01Arti UGC dan contoh konten UGC
User generated content adalah konten buatan pengguna. Pembedanya ada pada siapa yang membuat: orang yang memakai produk, dengan kamera dan kata-katanya sendiri, lalu mengunggahnya ke akunnya. Brand tidak menulis naskahnya dan biasanya tidak membayarnya. Karena itu konten UGC terlihat lebih apa adanya daripada foto studio atau video produksi agency.
- Foto atau video pembeli yang menandai akun toko di Instagram atau Facebook.
- Video unboxing atau pemakaian pertama sebuah produk.
- Ulasan tertulis di marketplace atau di halaman bisnis.
- Foto hasil yang dikirim pembeli lewat chat, misalnya hasil jahitan, hasil renovasi, atau hasil perawatan.
Dalam praktik iklan, kata UGC sekarang juga menunjuk gaya video, bukan hanya asal kontennya. Video gaya UGC biasanya direkam dengan ponsel, menghadap kamera, memakai bahasa sehari-hari, dan terlihat seperti unggahan pengguna biasa. Banyak brand membayar kreator untuk membuat video seperti ini. Hasilnya tetap konten berbayar, walau tampilannya mirip UGC organik.
UGC sering dipakai untuk mengganti materi iklan yang mulai jenuh, karena satu produk bisa diceritakan dari banyak sudut pandang oleh banyak orang. Tanda materi perlu diganti dibahas di ad fatigue, sedangkan detik pembuka yang membuat orang berhenti scroll dibahas di hook.
02UGC organik, video kreator berbayar, dan konten bermerek
Tiga jenis konten ini sama-sama sering disebut UGC, padahal izin dan aturannya berbeda. Tabel berikut merangkumnya. Aturan Meta di dalamnya diambil dari halaman resmi yang dibaca 20 Oktober 2026 dan tertaut di akhir halaman ini.
| Jenis | Pembuat dan imbalannya | Diunggah dari | Yang perlu diurus |
|---|---|---|---|
| UGC organik | Pelanggan atau pengguna, tanpa bayaran dari brand. | Akun pembuatnya sendiri. | Izin dari pembuatnya sebelum konten dipakai brand, apalagi di iklan. Standar Periklanan Meta melarang iklan yang memuat konten yang melanggar hak kekayaan intelektual pihak ketiga. |
| Video gaya UGC dari kreator bayaran | Kreator yang dibayar per video atau per paket, kadang hanya dengan produk gratis. | Akun brand, biasanya sebagai iklan. | Kesepakatan hak pakai: platform, masa pakai, dan boleh diedit atau tidak. Iklannya tetap tunduk pada Standar Periklanan Meta, termasuk lisensi musik. |
| Konten bermerek (branded content) | Kreator atau publisher yang menerima imbalan dari mitra bisnis, berupa uang atau barang gratis. | Akun kreator. | Meta mewajibkan alat konten bermerek untuk menandai produk, brand, atau mitra bisnis yang ditampilkan, dengan izin mitra itu lebih dulu. |
Meta mendefinisikan konten bermerek sebagai konten kreator atau publisher yang menampilkan atau dipengaruhi mitra bisnis dengan imbalan, misalnya uang atau hadiah gratis. Konten seperti itu hanya boleh diunggah memakai alat konten bermerek, oleh Halaman, grup, profil Facebook, atau akun Instagram yang punya akses ke alat itu. Meta juga menulis bahwa kreator tidak boleh menerima imbalan untuk mengunggah konten yang tidak menampilkan dirinya atau yang tidak ia ikut buat. Selain itu, pembuat konten tetap wajib mengikuti hukum yang berlaku, termasuk pengungkapan bahwa kontennya bersifat komersial.
Sebagian kategori tidak boleh dipromosikan lewat konten bermerek, misalnya produk tembakau, multi-level marketing, dan pinjaman jangka pendek seperti payday loan. Kategori lain hanya boleh dengan pembatasan, misalnya umur atau lokasi penonton. Daftarnya memuat alkohol, layanan berlangganan, produk keuangan dan asuransi, prosedur kosmetik dan penurunan berat badan, serta keluarga berencana dan kontrasepsi. Klinik kecantikan yang bekerja sama dengan kreator sebaiknya membaca bagian ini sebelum kontrak ditandatangani.
Bila postingan bermerek ingin dijadikan iklan, Ads Manager punya pengaturan Partnership ad. Menurut halaman bantuan Meta, nyalakan toggle Partnership ad, lalu di bagian Identity klik Select second identity dan pilih Halaman mitra bisnis Anda. Iklannya tampil atas nama dua Halaman sekaligus, dengan format Halaman Anda with Halaman mitra. Standar Periklanan Meta juga meminta iklan yang mempromosikan konten bermerek menandai produk, brand, atau mitra bisnis yang ditampilkan.
03Izin pakai sebelum UGC masuk iklan
Konten yang diunggah orang lain tetap milik pembuatnya. Tag ke akun Anda atau ulasan bintang lima bukan izin untuk memakainya di iklan. Sebelum konten masuk iklan, sepakati poin berikut secara tertulis, misalnya di kontrak atau di pesan yang menyebut tiap poin dengan jelas, lalu simpan jawabannya.
- Siapa pemiliknya. Pastikan yang memberi izin memang pembuat konten, dan orang yang tampil di dalamnya setuju wajah dan namanya dipakai.
- Untuk apa dipakai. Sebut bentuknya, misalnya unggah ulang organik, iklan, atau landing page, serta platformnya.
- Berapa lama. Tulis masa pakai, misalnya tiga atau enam bulan, dan apa yang terjadi pada iklan yang masih tayang saat masa itu habis.
- Boleh diubah atau tidak. Iklan sering perlu dipotong, diberi teks, atau dibuat beberapa versi pembuka. Bila hal ini tidak disepakati, jangan mengedit tanpa bertanya.
- Musik. Bila iklan memuat musik, Meta meminta pengiklan mengurus lisensi yang diperlukan, misalnya untuk rekaman dan komposisi lagunya. Musik yang dipakai kreator di unggahan pribadinya belum tentu boleh dipakai di iklan.
- Imbalan untuk kreator bayaran. Tulis jumlah video, jumlah revisi, tanggal kirim, dan nilai bayarannya.
Isi video juga harus benar. Standar Periklanan Meta melarang iklan yang mempromosikan sesuatu dengan cara menipu atau menyesatkan, dan melarang iklan yang menyatakan atau menyiratkan atribut pribadi penontonnya, seperti kondisi kesehatan, agama, atau kesulitan keuangan. Salah satu contoh yang dilarang di halaman Meta adalah pertanyaan apakah penonton mengidap diabetes. Jadi jangan minta kreator membuka video dengan menebak keadaan penonton, jangan menulis naskah yang menjanjikan hasil yang tidak bisa dibuktikan, dan jangan menyajikan kreator bayaran seolah pembeli biasa yang tidak dibayar. Jangan pula membuat ulasan atau testimoni rekaan.
04Di alur iklan ke WhatsApp
Video UGC sering dinilai dari jumlah tayangan, engagement rate, atau biaya per chat. Untuk iklan yang berakhir di chat WhatsApp, ukuran itu belum cukup. Video yang lucu dan ramai komentar bisa mendatangkan banyak penanya yang hanya penasaran, sedangkan video yang lebih tenang dari kreator lain bisa mendatangkan lebih sedikit chat tetapi lebih banyak pembeli. Bandingkan kreator sampai Closing dan nominalnya, jangan berhenti di jumlah chat.
| Iklan | Spend | Chat WhatsApp | Closing | Biaya per chat | Biaya per closing |
|---|---|---|---|---|---|
| Video Kreator A | Rp 1.500.000 | 60 | 2 | Rp 25.000 | Rp 750.000 |
| Video Kreator B | Rp 1.500.000 | 30 | 5 | Rp 50.000 | Rp 300.000 |
| Video Kreator C | Rp 1.000.000 | 25 | 1 | Rp 40.000 | Rp 1.000.000 |
Dari biaya per chat, Kreator A terlihat paling murah. Dari biaya per closing, Kreator B yang paling murah. Dengan closing sesedikit ini, selisih dua atau tiga closing saja bisa membalik urutannya, jadi perpanjang periodenya atau uji lagi dengan cara di A/B testing sebelum memindahkan budget. Cara menghitungnya ada di biaya per closing.
Perbandingan seperti ini hanya bisa dibuat bila tiap chat tetap membawa sumbernya. Caranya di Dalekta bergantung pada jalur iklan.
- Iklan ke landing page. Jadikan tiap video kreator iklan sendiri dengan nama yang memuat nama kreator, misalnya
ugc-rina-unboxing, lalu pasang template URL Parameters di level iklan. Makro nama di URL berisi nama saat iklan pertama kali terbit, jadi beri nama sebelum publish. Di Campaign Report, buka campaign lalu ad set untuk melihat WhatsApp, Closing, dan Revenue per iklan. Bila Meta Ads terhubung dan akun iklannya dipilih, biaya dari Meta terbaca per campaign dan per ad set, belum per iklan, jadi spend per video tetap diambil dari Ads Manager. - Iklan Click to WhatsApp. Lead berkode
CTWA-menyimpan ID iklan serta judul dan isi iklan dari pesan pertama. Bila Meta Ads terhubung di Tracking → Ad Connections dan akun iklannya dipilih, Dalekta mengisi nama campaign, ad set, dan iklan dari Meta. Beri judul dan isi iklan yang berbeda untuk tiap video kreator agar baris lead yang belum terbaca dari Meta tidak menyatu. Langkahnya ada di dokumentasi Click to WhatsApp. - Postingan kreator di akunnya sendiri. Beri tiap kreator link rotator sendiri, misalnya rotator
ugc-rina, dan tambahkan UTM di belakang linknya. Rotator membaca parameter dari URL-nya sendiri dan menyimpannya di lead. Di Campaign Report, klik rotator yang tidak lewat landing page ber-tracker dikelompokkan di platform Shortlink, satu baris per rotator. Taruh nama kreator diutm_campaign, misalnyaugc-rina, supaya filter Campaign di halaman Leads bisa memisahkan lead per kreator. Isiutm_sourcedengan satu nilai polos yang khas, dan jangan memasukkan nama platform lain ke dalamnya. Untuk video yang tayang di TikTok, cukuptiktok. Untuk postingan di Instagram atau Facebook, pakai nilai sepertikreator, bukan meta, facebook, fb, instagram, atau ig. Dalekta membaca nilai-nilai itu sebagai tanda lead Meta, dan bila Pixel serta mapping event aktif, status lead itu ikut dikirim ke Meta sebagai event, padahal chat-nya tidak datang dari iklan.
Jangan menggabungkan video beberapa kreator dalam satu iklan dynamic creative bila ingin membandingkan per kreator, karena bagi Dalekta satu iklan tetap satu iklan. Dalekta juga tidak menilai isi video dan tidak membaca view video, like, atau komentar. Angka iklan yang dibaca dari Meta hanya Spend, Impressions, dan Ad clicks, per campaign dan per ad set. Yang dicatat per lead adalah chat, status sampai Closing, dan sumber yang menempel pada lead itu. Cara membuat dan memasang link rotator untuk bio ada di link rotator WhatsApp.
05Sumber resmi, dibaca 20 Oktober 2026
Halaman Meta berikut dibuka pada 20 Oktober 2026. Meta bisa mengubah aturan dan nama menunya, jadi cek halaman aslinya sebelum membuat kontrak dengan kreator atau memasang iklan.
06Kesalahan yang sering terjadi
- Memakai foto atau video pelanggan di iklan karena mereka menandai akun Anda. Tag bukan izin. Minta izin tertulis yang menyebut bentuk pemakaian, platform, dan masa pakainya.
- Membayar kreator atau mengirim produk gratis, lalu membiarkan postingannya tayang tanpa tag mitra bisnis. Meta mewajibkan alat konten bermerek untuk konten seperti itu.
- Memilih kreator pemenang dari tayangan, engagement rate, atau biaya per chat. Kreator dengan chat termurah belum tentu membawa closing terbanyak.
- Memberi semua kreator link yang sama, atau menggabungkan video mereka dalam satu iklan. Chat-nya tidak bisa dipisah lagi per kreator, jadi perbandingan sampai closing tidak bisa dibuat.
07Pertanyaan umum
Apa itu UGC creator?
UGC creator adalah kreator yang dibayar brand untuk membuat konten bergaya pengguna biasa, biasanya video ponsel yang menghadap kamera dengan bahasa sehari-hari. Hasilnya dikirim ke brand sebagai file untuk diunggah atau diiklankan dari akun brand, jadi jumlah pengikut kreator tidak terlalu menentukan. Walau tampilannya mirip UGC organik, kontennya tetap konten berbayar, sehingga hak pakai dan aturan iklan berlaku.
Apa bedanya UGC dan konten influencer?
UGC organik dibuat pelanggan tanpa bayaran dan diunggah ke akunnya sendiri. Konten influencer dibuat kreator yang dibayar atau diberi produk, lalu diunggah ke akunnya untuk menjangkau pengikutnya. Di Meta, konten seperti itu termasuk konten bermerek dan wajib memakai alat konten bermerek. Video dari UGC creator ada di tengah: dibayar, tetapi biasanya diunggah dari akun brand.
Bolehkah mengiklankan konten pelanggan yang menandai akun kami?
Minta izin dulu. Konten itu milik pembuatnya, dan Standar Periklanan Meta melarang iklan yang memuat konten yang melanggar hak kekayaan intelektual pihak ketiga. Kirim pesan yang menyebut kontennya, bentuk pemakaian seperti iklan atau landing page, platform, dan masa pakainya, lalu simpan jawabannya. Bila wajah orang lain ikut tampil, pastikan orang itu juga setuju.
Apakah iklan UGC selalu lebih bagus daripada iklan buatan brand?
Tidak selalu. Gaya UGC cocok untuk produk yang perlu terlihat sedang dipakai orang biasa, tetapi hasilnya tetap bergantung pada produk dan penawarannya. Cara paling aman adalah mengujinya: tayangkan video UGC dan materi buatan brand sebagai iklan terpisah di ad set yang sama, lalu bandingkan biaya per closing setelah closing-nya cukup banyak, bukan biaya per chat saja.
