik lambat di awal dan tidak dibayar per klik, tetapi tetap memakan waktu. Beda SEO dan iklan berbayar di mesin pencari dibahas di SEM. Angka yang Anda pilih sebagai target untuk tiap kanal disebut KPI marketing.

03Contoh digital marketing pada bisnis yang menjual lewat WhatsApp

Sebuah jasa cuci sofa di Bekasi dengan nilai rata-rata Rp 350.000 per pesanan memakai empat kanal dalam satu bulan. Semua kanal berujung di chat WhatsApp, dan sales menutup pesanan di chat.

  1. Artikel blog tentang cara membersihkan noda sofa, agar ditemukan di pencarian Google, dengan tombol WhatsApp di akhir artikel.
  2. Video sebelum dan sesudah dicuci di Instagram, tanpa dipromosikan.
  3. Iklan Meta ke landing page dengan tombol WhatsApp, budget Rp 150.000 per hari.
  4. Iklan Google untuk pencarian seperti cuci sofa Bekasi, budget Rp 2.000.000 sebulan.
Contoh di sini rekaanBisnis dan angka di contoh ini dibuat untuk menunjukkan cara membaca. Itu bukan data pelanggan dan bukan patokan biaya iklan.
Kanal (rekaan)Biaya iklan sebulanChatClosingRevenueBiaya per chatBiaya per closing
Iklan MetaRp 4.500.00015030Rp 10.500.000Rp 30.000Rp 150.000
Iklan GoogleRp 2.000.0004016Rp 5.600.000Rp 50.000Rp 125.000
Artikel blogRp 0256Rp 2.100.000Tanpa biaya iklanTanpa biaya iklan
Instagram organikRp 0203Rp 1.050.000Tanpa biaya iklanTanpa biaya iklan

Dilihat dari biaya per chat atau CPL, iklan Meta lebih murah: Rp 30.000 dibanding Rp 50.000. Dilihat dari biaya per closing, iklan Google yang lebih murah: Rp 125.000 dibanding Rp 150.000, karena 16 dari 40 chat Google closing, sedangkan Meta 30 dari 150. Jadi keputusan menambah budget bisa terbalik, tergantung angka mana yang dibaca. Data satu bulan dengan belasan sampai puluhan closing masih sedikit, jadi bandingkan lagi bulan berikutnya sebelum memindahkan budget besar. Kalkulator CPA menghitung CPL, CPA, dan closing rate dari biaya iklan, lead, dan closing yang Anda ketik.

Kanal organik tidak punya biaya iklan, tetapi menulis artikel dan membuat video memakan waktu. Catat jam kerjanya bila ingin membandingkan kanal secara adil. Satu pembeli juga bisa melewati beberapa kanal sebelum chat, misalnya membaca artikel dulu lalu melihat iklan. Perjalanan itu disebut customer journey. Tabel di atas menghitung setiap chat untuk satu kanal saja, jadi kanal yang dilihat lebih awal bisa tampak kurang berperan.

04Di alur iklan ke WhatsApp

Bagi bisnis yang menjual lewat WhatsApp, hampir semua kanal di atas berujung di chat. Hasil digital marketing yang paling berarti adalah closing di chat itu, bukan klik atau like. Masalahnya, untuk penjualan lewat chat, laporan platform iklan biasanya berhenti di klik atau percakapan yang dimulai, karena closing terjadi di WhatsApp dan platform tidak melihatnya. Agar biaya per closing tiap kanal bisa dihitung, pengukuran harus sampai ke chat. Hasilnya sebaiknya dikirim balik ke platform iklan, supaya platform punya sinyal tentang siapa yang membeli, bukan hanya siapa yang mengklik.

Dalekta mencatat jalur itu dari klik sampai closing. Pada iklan ke landing page, link rotator Dalekta mengisi pesan awal dengan kode tracking seperti [D-8RCV2], sehingga chat tersambung ke klik dan ke sumber campaign dari parameter URL atau click ID. Pada iklan Click to WhatsApp, lead berkode CTWA- memuat ID iklan, judul, dan isi iklan dari pesan pertama. Nama campaign, ad set, dan iklannya dibaca dari Meta bila Meta Ads terhubung dan akun iklannya dipilih. Sales lalu mengisi tahap lead sampai Closing beserta nominalnya.

PlatformYang dikirim balik dari DalektaStatus
MetaTahap yang Anda petakan di Event Mapping, misalnya Masuk WA, MQL, dan Closing dengan nominal, lewat Conversions API.Aktif, dengan syarat Pixel, token, dan mapping sudah diatur.
Google AdsConversion dari tahap yang dipetakan.Beta, belum terbukti end-to-end untuk semua akun.
TikTokBelum ada pengiriman event.Rencana, belum tersedia.

Untuk lead CTWA, event dikirim ke Meta sebagai event website tanpa click ID. Di Campaign Report Anda membaca WhatsApp, Closing, dan Revenue per campaign, dengan Spend Meta per campaign dan per ad set bila Meta Ads terhubung dan akun iklannya dipilih. Biaya Google Ads tidak dibaca Dalekta, jadi ambil angkanya dari Google Ads saat menghitung biaya per closing kanal itu.

Chat dari kanal organik, misalnya dari tombol WhatsApp di artikel blog, menjadi lead bila tombolnya memakai link rotator Dalekta. Lead tanpa parameter campaign atau click ID iklan yang terbaca tercatat dengan sumber Organic. Chat tanpa kode tracking yang bukan dari iklan CTWA tidak menjadi lead dan tampil sebagai percakapan Non-lead di Inbox. Alur lengkapnya ada di tracking closing WhatsApp dari iklan.

05Sumber resmi, dibaca 20 Oktober 2026

Pernyataan tentang Google, Meta, dan TikTok di halaman ini dicocokkan dengan halaman resmi berikut pada 20 Oktober 2026. Fitur, penempatan, dan nama menu di platform bisa berubah, jadi cek halaman aslinya sebelum membuat iklan.

06Kesalahan yang sering terjadi

  • Menyamakan digital marketing dengan iklan berbayar. SEO, konten organik, dan cara sales membalas chat ikut menentukan berapa pembeli yang didapat dari budget yang sama.
  • Menilai kanal dari like, klik, atau jumlah chat saja. Pada contoh di atas, kanal dengan biaya per chat termurah justru punya biaya per closing yang lebih mahal.
  • Menjalankan banyak kanal sekaligus dengan budget kecil. Tiap kanal hanya mendapat sedikit data, sehingga tidak ada satu pun yang bisa dinilai dengan yakin.
  • Tidak mencatat sumber chat. Tanpa kode tracking atau parameter campaign, semua chat WhatsApp tampak sama, dan budget dipindah berdasarkan perkiraan.

07Pertanyaan umum

Apa itu digital marketing dan contohnya?

Digital marketing adalah pemasaran lewat kanal internet, seperti mesin pencari, media sosial, iklan berbayar, email, dan chat. Contohnya jasa cuci sofa yang memasang iklan Instagram ke landing page dengan tombol WhatsApp, menulis artikel blog agar ditemukan di Google, lalu menutup penjualan lewat chat. Bila tracking terpasang, tiap langkah itu bisa diukur, dari klik sampai closing.

Apa saja jenis digital marketing?

Jenis yang umum adalah SEO, media sosial organik, iklan berbayar seperti Meta Ads, Google Ads, dan TikTok Ads, email marketing, kerja sama kreator atau afiliasi, dan chat marketing di WhatsApp. Pembagiannya tidak baku. Yang penting, tiap kanal punya ukuran hasil yang jelas, misalnya chat masuk, closing, dan revenue per kanal.

Apa bedanya digital marketing dan pemasaran konvensional?

Pemasaran konvensional memakai media seperti brosur, baliho, radio, dan televisi, yang hasilnya sulit dihitung per orang. Digital marketing memakai kanal internet yang mencatat klik, kunjungan, dan chat, sehingga biaya dan hasil tiap kanal bisa dibandingkan. Banyak bisnis memakai keduanya, misalnya brosur dengan kode QR yang membuka chat WhatsApp.

Apakah digital marketing harus memakai iklan berbayar?

Tidak. SEO, media sosial organik, dan email bisa berjalan tanpa budget iklan, tetapi butuh waktu dan konten yang rutin. Google sendiri menulis bahwa sebagian perubahan SEO terlihat dalam beberapa jam, sebagian lain baru setelah beberapa bulan. Iklan berbayar lebih cepat mendatangkan pengunjung, jadi iklan sering dipakai sambil membangun kanal organik.

08Istilah terkait

Semua istilah

Coba Dalekta

Lihat campaign mana yang benar-benar closing di WhatsApp.

Masuk dengan Google untuk mencoba Signal Lite 7 hari tanpa kartu kredit. Trial Lite tidak mencakup AI Agent.