01Arti gbraid dan wbraid menurut Google
Latar belakangnya ada di halaman bantuan Google Ads berjudul Updates to iOS 14 campaign measurement. Sejak kebijakan App Tracking Transparency (ATT) Apple berlaku pada 26 April 2021, Google tidak lagi mengirim gclid untuk lalu lintas iOS 14 yang berasal dari iklan di sejumlah aplikasi Google. Akibatnya gclid bisa kosong untuk klik tertentu, dan konversi yang dilaporkan bisa berkurang. Untuk menjaga pengukuran, Google memperkenalkan wbraid pada Maret 2021 dan gbraid pada Mei 2021. Menurut catatan di halamannya, artikel itu terakhir diperbarui pada 29 Maret 2023.
Dokumentasi Google Ads API membedakan keduanya menurut arah klik. wbraid ada ketika pengguna mengklik iklan di dalam aplikasi iOS lalu diarahkan ke halaman web. gbraid ada ketika pengguna mengklik iklan di web lalu diarahkan ke aplikasi iOS. Anda tidak membuat nilainya, Google yang menambahkannya ke URL.
Halaman bantuan Google tentang gbraid menyebutnya pengenal yang menjaga privasi. Menurut halaman itu, gbraid mengukur konversi secara tidak unik, seperti ID campaign, tanpa menautkannya ke satu pengguna atau satu kejadian.
02Beda gclid, gbraid, dan wbraid
| Parameter | Kapan Google menambahkannya | Fungsinya |
|---|---|---|
gclid | Saat seseorang mengklik iklan dan auto-tagging aktif. Google tidak mengirimnya untuk lalu lintas iOS 14 dari sejumlah aplikasi Google. | Pengenal klik standar. Dipakai untuk mengenali klik asal sebuah konversi dan untuk impor konversi offline. |
wbraid | Saat iklan diklik di dalam aplikasi iOS lalu mengarah ke halaman web. | Membantu mengaitkan konversi website kembali ke campaign pada lalu lintas iOS yang terkena ATT. |
gbraid | Saat iklan diklik di web lalu mengarah ke aplikasi iOS. Google menyebutnya ditambahkan ke URL halaman tujuan ketika auto-tagging aktif. | Mengukur konversi aplikasi dari campaign di iOS. Google juga menyebutnya berguna saat gclid berisiko hilang. |
gclid dan gbraid bisa menyertai satu konversi sekaligus. Dokumentasi API menulis bahwa satu konversi kadang punya keduanya, dan Google menyarankan keduanya disertakan saat mengunggah. Penjelasan gclid ada di gclid, padanannya di Meta adalah fbclid, dan perbandingan semua kode klik per platform ada di Click ID.
03Cara Google memakainya untuk impor konversi
Per 16 Oktober 2026, halaman Google berjudul How to upgrade offline imports menyebut bahwa setiap konversi yang diunggah butuh waktu konversi dan salah satu dari gclid, data pengguna, atau BRAID (gbraid dan wbraid). Google meminta parameter ini ditambahkan setiap kali tersedia, supaya laporan konversi tetap berjalan dengan cara yang menjaga privasi. Sejak 3 Oktober 2025, gbraid dan gclid boleh ada dalam satu baris unggahan tanpa menimbulkan error.
Garis besar langkah dari halaman Google tentang gbraid dan auto-tagging, ditulis ulang ringkas:
- Pastikan auto-tagging aktif di akun Google Ads dan situs Anda menerima parameter URL sembarang.
- Tangkap nilainya di setiap halaman, lewat cookie atau local storage, termasuk saat gclid tidak ada.
- Simpan nilai itu bersama data lead di sistem Anda, di samping gclid.
- Saat lead menjadi konversi, unggah nilai itu bersama waktu konversi. Google merekomendasikan Data Manager dibanding jalur lama.
04Di alur iklan ke WhatsApp
Chat WhatsApp tidak membawa URL, jadi gbraid atau wbraid baru sampai ke lead bila ada yang menyimpannya sebelum pengunjung pindah ke WhatsApp. Di Dalekta, penyimpannya adalah tracker di landing page dan kode tracking di pesan pertama. Menyambungkan klik iklan ke chat dan closing adalah pekerjaan atribusi iklan. Contoh berikut mengikuti satu klik iklan Google Ads dari aplikasi iOS ke landing page, lalu ke chat, sampai closing.
- Seseorang mengklik iklan Google Ads di aplikasi iOS. Landing page terbuka dengan URL seperti
https://contoh.com/promo?utm_source=google&utm_medium=cpc&wbraid=contoh456. Tidak ada gclid di URL itu. - Tracker Dalekta membaca
wbraiddari URL, begitu jugagbraiddangclidbila ada, lalu menyimpannya di browser pengunjung. - Pengunjung menekan tombol WhatsApp yang memakai link rotator Dalekta. Link itu membawa parameter yang tersimpan, dan rotator mengisi pesan awal dengan kode seperti
[D-K7M2Q]. - Customer mengirim pesan pertama tanpa menghapus kode. Dalekta mencocokkan kode itu dengan klik tadi, dan lead berstatus Masuk WA membawa click ID Google yang sama. Di daftar Leads, lead ini dikenali sebagai sumber Google walaupun URL-nya tidak membawa gclid.
- Sales menutup penjualan dan mengisi nominal
Rp 4.500.000di Leads. Lead naik ke Closing.
05Syarat agar keduanya tertangkap di Dalekta
- Auto-tagging aktif di akun Google Ads. Google menyebut auto-tagging sebagai sumber gclid dan gbraid di URL, dan syarat untuk impor konversi offline.
- Landing page memakai tracking script Dalekta, dan tombol WhatsApp memakai link rotator. Link
wa.melangsung tidak membawa kode tracking, sehingga tidak ada lead yang bisa ditempeli click ID. - Redirect atau pemendek tautan meneruskan seluruh query URL. Parameter yang hilang di tengah jalan tidak bisa dibaca tracker.
- Template Google dari Tracking Ads → tab UTM → Google dipasang di Google Ads. Dalekta tidak bisa membaca campaign, ad group, atau iklan dari isi click ID, jadi template itulah yang membawanya.
Cara membaca dan memasang parameter URL dibahas di UTM tracking untuk WhatsApp, sedangkan arti UTM sendiri ada di UTM. Langkah tes dari klik sampai Event Logs ada di Google Ads Tracking.
06Bacaan lanjutan
Pernyataan tentang Google di halaman ini dibaca dari halaman resmi berikut pada 16 Oktober 2026. Google bisa mengubah aturannya, jadi cek ulang sebelum memutuskan setelan akun Anda.
07Kesalahan yang sering terjadi
- Mengira setiap klik iklan Google membawa gbraid atau wbraid. Google menjelaskan keduanya dalam konteks iOS. Lalu lintas lain tetap membawa gclid, dan itu pun hanya bila auto-tagging aktif.
- Menyalin, memotong, atau mengubah huruf besar dan kecil nilainya. Google menyebut gbraid dan gclid peka huruf besar dan kecil, jadi simpan nilai persis seperti aslinya, termasuk wbraid sebagai kehati-hatian.
- Membiarkan redirect atau pemendek tautan membuang query URL. Parameter hilang sebelum tracker membacanya, dan lead tidak membawa click ID Google.
- Menganggap click ID yang tersimpan berarti konversi sudah diterima Google. Unggahan butuh akun Google Ads yang terhubung dan conversion action yang dipetakan, dan integrasinya di Dalekta masih beta.
08Pertanyaan umum
Apa bedanya gbraid, wbraid, dan gclid?
gclid adalah pengenal klik standar yang Google tambahkan ke URL saat auto-tagging aktif. wbraid dan gbraid dipakai pada lalu lintas iOS yang dibatasi kebijakan privasi Apple. Menurut Google, wbraid muncul saat iklan diklik di aplikasi iOS lalu mengarah ke halaman web, dan gbraid saat klik dari web mengarah ke aplikasi iOS. Satu konversi kadang membawa gclid dan gbraid sekaligus.
Apakah gbraid dan wbraid hanya ada di iOS?
Sebagian besar halaman Google yang dirujuk di sini membahas keduanya dalam konteks iOS dan kebijakan privasi Apple, sedangkan halaman tentang gbraid juga menyebutnya berguna saat gclid berisiko hilang. Kapan Google menambahkannya ditentukan Google dan bisa berubah, jadi jangan menganggapnya selalu ada atau selalu absen. Cek halaman resmi Google di bagian Bacaan lanjutan untuk aturan terbarunya.
Apakah Dalekta menangkap gbraid dan wbraid?
Ya. Tracker Dalekta di landing page membaca gclid, gbraid, dan wbraid dari URL, lalu kode tracking di pesan WhatsApp pertama menghubungkan chat ke klik itu. Lead dengan salah satunya dikenali sebagai sumber Google. Mengunggah konversi ke Google Ads memakai click ID itu masih beta, dan hasil end-to-end belum dipastikan untuk semua akun.
Perlukah gbraid atau wbraid ikut diunggah ke Google Ads?
Google meminta parameter ini disertakan setiap kali tersedia, di samping gclid atau data pengguna, supaya laporan konversi tetap berjalan dengan cara yang menjaga privasi. Setiap konversi yang diunggah butuh waktu konversi dan salah satu dari gclid, data pengguna, atau gbraid dan wbraid. Ini bacaan per 16 Oktober 2026, jadi cek ulang di halaman Google.
