01Rumus ROI dan biaya yang dihitung
Mulailah dari laba, yaitu revenue dikurangi seluruh biaya yang keluar untuk menghasilkannya. Bagi laba itu dengan seluruh biaya, lalu kalikan 100%. Hasil positif berarti ada laba, nol berarti impas, dan negatif berarti rugi. Tidak ada aturan baku tentang biaya apa yang ikut dihitung, jadi tulis cakupannya setiap kali menyebut angka ROI.
| Jenis biaya | Contoh | Ikut dihitung? |
|---|---|---|
| Biaya iklan | Spend iklan pada periode yang sama. | Ya, ini bagian utama pada ROI iklan. |
| Biaya produk atau jasa | Modal barang, bahan, atau biaya pengerjaan untuk closing yang sama. | Ya. Inilah yang membedakan ROI dari ROAS. |
| Biaya yang menempel pada tiap closing | Ongkos kirim, komisi sales, atau biaya pembayaran. | Ya, bila terjadi karena closing itu. |
| Biaya tim dan alat | Gaji, agency, desain, atau langganan software. | Hanya bila Anda sengaja memasukkannya dan konsisten setiap periode. |
Pada contoh studio interior di atas, misalkan ada tambahan komisi sales dan ongkos kirim Rp 1.000.000 untuk 4 closing itu. Seluruh biaya menjadi Rp 16.000.000, laba Rp 4.000.000, dan ROI turun dari sekitar 33% menjadi 25%. Revenue-nya sama, tetapi cakupan biayanya berbeda. Angka ini ilustrasi.
02ROI dan ROAS: apa bedanya
ROAS membandingkan revenue dengan biaya iklan saja. ROI membandingkan laba dengan seluruh biaya. Karena biaya produk tidak masuk ROAS, dua iklan dengan ROAS sama bisa punya ROI yang jauh berbeda. Tabel ini memakai angka ilustrasi: dua campaign sama-sama menghabiskan Rp 5.000.000 iklan dan menghasilkan revenue Rp 20.000.000.
| Ukuran | Campaign A | Campaign B |
|---|---|---|
| Biaya iklan | Rp 5.000.000 | Rp 5.000.000 |
| Biaya produk | Rp 10.000.000 | Rp 16.000.000 |
| Seluruh biaya | Rp 15.000.000 | Rp 21.000.000 |
| Laba | Rp 5.000.000 | minus Rp 1.000.000 |
| ROAS | 4,0 | 4,0 |
| ROI | sekitar 33% | sekitar minus 5% |
Keduanya terlihat sama di ROAS, tetapi campaign B rugi karena margin produknya tipis. ROAS terendah yang masih menutup biaya produk dan biaya iklan disebut Break-even ROAS. Bila margin kotor yang dipakai sudah memuat semua biaya selain iklan, ROI tepat 0% di angka break-even ROAS itu.
03Di alur iklan ke WhatsApp
Di Dalekta, lead berstatus Closing menyimpan nominal transaksinya, dan Campaign Report menjumlahkannya sebagai Revenue per campaign. Closing tanpa nominal tidak menambah Revenue. Dalekta tidak menyimpan biaya produk, ongkos kirim, atau komisi, jadi laba dan ROI tidak bisa dibaca langsung dari report. Anda menambahkan biaya itu dari pembukuan sendiri. Langkah berikut memakai angka ilustrasi.
- Di Campaign Report, pilih rentang tanggal tertentu, bukan Semua Data, lalu buka baris campaign Meta. Misalnya campaign Promo Awal Bulan menunjukkan 6 Closing dan Revenue Rp 18.000.000.
- Ambil Spend campaign itu untuk rentang yang sama. Bila Meta Ads terhubung di Ad Connections dan akun iklannya dipilih, kolom Spend ada di baris campaign. Bila tidak, ambil dari Ads Manager. Misalnya Rp 6.000.000.
- Kumpulkan biaya lain untuk 6 closing yang sama dari pembukuan Anda, yaitu biaya produk dan biaya per closing. Misalnya Rp 9.000.000.
- Hitung seluruh biaya: Rp 6.000.000 + Rp 9.000.000 = Rp 15.000.000. Laba = Rp 18.000.000 - Rp 15.000.000 = Rp 3.000.000.
- ROI = Rp 3.000.000 ÷ Rp 15.000.000 × 100% = 20%. ROAS campaign yang sama, yaitu Revenue dibagi Spend, adalah 3,0.
Kalkulator ROAS gratis menghitung ROAS, break-even ROAS, dan laba kotor setelah biaya iklan dari angka yang Anda ketik di browser. Laba kotor setelah biaya iklan itu sama dengan pembilang ROI bila margin kotor yang Anda isi sudah memuat semua biaya selain iklan. Pembaginya, yaitu seluruh biaya, tetap Anda hitung sendiri.
04Kesalahan yang sering terjadi
- Memakai ROAS sebagai ROI. ROAS belum memperhitungkan biaya produk, jadi ROAS 4,0 bisa berarti ROI positif pada margin tebal dan ROI negatif pada margin tipis.
- Menyebut ROI tanpa cakupan biayanya. Satu tim hanya menghitung biaya iklan, tim lain menambah gaji dan agency, sehingga dua angka ROI tidak bisa diadu.
- Mencampur closing dan biaya dari periode berbeda. Pembilang dan penyebut harus untuk closing dan periode yang sama, dan closing tanpa nominal tidak menambah Revenue.
- Mencari kolom ROI di Campaign Report. Report menyediakan Revenue dan Spend, serta ROAS (Dalekta) yang hanya tampil bila rentang tanggal eksplisit, ID, kalender, dan mata uangnya cocok. Biaya produk tidak tercatat di Dalekta, jadi tidak ada kolom ROI.
05Pertanyaan umum
Apa kepanjangan ROI dan bagaimana rumusnya?
ROI adalah singkatan dari Return on Investment. Rumusnya revenue dikurangi seluruh biaya, dibagi seluruh biaya, lalu dikali 100%. Sebagai ilustrasi, revenue Rp 12.000.000 dengan seluruh biaya Rp 10.000.000 menghasilkan laba Rp 2.000.000 dan ROI 20%. Tulis biaya apa saja yang ikut dihitung.
Apa bedanya ROI dan ROAS?
ROAS membagi revenue dengan biaya iklan saja, sedangkan ROI membagi laba dengan seluruh biaya, termasuk biaya produk. ROAS cepat dipakai untuk menilai iklan, tetapi belum memperhitungkan biaya produk. ROI memuat biaya itu, jadi lebih dekat menjawab apakah penjualan dari iklan itu menguntungkan. Dua iklan dengan ROAS sama bisa punya ROI berbeda bila margin produknya berbeda.
Berapa ROI yang dianggap bagus?
Tidak ada angka bagus untuk semua bisnis. ROI di atas 0% berarti ada laba, dan di bawahnya rugi. Bandingkan dengan target Anda sendiri dan dengan pilihan lain untuk uang yang sama. Pelanggan yang membeli lagi bisa membuat ROI satu periode terlihat lebih rendah daripada nilai pelanggannya dalam jangka panjang.
Apakah Dalekta menghitung ROI?
Tidak. Dalekta mencatat closing dan nominalnya sebagai Revenue, dan bila Meta Ads terhubung, Campaign Report menyediakan Spend campaign Meta. Biaya produk dan biaya lain tidak tercatat di Dalekta, jadi laba dan ROI Anda hitung sendiri dari angka-angka itu.
