01Tiga level iklan di Meta: campaign, ad set, dan ad
Halaman What are the advertising levels in Meta Ads Manager? menjelaskan bahwa pembuatan iklan di Meta diatur dalam tiga level: campaign, ad set, dan ad. Di versi Indonesia, Pusat Bantuan Meta menulisnya kampanye, set iklan, dan iklan. Satu campaign berisi satu atau beberapa ad set, dan satu ad set berisi satu atau beberapa iklan. Tabel ini merangkum apa yang diatur di tiap level, menurut halaman bantuan Meta yang dibaca per 16 Oktober 2026 dan tertaut di akhir halaman ini.
| Level | Yang diatur di level ini | Contoh isian |
|---|---|---|
| Campaign (kampanye) | Tujuan iklan (objective) dan jenis pembelian, biasanya Auction. Di sini juga Anda memilih apakah budget dipegang campaign atau tiap ad set, dan opsi seperti A/B test dan special ad category. | Tujuan Prospek, nama campaign, budget campaign atau budget per ad set. |
| Ad set (set iklan) | Audiens, penempatan, budget (bila tidak memakai budget campaign), jadwal, dan sasaran kinerja (performance goal). Semua iklan di dalamnya berbagi pengaturan ini. | Audiens usia 25 sampai 34, penempatan Facebook Feed dan Instagram Stories, budget harian, sasaran Maksimalkan jumlah percakapan. |
| Ad (iklan) | Nama iklan, identitas (Halaman Facebook dan akun Instagram), format (gambar atau video tunggal, carousel, atau collection), materi (media, teks utama, headline, deskripsi), URL tujuan, dan kolom URL Parameters di bagian Tracking. | Video testimoni, teks utama, URL landing page. |
Hubungan satu ke banyak ini menentukan cara menguji. Ingin menguji audiens, penempatan, atau budget? Buat ad set terpisah. Ingin menguji gambar, video, atau teks? Buat iklan terpisah di ad set yang sama. Contoh dari Meta sendiri adalah satu campaign traffic dengan dua ad set, satu untuk usia 18 sampai 30 dan satu untuk usia 31 sampai 50, masing-masing berisi iklan berbeda.
02Apa saja yang diatur di ad set
Empat pengaturan ad set paling menentukan siapa yang melihat iklan Anda dan berapa biayanya. Tabel ini memadukan halaman struktur iklan, About campaign budgets and ad set budgets, About performance goals, dan halaman pembuatan iklan Click to WhatsApp di bawah tabel, semuanya dibaca per 16 Oktober 2026.
| Pengaturan | Artinya | Catatan dari Meta |
|---|---|---|
| Audiens | Siapa yang Anda inginkan melihat iklan: demografi, minat, perilaku, dan audiens kustom. | Untuk iklan Click to WhatsApp dengan tujuan Prospek atau Penjualan, Meta menyebut bagian Audiens dan Penempatan bisa menampilkan Advantage+ Aktif. Lihat Advantage+. |
| Penempatan | Tempat iklan tampil, misalnya Facebook Feed, Instagram Stories, dan Messenger. | Semua iklan di ad set yang sama memakai penempatan yang sama. |
| Budget dan jadwal | Budget harian atau selama masa promosi, tanggal mulai dan berakhir, dan penjadwalan waktu. | Budget bisa dipegang campaign (Meta menyebutnya Advantage+ campaign budget, lihat CBO) atau dipegang tiap ad set, yang oleh pengiklan sering disebut ABO. Meta menyebut budget per ad set memberi kontrol delivery yang lebih besar. |
| Sasaran kinerja | Hasil yang diincar sistem Meta saat menawar di lelang untuk ad set ini, misalnya klik tautan atau percakapan. | Boleh berbeda dari tujuan campaign. Meta mencontohkan tujuan Sales dengan sasaran klik tautan di ad set. Untuk iklan ke WhatsApp dengan tujuan Prospek, Maximize number of conversations terpilih secara bawaan. |
Untuk iklan Click to WhatsApp dengan tujuan Traffic, Interaksi, Penjualan, atau Prospek, halaman How to create ads that click to WhatsApp in Ads Manager menaruh bagian Conversion (Konversi) di langkah ad set. Di sana Anda memilih lokasi konversi, Halaman Facebook, dan WhatsApp. Template pesan dipilih sesudah langkah ad set. Untuk tujuan Awareness, WhatsApp dipilih di level iklan, pada bagian Destination (Destinasi). Jadi tempat Anda mengatur nomor tujuan chat bergantung pada tujuan campaign.
03Berapa banyak ad set yang sebaiknya dibuat
Tidak ada jumlah yang benar untuk semua akun, tetapi halaman About the learning phase memberi alasan untuk tidak memecah terlalu halus (dibaca per 16 Oktober 2026). Fase belajar dihitung per ad set. Ad set keluar dari fase itu saat sudah bisa tayang stabil, biasanya setelah sekitar 50 hasil dalam sepekan sesudah edit signifikan terakhir. Selama fase belajar, performa kurang stabil dan CPA biasanya lebih tinggi. Lihat juga learning phase.
- Hindari volume iklan yang tinggi. Menurut Meta, makin banyak iklan dan ad set, makin sedikit yang dipelajari sistem tentang masing-masing.
- Gabungkan ad set yang mirip. Meta menulis bahwa menggabungkan ad set serupa juga menggabungkan pembelajarannya.
- Pakai budget yang realistis. Budget yang terlalu kecil atau terlalu besar memberi sistem indikator yang keliru, dan perubahan budget yang sering bisa membuat ad set masuk fase belajar lagi.
- Tunggu sebelum mengedit. Mengedit iklan, ad set, atau campaign selama fase belajar mengulang pembelajaran, jadi hindari edit yang tidak perlu.
04Di alur iklan ke WhatsApp
Dalekta tidak membuat atau mengubah ad set, dan tidak membaca pengaturan audiens, penempatan, atau sasaran kinerjanya. Yang dibaca adalah nama dan ID campaign, ad set, dan iklan yang menempel pada tiap lead. Jalurnya bergantung pada jenis iklan.
| Jenis iklan | Dari mana nama dan ID ad set datang | Syaratnya |
|---|---|---|
| Iklan ke landing page lalu WhatsApp | Parameter di URL iklan: adset_id, adset_name, dan utm_term. Tracker di landing page menangkapnya, lalu kode tracking di pesan awal chat (misalnya [D-ABC123]) menyambungkannya ke lead. | Template URL Parameters terpasang di setiap iklan, redirect atau pemendek tautan tidak membuang query string, dan chat dibuka dengan kode tracking di pesan awalnya. |
| Iklan Click to WhatsApp | ID iklan di pesan pertama. Dalekta menanyakan ke Meta nama campaign, ad set, dan iklan dari ID itu. | Meta Ads terhubung di Ad Connections lewat login Meta Ads, bukan token Pixel atau Conversions API, satu akun iklan dipilih, dan Meta menjawab. |
Iklan dari akun iklan lain, atau iklan yang tidak dikembalikan Meta, tidak terisi. Lead CTWA yang belum terbaca hanya memuat ID iklan, judul, dan isi iklan. Campaign Report menaruhnya di baris Click to WhatsApp tanpa campaign dengan alasannya di bawah nama, dan Anda bisa mencocokkan ID iklan itu sendiri dengan kolom Ad ID di Ads Manager. Cara lead CTWA dibaca dibahas di chat WhatsApp dari iklan mana.
Di Campaign Report, grup Meta mengelompokkan lead per campaign. Buka baris campaign untuk melihat ad set, lalu buka ad set untuk melihat iklannya. Per ad set tampil jumlah WhatsApp dan Closing dari lead, ditambah Spend, Impressions, dan Ad clicks dari Meta bila ID akun, campaign, dan ad set cocok. Delivery per iklan dari Meta belum tersedia, jadi angka per iklan hanya dari sisi lead. Rincian kolomnya ada di dokumentasi Dashboard dan Report.
| Baris | Spend | Closing | Spend per WhatsApp | Spend per closing | |
|---|---|---|---|---|---|
| Campaign Promo Oktober | Rp 4.000.000 | 80 | 6 | Rp 50.000 | sekitar Rp 667.000 |
| Ad set Usia 25-34 | Rp 2.000.000 | 50 | 1 | Rp 40.000 | Rp 2.000.000 |
| Ad set Usia 35-44 | Rp 2.000.000 | 30 | 5 | sekitar Rp 66.700 | Rp 400.000 |
Dua kolom terakhir adalah hasil bagi yang bisa Anda hitung sendiri dari kolom di sebelahnya. Dari angka campaign saja Anda melihat 80 chat dan 6 closing. Dari ad set terlihat bahwa Usia 25-34 menghasilkan chat paling murah tetapi hampir tidak closing, sedangkan Usia 35-44 chatnya lebih mahal dengan biaya per closing sekitar seperlimanya. Dengan angka sekecil ini, satu closing lebih atau kurang mengubah gambarannya, jadi jangan langsung memindahkan budget. Cek isi chat dan kualitas lead dulu, lalu uji lagi di periode berikutnya.
05Memasang nama dan ID ad set di URL iklan
Halaman Specifications for URL dynamic parameters, dibaca per 16 Oktober 2026, mencantumkan makro ad_id={{ad.id}}, adset_id={{adset.id}}, campaign_id={{campaign.id}}, ad_name={{ad.name}}, adset_name={{adset.name}}, campaign_name={{campaign.name}}, placement={{placement}}, dan site_source_name={{site_source_name}}. Untuk ad set cukup tiga isian berikut.
utm_term={{adset.name}}&adset_id={{adset.id}}&adset_name={{adset.name}}Template lengkap yang juga memuat campaign dan iklan ada di dokumentasi template URL parameter Meta. Dasar UTM-nya dijelaskan di UTM.
- Salin template dari Tracking Ads → tab UTM → Meta di dashboard Dalekta.
- Di Ads Manager, buka iklan yang mengarah ke landing page. Kolom URL Parameters ada di level iklan, pada bagian Tracking, bukan di ad set.
- Tempel template tanpa tanda tanya di depannya, lalu publish.
- Buka preview atau lakukan test visit untuk memastikan parameter muncul di URL akhir.
Meta mencatat dua hal. Pertama, makro nama berisi nama saat iklan pertama kali diterbitkan. Mengganti nama ad set sesudahnya tidak mengubah isi URL, dan untuk mengubah nilainya Anda perlu menerbitkan ad set baru. Karena itu adset_id yang paling aman untuk mencocokkan data, sedangkan nama membantu dibaca manusia. Kedua, URL parameter bisa diubah sesudah publish, tetapi ad set bisa masuk fase belajar lagi.
06Kesalahan yang sering terjadi
- Mencari kolom URL Parameters di level ad set. Menurut Meta kolom itu ada di bagian Tracking pada langkah iklan, jadi template yang tidak dipasang di iklan tidak membawa nama dan ID ad set ke landing page.
- Mengganti nama ad set sesudah iklan tayang lalu mengira URL ikut berubah. Makro nama tetap berisi nama saat iklan pertama kali diterbitkan, sedangkan ID tidak berubah, jadi cocokkan lewat ID.
- Memecah satu budget kecil ke banyak ad set. Meta menulis makin banyak ad set, makin sedikit yang dipelajari sistem tentang masing-masing, dan menggabungkan ad set serupa menggabungkan pembelajarannya.
- Membandingkan ad set hanya dari jumlah chat. Ad set dengan chat terbanyak belum tentu menghasilkan closing terbanyak, jadi baca juga kolom Closing di Campaign Report.
07Pertanyaan umum
Apa bedanya campaign, ad set, dan ad?
Campaign menentukan tujuan iklan dan apakah budget dipegang campaign atau tiap ad set. Ad set menentukan audiens, penempatan, budget, jadwal, dan sasaran kinerja. Ad adalah tampilan yang dilihat orang: format, gambar atau video, teks, dan URL tujuan. Satu campaign berisi beberapa ad set, dan satu ad set berisi beberapa iklan yang berbagi pengaturan ad set itu.
Apakah Dalekta bisa membaca nama ad set dari iklan Click to WhatsApp?
Bisa, dengan syarat. Meta Ads harus terhubung di Ad Connections lewat login Meta Ads, bukan token Pixel atau Conversions API, satu akun iklan harus dipilih, dan Meta harus mengembalikan iklannya. Dalekta lalu mengisi campaign, ad set, dan iklan dari ID iklan. Tanpa itu lead hanya memuat ID iklan, judul, dan isi iklan, dan tampil di baris Click to WhatsApp tanpa campaign.
Kenapa nama ad set di laporan berbeda dengan di Ads Manager?
Makro nama di URL iklan berisi nama saat iklan pertama kali diterbitkan, jadi mengganti nama ad set sesudahnya tidak mengubah nilai di URL. Cocokkan lewat ID. Di Ads Manager, buka Columns, Customize columns, lalu Object names & IDs untuk menampilkan Ad set ID, dan bandingkan dengan adset_id di URL iklan.
Apakah ad set sama dengan ad group di Google Ads?
Posisinya mirip, istilahnya berbeda. Ad set adalah istilah Meta untuk level di bawah campaign. Google Ads menyebut level di bawah campaign sebagai ad group, yang berisi satu atau beberapa iklan (halaman bantuan Google dibaca per 16 Oktober 2026). Jangan menganggap pengaturannya identik. Campaign Report membaca grup Google per campaign, ad group, lalu iklan menurut ID dari template Google di URL iklan, dan memberi nama dari Google Ads untuk workspace yang menghubungkannya.
