01Cara kerja offline conversion
- Calon customer mengklik iklan dan platform mencatat klik itu. Untuk iklan yang membuka halaman web, klik tersebut dapat membawa click ID di URL tujuan.
- Calon customer berpindah ke kanal di luar website, lalu closing terjadi di sana.
- Bisnis mencatat hasilnya di sistem sendiri, misalnya CRM atau spreadsheet, lalu mengirimnya ke platform iklan bersama petunjuk pencocokan, yaitu click ID atau data kontak yang di-hash.
- Platform mencoba mencocokkan konversi itu dengan klik atau pengguna yang pernah melihat iklan. Bila cocok, konversi masuk ke laporan iklan.
Platform iklan umumnya membatasi berapa lama setelah klik sebuah konversi masih diterima, jadi periksa batasnya di dokumentasi resmi.
02Data yang biasanya dikirim
| Data | Fungsinya |
|---|---|
| Nama event dan waktu | Jenis konversinya, misalnya Lead atau Purchase, dan kapan terjadinya. |
| Nilai dan mata uang | Nominal konversi dan kode mata uangnya, misalnya 4.500.000 dengan IDR untuk satu closing. |
| Click ID | Penanda klik iklan tertentu, seperti fbclid dari Meta dan gclid dari Google. Lihat click ID. |
| Data kontak ter-hash | Nomor telepon atau data kontak lain yang diubah menjadi hash sebelum dikirim, lalu dicocokkan platform dengan data penggunanya. |
03Di alur iklan ke WhatsApp
Pada bisnis yang closing di WhatsApp, script di landing page tidak melihat apa yang terjadi setelah calon customer membuka chat. Platform iklan baru tahu hasilnya bila bisnis melaporkannya.
Ilustrasi dengan angka buatan: calon customer mengklik iklan Meta, lalu menekan tombol WhatsApp di landing page. Tombol itu membuka link rotator Dalekta yang menyisipkan kode [D-7K2PQ] ke pesan awal. Saat pesan pertama masuk ke nomor sales yang terhubung, lead berstatus Masuk WA. Ketika percakapan berujung closing, sales mencatat nominal Rp 4.500.000, manual di Leads atau lewat Rules bila frasa Closing sudah diatur, dan lead naik ke Closing.
Saat lead mencapai tahap yang sudah dipetakan, Dalekta mengirim event tahap itu ke Meta, dengan syarat di kotak bawah tabel.
| Tahap di Dalekta | Contoh pilihan di Event Mapping | Isi event |
|---|---|---|
| Masuk WA | Lead | Tanpa nominal. |
| MQL | Tidak dipetakan | Tidak dikirim. |
| Prospek | Tidak dipetakan | Tidak dikirim. |
| Closing | Purchase | Nominal Rp 4.500.000 beserta mata uangnya. |
Pilihan di tabel hanya contoh. Dalekta tidak menerapkan pemetaan sendiri, jadi Anda memilih event untuk tiap tahap di Event Mapping, dan tahap tanpa pilihan tidak dikirim.
Lead dari landing page membawa data klik dari kunjungan, seperti fbc dan fbp bila ada. Lead dari iklan CTWA tidak punya kunjungan halaman, jadi event-nya hanya membawa tiga petunjuk pencocokan: nomor telepon, nama profil WhatsApp, dan ID lead, masing-masing di-hash. CTWA click ID (ctwa_clid) tersimpan di lead tetapi tidak dikirim ke Meta.
04Jalur pengiriman di tiap platform
| Platform | Pengait yang umum | Catatan |
|---|---|---|
| Meta | fbc, fbp, atau data kontak ter-hash. | Meta menerima kejadian di luar website lewat beberapa jalur yang nama dan aturannya bisa berubah. Cek dokumentasi Meta. |
| Google Ads | Click ID Google, seperti gclid. | Google Ads punya fitur untuk mengunggah konversi setelah klik. Dukungan Google Ads di Dalekta masih beta. |
05Kesalahan yang sering terjadi
- Mengira offline conversion hanya untuk toko fisik. Closing lewat chat WhatsApp juga terjadi di luar website.
- Memetakan dua tahap ke event yang sama. Bila Masuk WA dan MQL sama-sama dipetakan ke Lead, satu lead menghasilkan dua event Lead di Meta karena ID event tiap tahap berbeda.
- Mengirim konversi tanpa petunjuk pencocokan. Tanpa click ID atau data kontak yang memadai, konversi bisa tidak terhitung di laporan iklan.
- Mengira event yang terkirim pasti dihitung. Platform yang menentukan apakah sebuah event cocok, sehingga angka di Ads Manager dan catatan closing Anda bisa berbeda.
06Pertanyaan umum
Apa bedanya offline conversion dan konversi online?
Konversi online terjadi di website, jadi Pixel atau tag di halaman bisa mencatatnya langsung. Offline conversion terjadi di luar website, misalnya di chat, telepon, atau toko, sehingga bisnis harus mencatatnya sendiri lalu mengirimkannya ke platform iklan.
Apakah closing di WhatsApp termasuk offline conversion?
Secara konsep, ya. Percakapan dan closing di WhatsApp terjadi di luar website, jadi platform iklan tidak melihatnya sendiri dan bisnis perlu melaporkannya. Di Dalekta, tahap Masuk WA sampai Closing yang Anda petakan di Event Mapping dikirim ke Meta lewat Conversions API, selama lead berasal dari iklan Meta dan Pixel ID serta Access Token tersimpan. Closing membawa nominalnya.
Apakah Dalekta memakai Offline Conversions API milik Meta?
Tidak. Dalekta mengirim konversi ke Meta lewat Conversions API sebagai event website, dan tidak memakai Conversions API for Business Messaging. Event hanya dikirim untuk lead yang terdeteksi berasal dari iklan Meta, dan hanya untuk tahap yang sudah Anda petakan di Event Mapping.
Data apa yang dibutuhkan agar offline conversion bisa dicocokkan?
Platform butuh petunjuk untuk mengaitkan konversi dengan klik atau pengguna. Petunjuk itu bisa berupa click ID, seperti fbclid dari Meta atau gclid dari Google, atau data kontak yang di-hash, seperti nomor telepon. Konversi juga biasanya membawa nama event, waktu kejadian, dan nilai transaksi bila ada.
